Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
BERHARGANYA WAKTU BERSAMAMU


__ADS_3


Ternyata perempuan diawal nya saja yang bertingkah dingin semakin lama sifat manjanya akan muncul dan semua perempuan sama-sama ingin selalu dimanja, diperhatikan, disayang, diutamakan, di taruh di tingkat teratas, di atas segala-gala nya cuma ada dia tak ada yang lain.


Di Restoran Gunung Bukit Berbatu.


"Beneran kan hari ini Riad dateng Jay aku kasian banget nih sama Ryuna..semaleman Riad..Riad.. itu itu aja yang dia panggil, aku sampai pake kapas nutupin telinga biar bisa tidur" keluh kesah Miyuki.


"Iya.. tadi dia nelpon, lagi di jalan naik Godrone, Ryuna mana.. biasanya kalian selalu bareng?" tanya Jay.


"Pagi tadi dia berendam di bathtub lama.. banget, habis itu dia dandan biasanya kan natural, kalau kemaren kebetulan karena ada penata gaya aja, eh abis itu diam-diam dia minum whiskey yang aku sembunyikan di lemari jadi gitu deh, baru pertama kali mabok dia" Miyuki menjelaskan.


" Oh.. jadi itu minuman kamu, buang aja gak baik buat kesehatan" tegur Jay.


"Iya deh sayang, aku gak akan minum-minum lagi.. maaf yah.. jangan marah" Miyuki merengek manja.


Ryuna yang berdandan begitu cantik membuat setiap mata memandang ke arahnya, dengan baju motif kotak-kotak sederhana tapi terlihat elegan.


"Ini restoran jaraknya lumayan, kalau jalan sendiri berasa jauh banget, harusnya aku bareng Miyuki aja tadi" Ryuna ngomong sendiri.


Selagi Ryuna ngomong sendiri dan sepertinya dia risih diliatin orang banyak, tanpa sengaja berjalan menabrak seseorang.


"Eh maaf aku gak sengaja.!" Ryuna langsung meminta maaf tanpa melihat itu siapa.


"Tunggu nona.., kamu Ryuna bukan?" orang asing mengenali.


"Tomaru..!!" Ryuna mengenali dan bergegas menjauh, namun tangan nya di pegang oleh orang asing itu.


"Ryuna aku masih sayang sama kamu.." Tomaru memaksa.


"Lepasin gak..!" Ryuna berontak.


"Gak.. aku gak bakal lepasin sebelum kamu kembali jadi pacar aku.." Tomaru bersikeras.


"Hubungan kita sudah berakhir.. cowok bajingan macam kamu gak pantas sama cewek mana pun..!" bentak Ryuna.


"Oh.. cewek polos yang manis berubah jadi sadis, kamu lupa pernah aku..!" Tomaru yang menarik tangan Ryuna, mengangkat tangan satunya lagi ingin memukul.


Namun perut Tomaru terlebih dahulu dipukul seseorang.


Tomaru meringkuk di lantai kesakitan, dengan cepat Riad memeluk Ryuna yang terlihat ketakutan.


"Ryuna kamu gak papa..?" tanya Riad khawatir.


Ryuna memukul-mukul dada Riad kemudian menangis dipelukan nya.


"Hapus air matamu.. sekarang sudah aman, sebaiknyanya kita ngumpul sama yang lain" Riad mengajak, kemudian berjalan menuju restoran.


"Nah..Itu Riad sama, Ryuna.. beda sekali!" Jay kagum.


"Pacar kamu sebelah sini" Miyuki iri.


"Iya aku tau kok" Jay tersenyum kecil ke Miyuki.

__ADS_1


"Sudah lama di sini..?" tanya Riad yang baru sampai bersama Ryuna.


"Dari kemaren sampai ada yang mabok" Miyuki menyinggung.


"Iiih.. Miyuki.. aku malu" Ryuna mendekap tangan Riad yang besar udah kayak guling.


"Kalian udah pesan makanan?" tanya Riad.


"Udah abis minuman 2 gelas.." sahut Miyuki.


"Sama aku juga ikutan minum 2 gelas, kering mulut kebanyakan ngomong sama Miyuki" canda Jay.


Miyuki mencubit tangan, pinggang, pundak Jay.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Riad ke Ryuna.


"Terserah kamu aja.." Ryuna begitu bahagia.


Setelah mereka selesai makan, Tomaru datang menghampiri mereka dengan membawa security.


"Itu orang nya pak..!" Tomaru menunjuk ke arah Riad.


Para security yang berjumlah 3 Orang itu mendekati dan mengenali Riad.


