Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
MASUKNYA ANGGOTA BARU


__ADS_3

Selepas kejadian malam itu Kami dimarahi habis-habisan oleh pimpinan padepokan Nafas Patikaman, yaitu ayahku sendiri.


"Pusing kalo dilarang baku hantam kaya gini" gerutuku pada Madi dan Jay yang sedang konsentrasi mengumpulkan Aura.


"Tapi gak papa juga, santai..!! sakit juga sih badan" ucapku sambil mengeluarkan Busur Pusaka yang masih heran, kenapa aku gak pake Aura bisa memanggil senjata ini.


Madi yang baru saja selesai meditasi langsung menjitak kepalaku.


"Ini bocah ya mentang-mentang Kapten Tim Angin, tambah dulu kekuatan kamu baru sok-sokan, ngomong sama Jin kamu gak mau bicara baik-baik malah memilih jalan pendekar eleh.. bilang aja kamu suka gelut basa-basi mulu diawal" canda Madi sambil mengejek dengan muka konyolnya.


"Payah kamu Madi, jitak aku aja meleset, ngomong banyak diulang-ulang lagi" olokku sambil lari mutar-mutar gazebo basecamp tim kami, Madi pun mengejarku berkeliling.


Begitulah tingkah laku kami yang masih kecil bermain bercanda seperti anak kecil pada umumnya.


"Lah ini yang lain pada kemana kok aku sendirian sih, anggota tim gak ada akhlak..!" teriak Jay yang ditinggal sendirian di gazebo atas pohon besar setinggi 11 meter.


Depan Gerbang Utama Padepokan Nafas Patikaman


Sang Petir Pimpinan dan Wakilnya


Tim Bayangan ~ orang Khusus


Tim Api 11 Orang Kuat


Tim Air 9 Orang Kuat


Tim Bumi 9 Orang Kuat


Tim Besi 7 Orang Keras


Tim Kayu 5 Orang Keras


Tim Angin 3 Orang Keras


Murid biasa 41 Orang Kertas


Semua berkumpul di Area Merah (Nama lokasi berkumpul).


Diantara tim yang paling membingungkan cuma Bayangan yang jumlahnya tak jelas karena disitu alumni semua, dan Tim Angin. Kami dijuluki juga bocah sakti sebab darah kami langsung dari Pimpinan dan Wakil.


Aku Riad anak bungsu dari pimpinan pondok, karena lahir dari istri kedua, aku punya kakak kembar pengantin Khan dan Khim, dari istri pertama. Mereka kuliah di kota entah kapan pulangnya.


Penting ya diceritain Rahmadi dan Jaylani kakak beradik anak dari wakil pimpinan, sepupu aku dah pokoknya gitu aja perkenalan nya.

__ADS_1


"Ini kita keluyuran Mulu jalan-jalan pake sepeda ontel cape juga tau" Madi mengeluh lagi karena cuma dia paling gede diantara kami yang bisa mengayuh sepeda bonceng 3.


"Jay kamu disindir kakakmu tuh berat katanya, bulet banget sih kamu gemas tau ha..haha.." celotehku membuat yang lain ikut tertawa disore itu. Begitulah sore kami hingga pada akhirnya aku merasakan sesuatu di depan rumah besar tak berpenghuni ujung jalan.


"Lah jalan ini mentok pas banget sama rumah gede ini ya, hajar gak nih sob.." tanyaku pada 2 anggota Tim Angin.


"Andai kakak kamu Khan dan Khim disini pasti semua akan lebih mudah" dengan nada lemas ucap Jay.


"Kak Khim sekarang secantik apa ya,he.." Madi berbisik ke Jay.


"Aku dengar tau..PERISAI" ucapku sambil mengangkat tangan kanan aku memasang perlindungan.


Seketika udara jadi dingin pas kami memasuki pekarangan halaman depan rumah itu yang pagarnya sudah rusak dan dipenuhi akar rambat.


Tanpa ba bi bu Jin langsung menyerangku akupun menepisnya kami saling beradu tekanan tenaga dalam.


"Kalian...Berani..iii sekali memasuki wilayah kami" suara Jin itu parau.


"Bukannya karena ulah kalian penghuni asli rumah ini pergi" belaku membalas ucapannya.


"Jangan banyak bacot..AU...." Jin marah,


dengan terjangan cakar es dia menyerang ku.


"AURA JIRAH MALAIKAT" dengan hembusan nafas panjang kalimat itu ku lafazkan.


