Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
TAK BISA MEMILIH


__ADS_3


Almarhum Musanto adik bungsu dari Khamir dan Hasbullah memiliki seorang putri bernama Rianti, gadis yang terkena kutukan hingga siapa saja yang menatap wajah nya akan menjadi boneka kayu, topeng nya pernah hancur dan dibuatkan lagi oleh pamannya Hasbullah yaitu ayah dari Rahmadi dan Jaylani.


Rianti salahsatu anggota dari Tim Kayu, yang jatuh hati dengan Riad anak dari Khamir yang juga paman nya sendiri, semenjak insiden wajahnya di lihat oleh Riad sewaktu kecil dan tak terjadi apa-apa.


Sejak itulah Rianti memutuskan suatu hari nanti kalau sudah dewasa dia ingin memilih Riad menjadi kekasihnya.


Hingga kini setelah mereka menginjak usia remaja mereka akhirnya berpacaran.


"Semuanya akhirnya kita sampai di puncak gunung Goa Panjang.." Riad mendeklarasikan keberhasilan kru nya.


Semua pendaki bersukaria atas keberhasilan mereka.


Mereka semua berpoto bersama untuk mengabadikan jejak langkah mereka sembari menancapkan bendera Kru Bucin.


Selanjutnya mereka menuruni gunung menuju Jembatan gantung yang menghubungkan dua gunung itu.


"Semuanya bentuk barisan dua orang bergandengan kiri dan kanan" Riad mengarahkan.


"Jembatan ini udah kayak mau masuk alam lain aja ya, tertutup awan gini ujung nya tak nampak pula" ucap Si Pirang.


"Pegangan kak..!" pinta gadis Loli.


"Pegangan Miyuki bukan pelukan, susah jalan ini.." tegur Jay.


"Anu.. Riad.. hem.. " Ryuna semakin malu atas insiden kolam waktu itu, dan pegangan tangan Riad membuat jantungnya berdebar.


"Jantung kamu gak papa Ryuna..?" kembalinya kekuatan Riad membuatnya jadi lebih peka.


Ryuna memeluk tangan Riad, Riad pun mengusap kepala Ryuna pelan.


Setelah menempuh jembatan yang panjangnya 2 kilometer.


"Akhirnya sampai juga..eh..!!" sesampainya di seberang pendaki pada kaget melihat bebatuan, yang ada cuma batu tak ada pohon sejauh mata memandang.


"Ini batu semua Leader..." tanya gadis yang satu matanya tertutup kain.


"Bukan.., kita ini orang, kita jalan aja dulu atau mau istirahat minum dan nyemil makanan" Ucap Riad.


"Iya.. paling kayak kemaren, pasti ada kejutan ini, ya gak beib?" dengan yakin pemuda bucin itu berkata.


Ada yang berpoto, ada juga live streaming sedari tadi ngoceh.


"Tolong jangan ada yang berdiri di tebing disitu berbahaya, yang disana.. jangan disitu..!!" tegur Riad pada kru nya yang bandel.


"Mau eksis boleh tapi sayangi..?" tanya Jay.


"nyawa.." Jawab kru pendaki.


"Sayangi ibu bapak kalian lah.. susah-susah membesarkan masa meninggal hanya karena ingin eksis di sosmed" candaan Jay sungguh menusuk kalbu.


"Yasudah..Kita jalan lagi semua, pasang tali pengait tanjakan di atas akan sedikit curam!" Riad mengatur barisan.


Semuanya saling mengaitkan tali dari pinggang satu kepinggang lain nya yang dipimpin Riad di depan.


Ada beberapa dari mereka sempat kepeleset tapi gak sampe jatoh.


"Kita telah sampai di titik perkemahan Gunung Bukit Berbatu" Riad memberi tahu dan melepaskan tali pengaitnya.


"Apa itu Oase..seperti di gurun pasir..!" Miyuki tercengang.


Kru yang dibelakang yang tadinya lemas langsung semangat dan berlari ke Oase di Bukit itu.


