
Chef Khim terkenal karena kemampuan mengolah makanan dan juga kecantikannya, paling suka baju warna oranye sesuai elementnya petir atau listrik.
Di restoran Riad duduk dimeja yang sama dengan Ryuna sedangkan Miyuki bergabung dengan wisatawan lain nya mencoba lebih akrab.
"Hem.. kita berasa kayak lagi pacaran" terucap begitu saja dari mulut Ryuna.
Riad hanya tersenyum kecil, sepertinya hatinya bimbang, akan tetapi hanya bersama Ryuna pusing yang selama ini kadang-kadang kumat hampir tak terasa lagi bila mereka bersama.
Suasana begitu canggung, bahkan mereka tak ada yang saling memandang hanya pura-pura bingung memilih menu.
"Makanannya yang ini, minumannya yang ini ya.. kak, temannya sudah ada pilihan?" tanya pelayan wanita yang sangat senang melihat Riad yang disebut juga pangerannya desa Bayangan namun sedikit kesal melihat Ryuna.
"Gak kamu gak orang-orang sini jauh banget dari kesan ramah, bahkan aku lihat hampir jarang ada warga yang tersenyum, untung wisatanya bagus" Ryuna kesal.
Wisatawan mana tau kalau warga desa sebenarnya adalah petarung yang sering berhadapan dengan dunia astral makanya susah sekali buat tersenyum, terkesan jutek dan bersikap dingin.
Selain menikmati makanan yang enak pengunjung restoran juga bisa melihat aktivitas dapur yang dapat ditonton dari layar datar yang disediakan.
"Juru masak nya cantik banget ya lebih terlihat seperti model ketimbang seorang Chef" Ryuna mencoba mencairkan suasana.
"Aku nyoba dong makananmu kayak nya enak?" pinta Riad.
"Hah..!" Ryuna kaget, mencoba mengatasi rasa gugupnya dan menyuapi Riad perlahan.
"Semua makannya enak punya citarasa masing-masing aku takut gendut kalau dimasakin dia tiap hari" ucapan Riad membuat Ryuna semakin bingung.
Ryuna mulai merasa bahwa Riad sepertinya sudah biasa berhadapan dengan perempuan, tapi dia tidak peduli yang penting bisa dekat dan menikmati waktu kebersamaan mereka.
Semua pengunjung restoran yang lagi asyik menikmati makanan dan minuman perhatian mereka teralihkan akan Chef yang mereka idolakan jauh sebelum tau Wisata Tersembunyi, berjalan ke sebuah meja makan.
Chef itu langsung mencium pipi Leader mereka, kru pendaki Riad pun bangga dengan pemandu yang memimpin pendakian mereka.
Sendok yang dipegang Ryuna terlepas dan jatuh kelantai, Khim pun memanggil waiters untuk mengganti sendok.
Khim langsung duduk disebelah Riad sambil mencubit pipinya seakan tak perduli dengan gadis yang ada dihadapannya.
Hati Ryuna berkecamuk antara senang bertemu idola dan cemburu, sangat membingungkan perasaan.
"Kakak aku bukan anak kecil lagi!" Riad kesal dengan kelakuan kakaknya itu.
"Kakak..!!" hampir saja Ryuna ngelakuin hal bodoh.
"Hobi adik aku tersalur dengan baik ya.. kamu seneng ngelakuin ini, gimana pusing kamu masih gak, sayang banget padahal aku pengennya sama adik ku ini terus.." Khim kebanyakan ngomong.
__ADS_1
"Ya sudah Kaka balik ke dapur dulu ya, nanti kakak kapan-kapan mampir ke tempat mu Camping" Khim kembali mencium pipi adiknya itu kemudian beranjak pergi.
"Gimana.. kamu gak suka makanannya?" tanya Riad pada Ryuna yang terlihat masih kaget.
"Su.. suka.. kok, ini aku mau makan lagi" Ryuna melanjutkan makannya.
Setelah selesai makan mereka pun antusias bersenang-senang di wahana Goa panjang.
"Sepertinya aku kurang cocok bergaul dengan yang lain mau gabung Ryuna takut ganggu, andai saja Riad punya teman yang tampan nya sama kayak dia" Miyuki sedih.
Ryuna menghampiri Miyuki yang terlihat sedih.
"Kamu kenapa kok sedih, kita seru-seruan yuk?" ajak nya.
"Aku gak ingin ganggu kalian, sudah lama aku tak melihatmu sebahagia ini, biar aku yang mengalah" Miyuki mencoba berlapang dada.
