
Jantung Ryuna berdetak cepat tak terkendali hatinya resah nafasnya begitu boros, dia pun berlari ke arah tenda.
"Tunggu Ryuna.. keranjang buahnya jangan dibawa aku belum makan jeruk" teriak Miyuki.
"Sepertinya hari sudah begitu sore, sudahi saja berenangnya" Riad mengajak tanpa melihat Miyuki.
Didalam tenda sambil memeluk boneka kesayangannya Ryuna tersenyum sendiri.
"Emba malam ini mau makan.., apa?" wanita berambut Pirang yang tadinya mau menanyakan mau makan apa itu langsung berpaling kaget melihat ekspresi wajah Ryuna.
"Lah, kenapa kok gak jadi?" tanya seorang gadis Loli pada wanita Pirang.
"Sepertinya dia kerasukan hantu gunung, senyum-senyum sendiri menyeramkan..!! yuk kita tanya yang lain saja" ajak pirang menjauh.
Pemuda yang sangat bahagia karena cintanya diterima, mentraktir semua kru makan malam, dengan memesan lewat aplikasi Godrone (drone besar yang bisa mengantarkan apa saja maksimal berat beban yang dibawa 100kg).
"Sesuai titik ya, pastikan anda jangan kemana-mana makanan akan sampai dalam waktu 1 jam bib..bib.." suara operator Godrone dari jam tangan digital.
"Gimana kalau kita nyanyi sambil nunggu makanannya datang" ajak sang pemuda kasmaran.
"🎶 Kurasa.. ku sedang dimabuk cinta aa..🎶"
Mereka bernyanyi dengan petikan gitar yang dimainkan Riad, di depan api unggun bersukaria.
"Ini yang disebut camping.. ikeh.." Miyuki kembali mengeluh dan dicubit oleh Ryuna.
"Yang penting suasananya.. Miyuki" Ryuna menegur.
Dalam hati Ryuna berkata sudah gagah tampan Jago Gitar, sudah punya pacar belum ya dia.
Miyuki yang melihat tingkah laku temannya itu paham kalau Ryuna sepertinya suka sama Riad.
"Cie..Cie.. ada yang jatuh cinta nih, jangan diliatin mulu nanti pas berpisah sedih lagi" Miyuki menggoda.
"Apaan sih.., tapi bener juga" gumam Ryuna.
Akhirnya Ryuna menyadari bahwa dia cuma turis asing dan waktu mereka di Wisata Tersembunyi hanya 3 bulan saja.
Setelah makan-makan dan buang sampah pada tempatnya, mereka pun masing-masing mojok, ada juga yang langsung tertidur pulas di tenda.
Disebuah bangku panjang dibawah pohon apel merah ditepi sungai tak jauh dari tenda, Riad terdiam memandang bintang.
"Ayo samperin.. nanti diam-diam kalian aku Poto" dorong Miyuki.
"Jangan.. gak boleh Poto orang sembarangan" Ryuna malu-malu.
"Berarti gak boleh Poto binatang dong, kalo binatangnya gak terima terus gigit gimana" canda Miyuki, membuat gugup Ryuna berkurang.
__ADS_1
"Hai.. " sapa Ryuna canggung.
"Hai juga.." Riad membalas pelan.
Ryuna yang kebingungan karena sebelumnya belum pernah berhadapan dengan lelaki yang di sukai nya.
Dari jauh Miyuki memberi isyarat buat duduk, tapi Ryuna terlalu malu untuk melakukan itu.
"Kamu mau duduk sini, aku sudah mandi kok" dengan sedikit bercanda Riad mempersilahkan.
Ryuna pun duduk disebelah Riad tapi menjaga jarak.
"Aku bau ya..?" canda Riad lagi.
"Gak kok ..kamu wangi banget malah aku su..ka, he.." dengan cepat Ryuna menjawab namun malu sendiri.
"Ayo saling memandang buruan aku sudah siap shoot nih" dari jauh Miyuki memantau memakai kamera lengkap dengan tripod nya.
"Sekali lagi aku minta maaf atas kejadian waktu itu, kamu belum maafin aku kan?" Suara Riad lemah tak nyaring seperti saat jadi pemandu.
"Sudah aku ma..a.. a..fin kok, sebelum kamu meminta maaf hem.." Ryuna gugup gak karuan.
"Sebenarnya kalau boleh jujur.." Riad baru mau ngomong.
"Aku terima.., eh apaan ya" Ryuna salah tingkah.
"Sama aku juga pusing tingkahnya itu memang.." sahut cepat Ryuna.
