Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
TIM BESI DI DESA PENARI


__ADS_3


Tim Besi yang berjuluk 7 Rasi Bintang, berjubah silver terlihat gemerlapan apabila terkena cahaya sungguh warna yang tak bisa disembunyikan di kegelapan.


Tim yang terdiri dari 7 orang itu 4 pria dan 3 wanita.


Kapten Ares.


Wakil kapten Ergo.


Urus.


Riu.


Gita.


Gemi.


Lira.


"Woi.. fokus jangan ngebucin mulu..!" tegur Kapten Ares Tim Besi.


"Kasian Kapten pacar nya beda tim.." ucap Lira.


"Sudah ku bilang kalau pacaran sesama anggota bikin gak fokus.. lama-lama kalian nyebelin ya..!" Kapten Ares kesal.


"Kapten kita mulai dari mana dulu ini?" tanya Wakil Kapten Ergo serius.


"Sepertinya kita harus menyamar jadi mahasiswa yang lagi tugas KKN..!" Kapten Ares mengarahkan.


"KKN.. Korupsi Kolusi Nepotisme.. Kapten?" Gemi bertanya.


"Urus.. urusin tuh pacar kamu jangan bikin aku pusing..!" Ares mulai naik darah.


"Siap Kapten..!" Urus malah mencubit pipi Gemi.


"Kayaknya ini misi terakhir aku mau pensiun" Kapten Ares sudah tak tahan melihat tingkah timnya.


Sesampainya mereka di pemukiman penduduk yang terlihat sepi karena lagi di ladang.


"Hai.. anak muda..!?" tegur kakek tua renta dengan suara rocker nya.


"Widih.. kakek seorang penyanyi ya..?" sahut Riu.


"Riu.. tak sopan dengan orang tua" tegur Wakil Kapten Ergo.


"Kakek kuat ya.. bisa gotong batang pohon sendirian" ucap Gita.


"Kalian sebaiknya ke ladang sebelah sana.. cucu ku yang seorang gadis kesusahan membawa potongan ranting pohon" sambil menunjuk ke arah utara kakek meminta bantuan.


Ares, Ergo, Urus, dan Riu menghilang yang tadinya di samping para cewek.

__ADS_1


"Bener-bener ya.. ini para cowok gak bisa dengar gadis aja langsung ilang" Lira mengajak ke arah yang ditunjuk kakek.


"Adik nama nya siapa?" tanya Riu.


"Nama aku Tari kak.." jawab gadis yang berusia 17 tahun itu.


"Nama aku Lira.." Lira yang datang langsung menjewer telinga pacarnya itu.


"Ini kita bantuin dulu kasian dia harus bawa ranting sebanyak ini.." Ergo mengajak.


"Awas aja sampe cuma modus.. aku giling sampai jadi kelapa parut..!" Gita mengancam.


Dalam hati Ares suasana seperti ini bagus juga tak selamanya kami harus bersikap serius tergantung situasi dan kondisi.


"Ayo lah hari sudah mulai sore ini.." Kapten Ares mengarahkan timnya.


Mereka semua membantu gadis bernama Tari itu mengangkut ranting ke rumahnya.


"Akhirnya.. sampai juga" Riu mengelap keringat di leher Lira.


"Silahkan di minum arak akar nya.." nenek yang masih terlihat seksi itu mempersilahkan.


"Terima kasih anak-anak muda kalian sudah membantu, kebetulan besok kakek ingin membuat kandang sapi kalian ada keperluan apa di desa ini sebenarnya?" Kakek mulai terlihat aneh.


"Kami lagi menjalankan tugas KKN kek di desa ini, rumah kepala desa di mana ya?" Ares menjawab sekaligus bertanya.


"Kalian menginap di sini saja.. kebetulan aku kepala desa, dan rumah aku cukup besar untuk kalian tinggali" Kakek menawari.


Mereka pun bermalam di rumah kakek yang bernama Unknown itu.


"Kek malam di sini kenapa rame ya..?" tanya Ares.


"Itu di karenakan penduduk sini suka mengadakan pesta di mana para gadis remaja menari, menggoda para bujang yang menyawer memasukan uang sesukanya di mana mereka mau menyelipkan" Kakek menjelaskan.


"Jadi yang menari harus gadis ya kek?" Tanya Ergo.


"Iya.. soal nya kalau cukup umur mereka sudah menikah, dan tak boleh lagi berprilaku seperti itu" beritahu kakek.


