
Para pria suku Bungas dibantai habis oleh suku Rakai menyisakan wanitanya saja, para wanita yang tidak terima melompat ke sungai, karena darah suku Bungas yang memang keturunan makhluk berekor dan bertelinga lancip.
Kembalilah ke sifat buas mereka, yang tadinya ingin menjadi makhluk normal yang cinta damai, mengambil senjata mereka yang ada di dasar sungai naik ke permukaan dan membantai balik para kaum suku Rakai.
Suku Rakai yang tak pernah melihat senjata yang asing bagi mereka kewalahan menghadapi para wanita air yang mengamuk, akhirnya pertempuran 2 suku dimenangkan wanita air namun semua pria di sukunya sudah habis, untungnya sebagian dari mereka ada yang telah hamil.
Untuk menghindari hal serupa terjadi suku Bungas yang menyisakan para wanita saja, memilih hidup di dalam sungai besar dari pada di darat melepas pakaian mereka kembali ke kehidupan semula.
"Lah.. kalau dari awal mereka memang hidup di air kenapa naik ke darat?" Sora bertanya.
"Dari kisah itu ada kisah lain.. karena cinta dengan seorang lelaki peri hutan!" Madi melanjutkan kisahnya.
Pada masa itu peri hutan terkena wabah suatu penyakit sehingga hanya menyisakan seorang anak laki-laki.
Anak laki-laki itu berlari menangis tanpa tau arah hingga terjatuh ke tepian jurang dan tercebur ke sungai, karena tak bisa berenang anak itu pun tenggelam namun setelah sadar dia terbangun dalam ruangan hangat dengan cahaya Kristal di langit-langit seperti lampu yang menerangi tempat itu.
Anak itu merasakan bantalnya seperti paha mulus seseorang dia terkejut melihat wanita tanpa busana tertidur juga, lebih kaget nya dia menyentuh ekor seperti corak sisik ular.
Wanita itu juga terbangun, bertelinga lancip yang sama, yang membedakan hanya ekor nya saja, mereka berkenalan. Anak laki-laki yang pakaiannya dilepas oleh wanita itu malu, ditambah lagi diolok-olok sama wanita kenapa ekor nya ada di depan, mana kecil lagi.
Anak itu menceritakan kaumnya yang telah musnah oleh wabah, wanita itu juga menceritakan tentang kaumnya yang hanya ada mereka tanpa tau jenis kelamin semuanya sama.
Seiring berjalannya waktu anak itu sudah beranjak remaja dan sudah bisa berenang, ternyata hilang nya kapal pedagang yang masuk perairan itu adalah ulah mereka mengunakan senjata seperti tali entah terbuat dari bahan apa sepertinya tali itu bisa bergerak sendiri atau itu adalah makhluk hidup lain yang hidup di dasar sungai.
Anak laki-laki yang menyadari para wanita itu adalah peri air mengajaknya hidup di darat, agar tidak melakukan kejahatan lagi dan awal mula perkembangbiakkan pun dimulai, hingga terlahirlah spesies baru yang memiliki kecerdasan tinggi dalam kerajinan tangan dengan wajah cantik dan tampan yang dinamakan suku Bungas.
"Terus awal kisah kaum peri mereka masing-masing gimana?" Sora masih saja penasaran.
"Sora cantik.. kisah itu cuman dongeng, yang mengajarkan kita jangan berputus asa dan jangan pernah merampas hak milik orang lain.." Madi mulai kesal dengan kekasihnya itu.
Di samping perahu besar mereka, para wanita air ikut mendengarkan cerita Madi.
"Aku belom mengantuk.." Sora memanja.
"Emang kamu mau langsung tidur?" tanya Madi.
__ADS_1
"Enggak sih.. bukan nya kita mau itu ya?" Sora tersenyum manis.
"Iya nanti aku beri deh kita tidur yuk..?" Madi mengajak.
Mereka beranjak pergi dari tempat santai pinggiran perahu itu menuju kamar.
Para wanita air menyelam.
Di bawah sungai dalam ruangan kering tempat tinggal para wanita air.
"Siapa sih orang tadi kenapa dia tau asal usul leluhur kita..?" tanya salah satu diantara mereka.
