
Sora gadis cantik misterius yang sebelum nya menjadi persembahan.
Di sebuah Rumah besar yang masih dengan arsitektur kuno, tempat Sari, Sira, dan gadis cantik dibawa.
"Kita sudah berhasil menculik salah satu pasukan ninja Klan petir yang bahkan nama nya saja sudah terlupakan, mereka pasti akan menampakan diri dari persembunyiannya selama ini" ucap salah satu orang misterius penggagas penculikan.
Diruang medis tempat Sari dan Sira disekap.
"Pastikan mereka selalu dalam keadaan tidak sadar..!" perintah seorang bertopeng iblis tersenyum.
Para dokter yang bekerja untuk menjaga pasien mereka itu, menyuntikan sebuah cairan selang waktu 5 jam sekali, sambil mengecek detak jantung dan pernapasan.
Hari pun mulai gelap.
"Aku suka tegang kalau harus berjaga seperti ini!" terdengar obrolan para penjaga yang tiba-tiba.
"Mura..!" teriak teman yang kaget melihat rekan nya tiba-tiba pingsan dengan mulut yang berbusa.
Dia pun juga menerima hal yang sama, satu persatu penjaga berjatuhan, tanpa terdeteksi ulah siapa.
Dengan cepat Tim Bumi menemukan kamar tempat anggota mereka disekap.
"Kapten apa gadis cantik ini juga kita bawa?" tanya wakil kapten Tim Bumi yang melihat gadis itu cuma di ikat biasa saja tanpa ada alat medis ditubuhnya.
"Bawa saja.. aku curiga semua ini sepertinya sudah direncanakan, buka portal kita pulang sekarang..!" Perintah Kapten cepat tanpa membuang waktu kepada 5 orang anggotanya yang bertugas membuka portal.
"Sepertinya umpan telah dimakan..hehehe.." tawa seseorang bertopeng yang mengawasi dari layar kamera tersembunyi.
Sesampainya di Padepokan Nafas Patikaman.
Wakil Kapten Tim Bumi Mulai menanyai gadis cantik di ruangan interogasi.
"Siapa nama kamu?" tanya santai.
"Nama ku Sora" Jawab si gadis.
Gadis itu pun memberi tahu umur nya berapa, anak dari siapa, apa saja yang terjadi di desa nya.
Sementara Tim lain memantau dari balik kaca satu arah ruang interogasi.
"Sepertinya gadis ini memang tidak tahu menahu tentang apa yang dialami tim kita, jawaban dan sorot matanya begitu polos" analisa Kapten Tim Bumi.
"Tuan muda Rahmadi.." sapa anggota Tim Bumi.
"Ini data dari orang yang meminta bantuan kita semoga bisa membantu" Madi menyerahkan berkas.
__ADS_1
"Gimana keadaan Sari dan Sira?" tanya Madi.
"Keadaan si kembar sudah membaik, mereka lagi ada di ruangan pemulih aura!" jawab Kapten Tim Bumi mencoba menerima keadaan.
"Maaf kan aku Kapten harus nya aku mengecek lagi, sampai mendetail hingga kejadian seperti ini gak terjadi" Madi merasa bersalah.
"Tuan muda tak usah merasa bersalah, semua ini memang diluar dugaan, kita tinggal menyelidiki apa motif dari ini semua" Kapten mulai berpikir jernih.
"Apa aku coba interogasi dengan pendekatan emosional ke korban " pinta Madi.
"Silahkan Tuan muda kalau berkenan membantu penyelidikan ini" Kapten mempersilahkan.
Madi memasuki ruang interogasi terlihat gadis cantik yang tadi menjawab dengan begitu sederhana dan menundukkan wajahnya mulai bersikap selayaknya gadis yang menawan, terpesona oleh kedatangan Madi.
"Wakil Kapten serahkan ke saya kamu boleh istirahat" Madi mengambil alih.
"Terimakasih tuan muda Rahmadi" Wakil kapten keluar ruangan, akan tetapi bergabung dengan tim nya memantau dari ruang sebelah.
Madi duduk berhadapan dengan gadis itu tanpa berkata hanya memandanginya saja.
"Kenapa kamu memandangi ku begitu..?" gadis cantik yang bernama Sora itu malu.