"Kita ke sana melihat situasi.." ajak Kapten Ares.


"Siap.." serentak para anggota cowok menjawab.


"Ingat cuma melihat.." Gita memperingati.


Para cewek melotot memandang pacarnya masing-masing.


"Eh.. cantiknya..!" Riu ikut berjoget.


"Tak ada yang aneh Kapten.." Ergo terbawa suasana.


Berbeda dengan anggotanya Ares malah merasakan kejanggalan di desa itu.

__ADS_1


Ares berfokus pada gelang yang di pakai sang penari, sepertinya menyimpan kekuatan mistis, karena tidak mungkin ada orang biasa yang kuat menari semalaman tanpa jeda waktu istirahat, sedangkan para lelaki silih berganti menemani berjoget sambil menyawer.


Ternyata benar saja setelah malam semakin larut para lelaki yang tadinya berkumpul berlarian dari tempat itu menyisakan satu orang yang terlena pada kemolekan sang penari, selendang penari melilit leher lelaki itu.


Beruntungnya aksi sang penari digagalkan oleh Tim Besi.


"AURA GODAM PEMISAH ROH.." Ares Kapten Tim Besi mengeluarkan auranya memukul gadis penari hingga Jin yang merasuki nya keluar.


"Pasang.. AURA PERISAI.." Ergo memasang aura pembatas.


Anggota Tim Besi lain juga datang setelah menerima panggilan.


"Kaliaan.. jangan menggangu di wilayah kuh.." Suara jin penari.


"Pasang formasi bintang.." Perintah Kapten Ares membentuk bintang 6 sudut.


Namun tarian Jin penari bisa menggoyahkan formasi bintang Tim Besi.


"Kapten kami jadi ikut terbawa menari.. gimana ini.." Urus memberitahu.


"Aktifkan.. AURA JIRAH MALAIKAT PENCABUT full armor.." perintah Kapten Ares.


Aura Jirah tingkat 3 dengan senjata tombak panjang dan tameng besarnya bisa menahan amukan senjata pamungkas Jin penari SELENDANG PELEBUR SUKMA.


Begitu dahsyat nya amukan dari selendang jin penari serangan Tim Besi gak ada yang mengenai, malah serangan balik membuat formasi pertahanan Tim Besi tergeser.


"Kapten kami sudah gak kuat dia begitu lincah dan serangan gemulainya tak selemah seperti yang terlihat.." Ergo dan lainnya sudah terdesak.


Kapten berpikir keras dan terlintas ujicoba di pikirannya, Ares melepas gelang di tangan gadis yang pingsan mengunakan AURA SARUNG TANGAN PENYEGEL begitu sulit di lepas dan Jin penari yang mengetahui tindakan itu mencoba menyerang Kapten Ares tapi dihalangi oleh Anggota Tim Besi.


Ares membuka gelang itu menarik nya membentuk bilah kecil, beberapa anggota Tim Besi terlempar Aura tombak patah, tameng pecah dan jirah mereka retak, namun di sela semua itu Kapten Ares berhasil menancapkan bilah besi ke badan Jin penari.


Semua anggota Tim Besi dengan sigap mengaktifkan AURA SARUNG TANGAN PENYEGEL memegangi kaki, tangan, leher, dan pinggang hingga Jin penari tak bisa bergerak lagi.


Badan Jin penari berangsur mengeras dan mulai menjadi besi secara perlahan meski sempat berontak tapi kekompakan tim bisa mengatasinya.


Jin penari itu sepenuh nya menjadi patung besi kemudian mengecil menjadi hiasan patung seukuran piala.


"Gak nyangka.. kita harus memakai aura segel, penari yang aku kira gemulai, ternyata begitu kuat.." Riu berkata sambil tersengal-sengal.


"Dia jadi begitu kuat karena dibiarkan mengkonsumsi jiwa entah sejak berapa tahun telah terjadi dari generasi turun temurun" Ares menjelaskan.


"Jadi ini sudah selesai apa gimana?" tanya Gita.


"Belum.. kemungkinan masih ada ritual lain, gelang yang berbentuk spiral bukan dari alam jin, sepertinya ada orang yang sengaja membuatnya" Kapten Ares menarik kesimpulan.


"Kalau begitu kita akan tinggal sementara di desa ini?" tanya Gemi yang sedang memeluk lengan Urus.


Bersambung...


"Sampai jumpa" 👋

__ADS_1


__ADS_2