"Dirikan tenda, kita berkemah disini.." perintah Riad.


Setelah memasang tenda dan kekamar mandi buat nyetor, mereka pun berendam di kolam Oase yang dikelilingi rerumputan hijau dan pepohonan.

__ADS_1


"Ini ada pelampung karet, ada karpet juga buah-buahan dan minuman tersedia " Ryuna heran.


"Biar kamu gak capek berenang lah.., nikmatin aja" Riad bingung jawabnya, padahal sebelum kru dia sampai, Riad meminta orang Resort di atas turun buat menyiapkan jamuan dan prasarana buat mereka.


"Tumben kamu yang protes.." sahut Miyuki yang lagi diolesin Sunblock dipunggung nya oleh Jay.


Mereka pun mengadakan permainan dengan mengikatkan tali ke pelampung pasangannya dan ke pinggang mereka lalu berenang menariknya.


Ryuna yang sempat mau kambuh traumanya karena melihat tali, malah tertawa bergembira sebab Riad begitu cepat berenang menarik pelampung dia.


"Gila leader gak ada cape nya apah .." ucap kru yang sering mendengarkan musik itu.


Mereka begitu gembira sampai tak terasa hari sudah sore.


Di kamar mandi bilas cewek.


"Ryuna..kamu udah jadian sama Riad..?" tanya Miyuki.


"Dia belom nembak sih, tapi apagunanya pernyataan cinta bila kami sampai sekarang masih bisa tertawa bersama" Jawaban Ryuna membuat Miyuki bingung.


Di karpet santai tepi Oase.


Setelah bilas dan ganti pakaian Jay menghampiri Riad.


"Kamu kenapa kok gitu..?" tanya Riad pada Jay yang badan nya bergetar.


"Gara-gara ngolesin Sunblock" jawab Jay singkat.


"Gitu aja.., kirain.." ucap Riad sambil minum air.


"Ngolesnya bolak balik.." sahut Jay singkat padat.


Seketika minuman Riad muncrat.


"Bahas yang lain aja" Riad mau ganti topik.


"Yang mulai nanya siapa " sahut Jay lemas.


"Iya.. dia udah gak selengean lagi kok, kayaknya sih dia lumayan jago cuman ya itu berada di luar desa yang bikin gak betah, Belum lagi ngurusin arsip dan berkas klien yang harus diseleksi dulu kebenarannya" Jay menerangkan.


"Hai.. para cogan.." sapa Miyuki yang datang bersama Ryuna.


Miyuki dengan santainya duduk dipangkuan Jay.


"Udah wangi belom..?" tanya manja Miyuki ke Jay.


Ryuna duduk disebelah Riad, Riad pun menggandeng pinggang Ryuna.


Mereka bercerita tentang siapa mereka, apa kebiasaan mereka, hobi, kesukaan, dan banyak hal.


"Makanan sudah datang.." gadis Loli memberitahu.


"Yuk kita makan malam ngumpul ama yang lain" ajak Miyuki.


"Sebentar lagi aku kesana kalian duluan aja" pinta Ryuna.


Miyuki hanya memberi tanda oke dengan jarinya dan mengandeng Jay pergi.


"Ada apa Ryuna kamu gak laper?" tanya Riad.


"Aku lebih butuh kepastian dari kamu?" Ryuna serius.


Riad pun memegang dagu Ryuna kemudian mengecup bibirnya lembut dan pelan sekali.


"Kita makan yuk..?" Riad mengangkat Ryuna berdiri kemudian berlari sambil bergandengan tangan.


Di sebuah makam kuno.

__ADS_1


"Disini tempat tinggal Jin kelelawar yang mengabulkan pertukaran Jiwa manusia yang berputus asa, semua bersiap.. AURA PERISAI..!" komando Kapten Tim Api yang beranggotakan 11 orang.


Munculah sosok mengerikan bersayap dengan air liurnya yang terus menetes, bertengger di atas sebuah batu nisan besar.


