
Sekelompok anak muda yang terbiasa nongkrong malam mabuk-mabukan dan sering juga mengganggu orang lain yang lewat, perhatian mereka teralihkan dengan sosok wanita cantik, sangat cantik menurut mereka.
Beberapa dari mereka mengikuti wanita itu berjalan menuju semak-semak mereka sepakat untuk bergantian, terdengar rintihan membuat teman yang lain tak sabar namun betapa kaget nya yang tak sabar itu melihat seekor babi yang lagi di genjot teman nya itu.
"Enak banget bre.." kata temannya yang sedang berbuat itu.
"Ini mataku rusak apa gimana ya.. itu babi kampret..!" teman nya yang melihat kebingungan.
"Mata kamu picek... jelas-jelas cewe cantik ini" teman yang lagi asyik bersikukuh.
Setelah mengucek matanya lagi babi itu berubah jadi wanita cantik.
"Oh iya.. aku mabuk berat banget ini.. hehe, buruan gantian Jing!" pinta teman sekampret nya itu.
Setelah kejadian malam itu di malam selanjut nya terasa ada yang aneh dari percakapan teman nya.
"Ngork.. ngork.. ngork.." ucap seorang dari mereka.
"Ngork.. ngork.. ngork.." mereka saling berbicara.
"Ini kalian kenapa sih kayak babi gitu.." teman lain heran.
Teman yang ketakutan itu kabur lari tapi dikejar oleh temannya.
"Ngork.. ngork.. ngork..!" tanya nya kenapa lari.
"Kalian kenapa sih.. emang semalam dari mana kok jadi gini?" teman nya sangat ketakutan.
Teman bersuara babi itu menarik nya kembali bergabung, mereka kembali minum-minum akan tetapi teman nya yang ketakutan itu hanya berpura-pura minum.
Lewat lah seekor babi dihadapan mereka para cowok yang pengen lagi, mengikuti babi itu.
"Astaga.. jadi ini penyebab mereka berkelakuan seperti ini!" selagi teman-teman nya berjalan mengikuti babi, cowok yang sadar itu berlari menjauh.
Tapi sejauh apapun dia berlari tetap kembali ke tempat yang sama.
"Hah.. hah.. capek juga, lah ini kok aku masih di sini ya, perasaan tadi aku pura-pura minum tapi kenapa seperti mabuk berat gini" semakin kebingungan.
"Kenapa kamu gak mau ikut teman mu.." wanita cantik yang tiba-tiba berbisik di belakang.
"Kam.. kamu siapa?" gelagapan pemuda itu semakin ketakutan.
Wanita langsung mencium bibir pemuda itu hingga beradu lidah, hingga saat tersadar dia memiliki dada yang menonjol.
__ADS_1
"Ini kenapa dada aku, lah.. suara ku jadi cewek sih.." Pemuda itu tak percaya kenapa dia bisa jadi seorang cewek.
Sekelompok teman nya yang berjalan seperti Zombi berjalan ke arahnya.
"Mundur.. kalian mau ngapain.. tidak.. Arkh.. jangan.." cewek itu menggenggam pisau entah dapat dari mana menusuk teman-teman yang mau memperkosanya itu.
Suasana mencekam dunia terasa aneh, semua terasa begitu membingungkan, hingga muncul perasan seandainya saja aku tidak nongkrong malam dan ngumpul melakukan kegiatan yang tidak berguna, aku pasti tidur dengan nyaman.
Pisau itu berubah jadi botol yang pecah dan berlumuran darah teman-teman nya semua mati tertusuk.
Hingga keesokkan hari nya para polisi menyelidiki tempat itu dipimpin komandan wanita.
"Sepertinya ini bukan hanya ranah hukum, aku harus memanggil pasukan khusus nih" ucap wanita bernama Wity.
Datang lah Tim Angin berjubah putih.
"Hai.. Wity..?" sapa Riad.
"Hai juga Riad, ini seperti ada kejadian ganjil, aku sudah melihat jejak di lantai malah membuat ku bingung, kenapa ada bekas langkah babi di TKP" Wity menyelidiki.
"Madi.. deteksi kejadian perkara" perintah Riad.