Didepan Pintu Goa.
"Kapten Riad..!" panggil seorang pemuda tampan berpostur badan besar.
"Jay.." Riad mengenali saudara sepupunya itu, mereka pun berpelukan.
"Ngapain kamu disini Jay gak ikut tim lain kah?" tanya Riad.
"Lagi senang-senang lah. Kapten ku cuma satu, cuma kamu.." Jay menjelaskan.
Lagi asyik mereka berbicara Ryuna dan Miyuki menghampiri.
"Leader Riad..dia siapa?" tanya Miyuki penasaran.
Karena Riad takut pusingnya kambuh dia pun mengandeng tangan Ryuna.
"Dia saudara sepupu aku anak dari adik ayah ku" Riad memberitahu.
"Salam kenal namaku Jaylani Panggil saja Jay.."
mereka pun berkenalan, Jay menjelaskan dia gak punya teman buat diajak bermain, Riad mengajak Jay bergabung membuat Miyuki bersemangat.
"Terima kasih Tuhan doaku langsung terkabul aku janji gak akan nakal kalau gak khilaf.." Miyuki bersyukur gak jadi obat nyamuk lagi.
Mereka pun bersenang-senang menikmati berbagai macam Jenis Goa, di Goa Berbunyi.
Riad yang jago bermain musik memukul-mukul batu yang berjejer dengan tangan nya mengahasilkan irama yang membuat pengunjung menari-nari.
Miyuki mengajak Jay menari bersama.
__ADS_1
"Dasar lah Miyuki.." Ryuna masih bingung kenapa temannya itu begitu mudahnya mendekati setiap lelaki, berbeda sekali dengan dirinya.
Ryuna yang sedari tadi menaruh kedua telapak tangannya dipundak Riad yang sedang memainkan Batu Berbunyi dengan alasan biar gak pusing bila melihat Miyuki, Ryuna berpikir mungkin apa yang dirasakan Riad sama dengan traumanya hingga menimbulkan gejala itu, terlintas pikiran mau memeluk Riad dari belakang.
"Lanjut yuk..?" ajak Riad kewahana lain.
Seseorang pun mengantikan Riad memainkan Batu Berbunyi, cuma lima menit memainkannya orang itu sudah gak kuat, telapak tangannya sakit sehingga dia bingung kok bisa-bisanya ada yang memainkannya begitu lama sampai sebagian orang lelah menari.
Di Goa Labirin Ryuna kebingungan karena mereka terpisah.
Miyuki sengaja meninggalkan Ryuna bersama Riad, agar dirinya bisa berduaan dengan Jay.
"Jay..mungkin ini terlalu cepat, kamu mau gak jadi pacar aku?" tanya Miyuki dengan tingkahnya yang manja.
Di sisi goa lain Riad seperti biasa, dia nyemil kacang almond.
"Kamu mau..?"
Ryuna diam dan menutup matanya.
Riad pun menyuapinya sebiji kacang almond.
Lagi-lagi Ryuna malu sendiri, mereka sempat bertemu beberapa pengunjung lain yang tersesat dan mengikuti mereka menuju jalan keluar Goa Labirin itu.
Tidak beberapa lama pengawas Wahana masuk menjemput orang-orang yang menyerah, dan ditertawakan temannya yang berhasil keluar sendiri, padahal ngikutin Riad.
Kini bukan Riad yang pusing melainkan Ryuna karena melihat Miyuki yang begitu nempel pada Jay, padahal baru saja kenal beda sekali dengan dirinya yang pemalu.
"Sepertinya ini sudah jam makan siang kita mau makan dimana?" tanya Riad pada teman-temannya.
"Gimana kalau kita jajan yang dingin-dingin, itu ada standnya disana!" Jay mengusulkan.
Miyuki pun berjalan sambil menarik tangan Jay merangkul, menarik, merangkul begitu seterusnya.
"Kamu kenapa?" Riad bertanya khawatir.
"Ternyata bener kelakuan Miyuki memang bikin pusing" akhirnya Ryuna juga merasakan apa yang Riad rasakan.
Riad pun bertolak pinggang meminta Ryuna untuk menggandengnya.
Ryuna sangat senang, mereka pun memesan Roti dengan sirup dingin berbagai rasa ditambah toping yang bisa di kreasikan sendiri, dan es kopyor.
"Habis ini kita kewahana..?"
Bersambung...
__ADS_1
Akan kah cinta mereka cuma sesat namun indah, tunggu kelanjutannya ya? "Sampai jumpa" 👋