Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
MENARA SANG PUTRI


__ADS_3

Disebuah negeri yang lebih maju terlihat sejauh mata memandang gedung-gedung bertingkat pencakar langit megah berdiri, bagai balok kayu raksasa yang menancap bumi, diantara gedung itu ada sebuah gedung tertinggi yang bernama, Menara Sang Putri.


Negeri itu bernama alam Randa, alam Jin beriklim salju yang mana penghuninya lebih mirip manusia, perbedaannya dari manusia hanyalah garis tengah antara hidung dan mulut, tidak ada terdapat pada wajah mereka.


Di dalam Menara Sang Putri pada sebuah kamar mewah lantai teratas.


"Hua..am...!" aku menguap baru terbangun dari tidur yang entah dari kapan, aku sepertinya nyenyak sekali.


Aku kebingungan!! kenapa ada disini dan gelang logam apa ditangan kiriku ini, semuanya terasa sangat asing bagiku, dan siapa pula dua wanita di samping pintu kamar yang selalu mengawasiku sedari tadi.


Salahsatu dari wanita itu menekuk sikunya, kemudian muncul layar persegi mengambang, entah apa yang dia lakukan pada layar itu, kemudian dia seperti berbicara pada seseorang.


"Putri.., Pangeran sudah terbangun dari tidurnya" lapor wanita itu.


Pintu kamar pun terbuka, masuklah seorang gadis muda cantik nan manis tapi kok itu nya gede banget, apa dia menyusui pikirku.


Aku masih keheranan dengan semua ini, aku dimana mereka siapa dan apa yang terjadi kok badanku membesar, lenganku berotot, dadaku bidang, perutku kotak-kotak dan ada sebuah kristal kecil diantara dada dan perut, saat aku menoleh ke kanan ada lemari besar dan cermin besar. Siapa lelaki itu seperti umur 20 tahunan, apa itu bayanganku, semuanya terasa sungguh tak nyata.


"Kamu kebingungan ya pangeranku?" sapa gadis itu dengan suara lembut memanja.


"Siapa kau.. kenapa aku ada disini..pangeran siapa..???" tanyaku padanya, tanpa malu gadis itu naik keranjang dan bersandar di pundakku sambil menyentuh kristal bagian bawah dadaku.


"Aku pendampingmu pangeran" sang putri menjawab sambil melepas pakayannya dan menunjukan kristal yang juga dia miliki dibagian bawah dadanya, akan tetapi aku tak begitu jelas melihat kristal itu, dan dia malah mendekap wajahku kedadanya.


Namun aku malah merasa damai, segala rasa pusing dan penasaranku akan semua ini sedikit terlupakan.


Dia pun mengajariku apa pungsi gelang logam ini, bila menyala itu berarti ada panggilan, usap ke atas untuk menjawab, usap ke bawah untuk menutup. Cara membuat panggilan, tekuk siku sambil menggenggam kemudian buka jemari terus dihadapan akan muncul layar menu mengambang.

__ADS_1


Dan akhirnya aku mengerti setelah dijelaskan sangat mudah dipahami, meskipun aku masih bingung tentang alat canggih ini kenapa bisa begini, namun aku tak memperdulikan itu, yang penting aku tau pungsi dan kegunaannya.


Gadis manis yang mengaku putri itu pun bercerita tentang tempat ini, namanya Tiara dia adalah putri di alam Randa tempat sekarang aku berada. Aku pun memperkenalkan diriku, namaku Riad.


Tiara menunjukan seluk beluk ruangan di gedung itu, awal nya aku takut akan kotak besar yang bisa dimasuki bernama lif, namun ternyata itu hanya alat untuk naik dan turun kesetiap lantai gedung, aku pun bisa melihat pemandangan diluar dari balik kaca, tanpa sadar aku menjadi akrab dengan Putri Tiara, tingkah laku dan celoteh manjanya membuat aku lupa kenapa aku berada disini.


Kami pun jalan-jalan mengelilingi kota dengan mobil melayang di udara yang bisa melesat dengan cepat, entah siang atau malam awan selalu mendung di negeri ini dan aku tak melihat matahari sama sekali atau pun bulan, sedangkan hingar bingar kota selalu ramai, kelap kelip lampu di setiap gedung membuat ku ingin mampir kesana.