"Berani-beraninya kali..an datang kemari iii..!!" suara Jelek Jin kelelawar marah.


"AURA PANAH API.." Seluruh Tim mengunakan aura yang sama dan menghujani Jin itu dengan panah api.


Kibasan sayap besar jin itu mampu menghalau laju panah yang mengarah ke tubuhnya, dan beberapa kali bisa menghindar.


"Jin itu agresif sekali ditambah lagi dia bisa terbang" ucap Raffi Wakil kapten Tim Api.


Baram Kapten Tim Api memerintahkan untuk memecah Tim menjadi 2 pada Raffi wakilnya.


5 orang pengejar atas komando wakil Raffi dan 6 orang pemusnah komando Kapten Baram.


"AURA KAKI BERKOBAR.." Raffi mengaktifkan aura di kakinya hingga mengeluarkan kobaran api yang bisa membuatnya terbang melesat mengejar Jin kelelawar di udara.


4 orang Tim Api lainnya juga ikut mengejar pertarungan di udara pun terjadi.


"AURA TENDANGAN METEOR.." Raffi mengeluarkan Jurus pamungkas nya.


Tendangan itu berhasil mengenai Jin kelelawar tapi ludah beracun nya membuat Raffi kewalahan.


Akibat Jin kelelawar hanya berfocuskan ke Raffi, 4 orang yang terbang dia atas mereka mengaktifkan tendangan gabungan.


"AURA TENDANGAN HUJAN METEOR.." serangan beruntun anggota Tim Api bisa membuat Jin kelelawar itu jatuh menuju Tim Api pemusnah, yang telah siap menghadangnya.


Dibawah, Kapten Baram membentuk aura gabungan.


"AURA KAWAH NERAKA.." serempak 6 orang itu membuka aura lubang yang menyala-nyala.


"Aiiiik...kekk.....!!" teriak Jin kelelawar meronta.


Jin kelelawar itu tercebur ke lubang aura menyala-nyala menggeliat terbakar tenggelam hingga akhirnya musnah tak bersisa.


Di tempat lain disebuah hutan rimba.


"Sepertinya disini tempat manusia buang anak lalu menukar nya dengan kekayaan!!" Lina Kapten Kayu menduga.


"Pasang..AURA PERISAI.." Mey Wakil Tim kayu memasang aura pelindung.


Dari dalam goa gelap yang lembab berlumut.


"issss... issss...kalia..aan.., mau mengantar nyawa kesini..!!" suara Jin Dewi Ular.


Jin itu langsung menyerang menggigit dengan wajah besar nya yang menganga lebar.


Serangan jin itu mengenai Rianti yang berubah jadi "AURA PENGGANTI BONEKA KAYU.." dengan cepat Rianti berpindah tubuh.


"AURA AKAR RAMBAT.." Zela anggota Tim Kayu membelit Jin Dewi Ular itu dengan auranya.


Ternyata Jin Dewi Ular itu sangat kuat amukan ekor nya bisa membuat nya terlepas dari jerat aura Zela.


"AURA AKAR BERDURI.." serangan Rianti berhasil menahan Jin Dewi Ular itu.


"AURA RIMBUN POHON KAKTUS.." aura Mina berhasil membuat Jin Dewi Ular terjebak.


"Senjata pamungkas AURA KAPAK MEMBELAH GUNUNG.." aura kapak yang sangat besar dari Kapten Lina yang hanya bisa menghantam 3 kali.


Hantaman pertama membuat Jin Dewi Ular tambah murka hingga mengeluarkan ajian pamungkasnya TATAPAN MEMATUNG, Rianti melawan dengan membuka topengnya Hingga kutukan dan ajian mereka bertarung..


Di perkemahan dikala semua kru pendaki sudah tertidur lelap.


"Rianti...!!" teriak Riad.


"Sayang.. kamu kenapa.." Ryuna ikut terbangun.

__ADS_1


Bersambung...


Apakah yang terjadi.. pada mereka..? "Sampai jumpa" 👋


__ADS_2