"AURA SARUNG TANGAN DURI" sebutku nafas dalam.


Setelah jurus-jurus yang melelahkan raga, aku berhasil mukul wajah Jin itu hingga topengnya retak dan hancur berkeping-keping.


Jin itu tergeletak di tanah, saat aku mau memukulnya lagi.


"Menyerah...hhh..aku kalah, aurrrr..rererr..."Jin meraung kesakitan.


"Siapa namamu apa jabatanmu di sini ?" tanyaku pada Jin yang sudah tak bisa melawan lagi.


"Soga..wakil...! arrrr.. "Teriak Jin kesal.


"Aduh..adu..h.." jin kesakitan kepalanya aku jitak.


"Kalau jawab yang benar dong, ketua kamu didalam, jawab apa aku gebukin lagi nih" Ancamku.


"Dia...hhh...di dalam di Singgasananya, ampun..n ner..rrr.." Jin itu sudah payah dan tak bertenaga lagi.

__ADS_1


"Gimana kita masuk gak ?" Tanyaku pada Madi dan Jay yang sudah pakai AURA JIRAH MALAIKAT PENCABUT TINGKAT 2 (Aura Jirah malaikat tingkat 1 karena biasa, kalau ada pencabutnya tingkat 2).


Mereka menganggukkan kepala tanda siap.


"AURA KIBASAN DURI BERACUN" Madi siap.


"AURA LINGKARAN BOLA API" Jay siap.


Di depan pintu rumah yang dulunya megah itu mereka mempersiapkan segalanya untuk melawan Sang Ketua Jin.


Sementara itu.


"Wah kangen betul aku sama adik kecil kita Riad unyu gemoy" kata seorang gadis muda umur 21 tahun.


"Tapi sepertinya Riad, Madi dan Jay sedang melakukan pembersihan, emang ya bocah-bocah sakti itu suka cari masalah, menurutku mereka dalam bahaya" dengan yakin Khan khawatir dengan adik dan sepupunya.


"Apa kita bergabung lagi aja di Tim Angin, kasian juga mereka nyari lawan asal-asalan gitu. Kita susulin yuk kesana aku bisa melacak keberadaan mereka nih" Khim mengajak.


"Aku juga bisa melacak kali kan kita sepaket " Dengan sigap Khan langsung menyalakan mobilnya dan berangkat ke arah saudara mereka.


"Parah banget baru 5 langkah kita masuk ke rumah ini suasananya langsung mencekam, tekanan ini sungguh menyesakan udara di sini pun tipis sekali" sambil menggigil Riad berbicara pada Madi dan Jay.


"Riad .." Panggil Madi kepadaku.


"Kaki ku membeku gak bisa digerakkan, sepertinya kita masuk alam Jin ini" Madi mulai cemas.


"Kita ditipu Jin yang mengaku wakil di depan tadi, emang seharusnya aku jangan percaya omongan Jin sih" sesalku.


"Kalian coba aktifkan AURA NAFAS API" Jay berkata, yang sedari tadi gak membeku karena AURA LINGKARAN BOLA API.


"AURA NAFAS API.." serentak Riad dan Madi mengaktifkan Aura mereka.


"Se..lamat datang pemburu aku sudah menunggu kalian auuu..rrr..!" Jin besar berkepala serigala menegur, suaranya meniupkan udara dingin menusuk tulang.


"Celaka.. api kita meredup, ternyata ini sarang Raja Jin Klan Serigala Es" gawat!! Ayo kita gabungkan kekuatan aktifkan AURA LISTRIK PENYENGAT" ajakku, kami pun menyatukan irama nafas.


Di luar yang dipenuhi pasukan Jin penjaga menghadang.


"Waduh ini istana ternyata, AURA.. TOYA POSITIF..Aktif" Khan siap maju melibas pasukan Jin itu.


"AURA.. TOYA NEGATIF.. Aktif, kamu dari kanan aku dari kiri kita setrum mereka sampai tak bersisa" Dengan menggebu-gebu Khim berlari bersama Khan.


2 kembar itu menjalarkan aliran listrik yang saling berkesinambungan melibas pasukan Jin seperti nyamuk bergelimpangan.

__ADS_1


Bersambung...


Apakah dengan bergabungnya anggota baru Tim Angin menjadi keras dan bisa mengalahkan para Jin yg menganggu kehidupan manusia, simak kelanjutan nya ya 👋


__ADS_2