"Kita makan yuk beib..?" ajak Tiara padaku kesuatu tempat yang bernama Cafelato, yang membuat aku bingung, apa itu kata beib.


Disebuah bangku panjang yang empuk kami duduk berdua dan di atas meja ada makanan yang bernama Eskrim waffel dah lah aku gak mau mikir lagi makanan apa ini.


Kemudian Tiara mau bernyanyi, kami pun pindah ketempat yang bernama Karaoke, kami masuk kesebuah ruangan, memilih lagu dilayar menu yang bisa dipungsikan lewat gelang, ada suara keluar Tiara bilang itu musik, entah minuman apa di gelas yang di tuangkan dari botol berbentuk aneh oleh gadis karaoke yang juga menemani dan bilangnya siap melayani apa pun keinginan pengunjung.


Sorot lampu yang Tiara bilang itu sinar laser, suara musik terdengar keras, badan ku terasa melayang-layang wajah Tiara terlihat begitu menggoda dimataku, aku seperti tidak sadar menari, tertawa, berteriak lupa segalanya.


Diantara kekacauan yang kurasakan pada diriku, aku sedikit tersadar telah berada dikasur tanpa memakai apa-apa dan Tiara menindihku pun juga begitu, pikiranku menjadi kosong apa pun yang terjadi aku tidak peduli, dan mataku terasa berat kemudian terlelap lagi.


Saat aku terbangun aku sudah ada di bak pemandian air hangat bersama Tiara yang semakin nempel saja padaku, gaya hidup mewah ini membuatku lupa dengan keluargaku, semua yang kuinginkan pasti ada tersedia.


Setelah itu kami berenang di kolam berwarna ungu.


"Air apa ini beib.., kok gak jernih?" aku bertanya Sambil main ciprat-cipratan air dari dalam kolam.


Tiara menyelam aku kebingungan mencarinya, Karena warna air itu ungu aku tak bisa melihat, tiba-tiba dia ada muncul dari belakang dan mendekapku, lalu berbisik dengan bibirnya yang lembut menyentuh telingaku.


"Ini air anggur beib..!!" ucap nya mesra.

__ADS_1


Aku berbalik dia kembali menyelam aku pun menyelam mengejarnya.


Kami muncul berbarengan Tiara memelukku seakan takut aku akan meninggalkannya, dia menciumku dan memasukan air anggur dari mulutnya kemulutku, kepalaku terasa ringan seakan mengapung, karena ini yang sudah kesekian kalinya aku tau kalau sekarang dalam keadaan yang disebut mabuk.


Setelah cukup lelah berenang kami santai dipinggiran kolam diatas kursi panjang yang bisa selonjoran.


"Beib..kamu akan selalu bersamakukan selama-lamanya!?" tanya Tiara yang ada didekapanku.


Aku hanya mencubit pipinya yang merona dan kami berciuman.


Saking nyaman nya aku di dunia Randa ini, aku tak tau berapa lama aku di sini, waktu tak bisa dibedakan, tak ada siang atau pun malam semua sama saja kapan istirahat kapan terjaga semua sama, kalau lelah baru tertidur itu pun tak tau kapan bangunnya seakan waktu di dunia ini tak berputar.


Sementara itu..dibawah gedung Menara Sang Putri.


"Sepertinya adik kita ada didalam gedung ini!!" mencoba yakin Khim berkata.


"Tak salah lagi..!, meskipun pancaran auranya begitu samar, namun masih terasa" sahut Khan semakin yakin.


Mereka menyadari adik kesayangannya mungkin sudah terbuai akan nikmat alam Randa, sehingga lupa akan dunia manusia yang penuh perjuangan untuk hidup.


Namun tak semudah itu Khan dan Khim harus menerobos setiap lantainya, hingga ke puncak, yang dimana di jaga para Jinna (Jin yang mirip sekali dengan manusia)


"Adik ku Riad tunggulah kakak mu ini akan segera menjemputmu..!!" ucap Khan sembari mengaktifkan auranya.


Khim pun tak mau kalah bersemangatnya, Aktifnya aura dari Sang kembar menciptakan sinergi yang siap melibas segala apapun yang menghalangi langkah mereka.


Bersambung...

__ADS_1


Jin seperti apakah yang akan menghadang laju langkah Sang kembar untuk membawa adik mereka pulang kembali ke dunia manusia!!, "Tunggu kelanjutannya ya" 👋


__ADS_2