Jay yang menemani Miyuki ke toilet lalu berjalan kembali ke meja mereka, dari jauh Miyuki mengenali Tomaru.


"Tuan muda Riad" tegur security.


Ryuna bingung, sedangkan Riad meminum jus sirsak kesukaannya.


"Tuan muda Jaylani" security menyapa.


"Ini tuan.. ada yang lapor habis dipukul, saya kira siapa ternyata tuan muda Riad, maaf menggangu waktu tuan muda, kami akan memproses orang ini" security sopan.


Security itu pun menyeret pemuda yang melapor itu, dengan pikiran yang penuh tanda tanya Tomaru kebingungan dengan apa yang terjadi, kenapa malah dia yang ditangkap.


"Itu.. Tomaru.. kenapa ada di sini ya, padahal kita kesini buat menghindari dia!" Miyuki gak percaya.


"Tadi aku kaget banget ketemu dia, pas jalan mau ke sini, untungnya ada.." Ryuna menatap ke arah Riad.


"Para security tadi manggil kalian.." Miyuki penasaran.


"Memangil kalian Tuan Muda memang nya kalian.." Ryuna tak mengerti.


Riad memberi isyarat ke Jay.


"Oke gadis-gadis lihat jempol aku" Jay mengacungkan jempol.


"Jempol kamu kenapa ayang.." Miyuki menepuk pundak Jay.


Tiba-tiba jempol Jay terbakar.


"Astaga.. Riad tolongin itu jempol Jay..!" Ryuna panik menarik-narik baju Riad.

__ADS_1


Api di jempol Jay padam.


"Kita ke wahana yuk..?" Riad mengajak.


"Yuk..!" Miyuki meraih tangan Jay.


"Ke mana pun di mana pun kamu, aku ikut" ucap Ryuna sambil mengelus wajah Riad.


"Gimana kalau kita balap sepeda turun gunung" Riad mengusulkan.


"Jangan.. nanti Miyuki mati!" Ryuna kebayang mimpinya kemaren.


"Kalau panjat tebing.." usul Jay.


"Kuku cantik aku gak sanggup.. ayang!" sambil menunjukan kuku bling-bling nya Miyuki tak mau.


"Berarti paralayang cuma itu yang bisa dinaikin 2 orang sekaligus" Riad memberitahu.


"Kita balapan gimana..?" Jay menantang Riad.


"Jangan.. nanti Miyuki mati..!" sahut Ryuna cepat.


"Apa lagi ini Ryuna.. korsleting gara-gara mabuk semalam" Miyuki tertawa dengan tingkah polos temannya itu, namun senang bisa melihatnya ceria lagi.


Sesampainya di tebing paralayang.


"Semua sudah dicek aman, kalian siap..?" tanya petugas pengelola.


"Sebentar-sebentar..!" Ryuna masih gak yakin.


Ryuna yang diikat menempel dengan Riad cuma bisa pasrah.


"Angkat kaki mu ke belakang" pinta Riad.


Kemudian Riad berlari dibantu petugas yang bekerja, mereka pun meluncur dari atas tebing kebawah.., lalu muncul lagi terbang ke atas.


Ryuna merasakan angin menerpa wajahnya, perlahan membuka mata, dan merasakan sungguh berharganya waktu saat bersamamu di atas sini aku bisa melihat semua dari atas, ada oase kita, ada yang jatuh naik sepeda, anehnya langsung ada yang nolongin, yang jatuh dari tebing tapi ada yang nangkap entah siapa.


Jay yang terbang kedua setelah Riad sudah mendarat ke titik pendaratan, sedangkan Riad masih membumbung tinggi di udara.


"Itu Riad sama Ryuna terbangnya lama banget kok kita cuman sebentar..!!" Miyuki ngambek ke Jay.


"Riad itu nge cheat jadi nya lama.."Jawaban Jay membuat Miyuki bingung.


"Riad..." teriak Ryuna, pikirnya suaranya gak bakal kedengeran karena deburan tiupan angin yang deras.


"Riad..aku..sayang.. kamu...!!" dengan senangnya Ryuna berteriak sambil terbang naik paralayang bersama orang yang dikasihinya.


"Riad aku cinta...kamu...!!" teriakan itu membuat Ryuna lega sudah mengutarakan isi hatinya.


Akan tetapi Riad mendengarnya begitu jelas dan sampai ke hatinya.


Bersambung...

__ADS_1


Lawan Jin aja lah main perasaan gini berat.. gimana kelanjutannya? "Sampai jumpa" 👋


__ADS_2