"Kamu cantik tapi aku tak tau hatimu, kau masih sangat muda bahkan sepertinya kamu belum pernah jatuh cinta, namun sudah di korbankan untuk jadi persembahan tumbal oleh warga desa mu sendiri" Madi memainkan perasaan gadis itu.
Sora menangis tersedu sedu mengingat kejadian yang telah menimpanya.
"Ceritakan saja apa yang terjadi, aku akan mendengarkan?" dengan suara yang sangat lembut Madi meminta.
"Aku sebenar nya bukan warga desa itu, aku dijual, masih banyak anak sepertiku yang di kurung oleh Yakuza, aku di bawa paksa karena ayah ku tak bisa bayar hutang, aku disuruh jadi model majalah dewasa tapi aku menolak hingga aku di jadikan tumbal, dan sebagai contoh agar yang lain menjadi takut" Sora bercerita banyak.
Namun bagi Tim Bumi masih sangat banyak kejanggalan mengenai alasan kenapa Yakuza itu berani-beraninya mengincar anggota nya.
"Percuma kita masih tak menemukan titik terang namun kita menemukan fakta lain, mungkin dari situ kita bisa mencari tahu" Kapten menarik sebuah kesimpulan.
Di mangrove park.
"Kak madi sepertinya sudah pulang, katanya akan menemui kita di Gunung Air Terjun" Jay memberi tahu.
"Kangen juga sih.. kita bisa ngumpul lagi" Riad mengenang masa-masa kekocakan mereka.
Ryuna dan Miyuki berjalan ke arah mereka.
"Hayo.. lagi ngomongin apa senyum-senyum gitu..?" tanya Miyuki yang baru selesai menemani Ryuna ganti baju.
"Kakak aku, sepertinya akan bergabung dengan kami lagi" Jay antusias.
"Kakak nya Jay sikapnya bagai mana?" tanya Ryuna yang pernah ketemu kakak nya Riad.
__ADS_1
"Dulu sih orang nya konyol banget tau deh sekarang" jawab Riad.
"Iya kakak aku orang nya suka bercanda" tambah Jay.
"Ini kita mau kemana lagi?" tanya Miyuki.
"Jay silahkan menerangkan" Riad menyerahkan.
"Jadi aku yang kasih tau nih. Baiklah selanjutnya kita akan ke Flying fox, dilanjutkan dengan atraksi Yuyumbo, atau mau memancing ikan monster dan banyak lagi yang lain nya" Jay mencoba menerangkan.
"Cukup bagus.." Riad memuji.
Mereka berjalan bersama bergandengan tangan dengan pasangan masing-masing bercanda gurau.
Wahana Flying fox.
"Ini kita di ikat nempel lagi?" Ryuna teringat waktu main paralayang.
"Iya soalnya kamu belum berani sendiri kan" ucap Riad lembut.
"Aku gak berani terpisah darimu" gombal Ryuna.
"Siap..?" Riad memastikan.
"Siap..!" Ryuna berani.
Mereka pun melompat meluncur dengan cepat Ryuna terlihat sangat bahagia, sepertinya Ryuna sudah mulai berani.
"Mau coba sendiri gak?" Riad memberi tantangan.
"Sendiri.., berani gak ya, Ini meluncur lurus aja kan. Jadi.. aku mau coba deh!" Ryuna memberanikan diri.
Setelah semua alat terpasang dan dicek kembali.
"Aku meluncur duluan ya aku tunggu di bawah, jadi Ayang ku harus berani" Riad menyemangati.
Riad meluncur terlihat begitu asyik dan aman tanpa ada yang perlu ditakutkan.
Ryuna yang tadinya berani jantungnya berdegup kencang kembali karena ada di ketinggian 100 meter dari tanah.
Riad yang sudah ada di bawah memberi aba-aba memanggil dan memeluk, Ryuna meyakinkan hati bahwa kekasihnya sedang menunggu dibawah, kalau seperti ini saja takut apa lagi akan menghadapi kemungkinan yang akan terjadi nantinya.
Ryuna pun meluncur tidak begitu cepat karena badan nya ringan, sangat mengasyikkan saat meluncur tak sebegitu seram saat di atas.
Sesampai nya di bawah karena terlalu asyik tidak memperhatikan posisi Riad yang tadi memangilnya sewaktu di atas.
Bersambung...
__ADS_1
Waduh... apa lagi nih yang bakal terjadi, dan rahasia apa yang belum terungkap? "Sampai jumpa" 👋