"AURA SENTUHAN WAKTU.." Madi mengunakan aura nya untuk melihat kejadian sebelum nya di TKP.
"Baiklah kami akan memburu target, Wity sampai jumpa lagi.." Riad berpamitan.
"Wity nanti kita telponan ya.." Madi menggoda.
"Jalan buruan.. kelakuan mu itu ya.." bentak Khan.
"Kak Madi.. udah punya istri kak ingat.." tegur Jay.
"Riad adalah pedoman hidupku dan aku pasti bisa seperti dia". Madi ingin mengikuti jejak Riad yang berpoligami namun istrinya begitu harmonis.
Berpindah lah Tim Angin ke suatu tempat di depan gedung pusat hiburan malam.
"Dia tau kita memburunya hingga dia mencari tempat yang ramai, semua berganti busana" Riad memerintahkan mengganti pakaian mereka mengenakan gaya santai.
"AURA MATA LANGIT.." Khim mengunakan aura penglihatan tajam nya, hingga ditemukan lah wanita yang mereka buru sedang menjadi DJ di club itu.
"DJ itu adalah dia, kita tak bisa menunggu sampai acara selesai, tapi sepertinya kita harus menghajar beberapa orang yang dalam pengaruh nya, Kak Khan dan Khim habisi lumpuhkan mereka, yang lain kita incar target!" Riad mengatur pergerakan anggotanya.
__ADS_1
Riad menerobos para penjaga hingga sampai lah di ruangan DJ satu lantai dari balik kaca menghadap tempat orang-orang yang dalam pengaruh obat-obatan di bawah.
Rianti menyergap nya dengan AURA BONEKA KAYU namun wanita pucat itu menepisnya dengan SABIT PENCABUT NYAWA.
"Senjata itu adalah jin gerbang kematian.." Jay terkejut.
"Wanita itu hanya wadah saja, entah seberapa banyak kekuatan yang telah dia kumpulkan, hatinya begitu gelap dipenuhi amarah yang tak terhingga" Madi menerka kemampuan lawan.
Wanita pucat itu membuka gerbang dimensi.
Riad, Rianti, Madi, Jay terlebih dahulu masuk disusul Khan dan Khim yang melesat cepat menyusul masuk sebelum gerbang tertutup.
Mereka berpindah ke kota mati di mana kota yang tak terurus lagi.
"Kota ini telah dihancurkan semua penduduknya bukan manusia lagi, semua jasad mereka diambil alih oleh bangsa jin yang ingin mengambil alih dunia manusia" Madi membaca situasi.
"Tanpa wanita itu sadari dari awal jin sudah merencanakan semua ini, dia sengaja membentuk karakter yang penuh dendam sebagai wadah pengumpul kekuatan gelap nya" Riad menerka kejadian.
Dari atas terlihat wanita pucat memegang sabit.
Muncul banyak orang bersenjata tajam menyerang Tim Angin.
"AURA..!" teriak semua anggota bersiap melakukan perlawanan.
"Percuma kita menghadapi manusia yang dirasuki jin ini, aku dan Rianti akan mengejar wanita pucat itu, kalian susul setelah ini" Riad bergerak terbang mengunakan AURA SEPATU BERSAYAP.
Rianti terbang mengunakan AURA SAYAP DAUN mereka melesat mengejar wanita pucat.
Pertarungan aura melawan kekuatan gelap berlangsung.
AURA TEBASAN UDARA yang Riad layangkan bisa dihindari oleh wanita pucat dengan menghilang ke berbagai arah.
AURA AKAR BERDURI Rianti juga tak bisa menangkap wanita itu.
Riad akhirnya mengunakan senjata pusaka PANAH PEMBALIK ARAH.
Anak panah yang mengejar itu berhasil membuat arah hilang wanita pucat tak seperti yang dia inginkan.
"Senjata pusaka.. TOMBAK ES ABADI.." senjata Riad itu memanjang beradu dengan SABIT PENCABUT NYAWA.
Sabit yang perwujudan jin itu merasakan energi jin yang sama dengan nya, hingga dua kekuatan alam lain itu beradu.
Jin bingung dari mana orang ini memiliki benda-benda yang berkekuatan sama dengan nya.
__ADS_1
Bersambung...
"Sampai jumpa" 👋