"Aku merasakan kekuatan bumi dari dia, tak tau lah pokok nya kita harus lebih hati-hati lagi jangan sampai ada yang melihat kita sewaktu muncul ke permukaan!" jawab seseorang yang sepertinya ketua dari para wanita itu.
"Kapan kita menculik seorang pria ketua, sudah 10 tahun kita tidak membuat keturunan?" tanya wanita air.
"Sebenarnya leluhur kita terdahulu bisa melahirkan tanpa harus ada nya pria, namun dikarenakan kita adalah makhluk evolusi kedua jadi hal itu sudah tak bisa lagi, kita membutuhkan bibit yang ditanamkan langsung ke rahim" Ketua menjelaskan.
"Sewaktu sekte dukun masih ada mereka sering memberikan pria untuk kita agar bisa melewati sungai ini, tapi sungguh disayangkan pria itu hanya sanggup membuahi satu dari kita saja" wanita air lain berbicara.
"Sekarang sungai ini sudah jadi jalur perjalanan pariwisata, jangankan mau menculik kita malah diminta oleh seorang yang bernama Hasbullah untuk tidak menampakkan diri" ketua bingung.
"Baiklah aku akan berbicara pada pasukan bayangan yang sering berpatroli di sekitar sini" ketua dan beberapa wanita air pergi.
"Thak.. thak.. thak..!" suara kode wanita air memanggil.
"Thuk.. thuk.. thuk..!" suara kode balasan pasukan bayangan.
Para wanita air berenang ke tepian sungai yang sepi itu.
"Ada apa kalian memanggil.." tanya kapten dari 30 orang pasukan bayangan yang berpatroli.
"Tahun ini remaja dari kaum kami sudah memasuki masa birahi, jadi kami meminta tolong bantuan dari kalian seperti janji yang pernah terjalin pada saat dulu!" pinta ketua wanita air.
"Kalian sangat menggoda sekali akan tetapi, bagaimana ya menjelaskan nya" kapten pasukan bingung.
Para wanita air menyebar mendekati satu persatu pasukan bayangan dengan kecantikan dan kemolekannya, sebuah godaan yang sulit sekali di tahan.
__ADS_1
"Kapten bagaimana ini..!?" salah satu pasukan yang mental nya sudah terlatih mencoba bertahan.
"Yasudah.. berikan saja keinginan mereka, janji tetap lah janji, kita seorang kesatria tak bisa ingkar janji" Kapten pasukan mengizinkan.
Malam itu pasukan bayangan dan wanita air saling melengkapi sebuah simbiosis mutualisme antara makhluk hidup.
"Thak.. thak.. thak..!" seorang wanita air memberi kode.
"Thuk.. thuk.. thuk..!" Madi menjawab.
"Kakak kenapa udah jarang ketemu aku lagi sih..!" ucap wanita air yang pernah menjalin hubungan dengan Madi.
"Maaf aku sibuk, tapi aku selalu memikirkan mu setiap kali aku melihat air" gombal Madi.
Wanita itu melompat ke atas perahu.
Mereka melepas rindu yang sudah tertahan.
"Fifi.. anak kita bagai mana?" tanya Madi.
"Anak kita sudah bisa berbicara, tapi belum boleh berenang" Fifi memberitahu.
"Maaf Fifi.. aku tak bisa selalu bersamamu kita berbeda alam, kamu peri air sedangkan aku manusia" Madi memeluk wanitanya itu.
"Aku sadar akan hal itu, lagian kami tidak begitu memerlukan seorang pria kecuali untuk pembuahan" Fifi tersenyum.
"Kamu sendiri aja, yang lain mana?" tanya Madi.
"Yang lain lagi menagih janji!" jawab Fifi.
"Fifi kamu mau juga..?" Madi menawarkan.
"Iya aku lagi pengen, tenang saja.. kami para peri air bisa menutup kantup bagian dalam agar tidak hamil, karena aku sudah punya anak, aku bisa membatasi masa kawin" Fifi tidak ingin membuat Madi kepikiran akan perbuatan nya.
Sedangkan Sora yang sehabis di pijat oleh Madi tertidur dengan nyenyak nya.
Bersambung...
__ADS_1
"Sampai jumpa" 👋