"Mantab.. poto yang bagus, tapi kok telinga aku gatal ya" Miyuki berhasil mendapatkan jepretan yang sungguh manis.
"Aku teringat seseorang, ingatan seperti mimpi indah namun memusingkan tapi menyenangkan tapi.." Riad masih sulit menceritakan semua.
"Katakan saja.. Miyuki mirip mantan kamu kan!!" seketika hati Ryuna terasa sakit dan mau beranjak dari bangku itu.
Ryuna mau berdiri tapi tangannya di pegang oleh Riad.
"Tapi saat aku memandangmu pikiranku jernih pusingku berangsur hilang, kau menenangkan aku, aku juga tak tau mengapa" ucapan yang Riad pikir biasa saja itu berdampak besar bagi Ryuna, itu seperti gombalan.
Pipi Ryuna memerah badannya lemas tanpa sadar ia bersender di pundak Riad.
"Wah.. kukira polos ternyata sosor teros..!" Miyuki kembali menjepret dengan kameranya.
"Eh maaf aku keenakan.." Ryuna terperanjat.
"Kita tidur yuk udah malem besok kita kan mau kewahana Goa Panjang" ajak Riad istirahat.
"A.. a.. aku belum siap " Ryuna kaget.
"Aku duluan ya ke tenda aku, kamu buruan masuk tenda kamu" Riad berjalan meninggalkan Ryuna.
__ADS_1
"Semuanya cepat kembali ke tenda besok pagi kita kewahana, bangun kesiangan akan ditinggal dari rombongan.." teriak Riad yang kembali tegas memperingatkan.
"Mikir apa sih aku.. bodoh.. bodoh..!" Ryuna sangat teramat malu sendiri.
"Ryuna cepat sini.. kamu mau tidur disitu" panggil Miyuki.
Di tenda perkemahan, terjadi semacam kejadian.
Saat Riad membuka tendanya terlihat seorang gadis berjubah hijau dan mengenakan topeng.
"Rianti..tugas tim kamu sudah beres?" Riad kaget melihat anggota Tim Kayu itu.
"Kamu kaget bener, gak kangen sama aku apah?" Rianti merajuk.
"Kamu kan tau aku lagi kerja, ini mana besok pagi aku harus memandu mereka" entah mengapa suasana hati Riad lagi gak nyaman.
Rianti melepas topeng nya, terlihatlah wajah cantik dengan alis tebal panjang, bulu mata lentik, hidung mancung, bibir merekah indah dan dagu yang lancip.
"Sepertinya minggu ini aura kamu sudah pulih, setelah bertahun-tahun tak bertugas melawan Jin lagi" Rianti mencoba mencairkan suasana.
Aliran aura Riad rusak parah pasca setelah menghancurkan Sekte Dukun Alam, tak bisa dikumpulkan, menyimpan, apalagi membentuk sebuah energi aura.
"Aku itu sayang banget sama kamu Riad dan cuma kamu yang bisa liat wajah aku, entah kenapa cuma kamu yang tak terpengaruh kutukan ini.." tiba-tiba Rianti menangis.
Riad pun menghapus air mata gadis berbadan tinggi itu, kemudian mencium bibir merah merekahnya.
"Jangan buang air matamu terlalu berharga untuk laki-laki yang sudah tak perjaka lagi sepertiku ini" Riad kembali mengingat masa dia di alam jin.
"Itu bukan karena keinginanmu..!, sekarang apa kamu mau melakukannya sama aku?" Rianti pasrah dan membuka jubahnya, tapi tak melepas pakaiannya.
"Aku bukan laki-laki seperti itu" Riad hanya memeluk gadis polos yang masih sama seperti dulu.
Mereka pun tertidur dalam hangatnya cinta.
Saat Riad terbangun Rianti sudah tiada disampingnya.
Mentari pagi menyapa kru Riad pun bersiap kewahana Goa Panjang.
"Eh.. malam tadi aku seperti mencium aroma yang tak pernah aku cium, wangi banget aku sampai tertidur pulas.." kata seseorang yang satu matanya tertutup kain.
Para pendaki pun saling menceritakan hal yang sama.
Sesampainya di Resort Goa panjang mereka langsung masuk ke restoran yang dikabarkan kedatangan Koki wanita dengan masakannya yang super lezat.
"Kita beruntung banget bisa menikmati makan dari koki terkenal dengan goloknya yang super cepat dan gerakan memasaknya yang tak membuang-buang waktu" Ucap wanita berambut pirang kesenangan.
Bersambung...
Tahan dulu baku hantam nya ya... "Sampai jumpa" 👋
__ADS_1