
Sulit mungkin menghadapi situasi dimana mereka masuki alam Jin yang di sana kekuatan para Jin akan berlipat ganda, namun semangat Riad dan Timnya takkan bisa terhentikan.
Gabungan Aura Listrik mereka, menciptakan gelombang elektromagnetik sehingga menambah kecepatan gerak untuk mengelak serta menyerang balik para dayang Raja Jin yang hampir saja mencelakai mereka kalau sedari tadi cuma diam membeku di tempat.
"Madi tebarkan AURA RANJAU BUMI..! " perintahku.
Madi pun menyebar ranjaunya sehingga para dayang yang mengejar ingin menyerang kami alih-alih mengenai justru kaki mereka yang terjepit bumi. Kami berlarian ke sana kemari membuat Raja Jin murka dia pun mengeluarkan senjata pamungkasnya yaitu TOMBAK ES PEMBEKU.
Kesempatan menyerang dayang yang terkena ranjau, Jay yang sedari tadi tak terlihat oleh Jin karena AURA PENGHILANG WUJUD miliknya, menghabisi satu persatu Jin itu dengan senjata pamungkasnya AURA SEMBURAN API BIRU.
Raja Jin Serigala es itu semakin murka dia pun mengeluarkan LOLONGAN PENGGETAR JIWA.
"AUUU..................UUUU...UUUU...UK!!!!!!". Lolongan panjang itu menggetarkan segalanya sampai-sampai Jay yang tak terlihat pun terduduk diam dan badannya bergetar.
Sepertinya Aura Jay hampir mencapai batas, karena sedari tadi dia terlalu banyak mengunakannya. Madi pun sepertinya sama mereka berdua sudah memakai senjata pamungkas masing-masing.
"Madi.. kamu masih bisa?" tanyaku.
"Masih Kapten, walaupun lolongannya tadi sempat melemahkan mentalku tapi aku masih bi..!". Belum sempat Madi menyelesaikan ucapan, badannya membeku menjadi kristal es terkena lemparan TOMBAK ES PEMBEKU Raja Jin Serigala.
Aku pun marah!!! air mataku menetes kesal yang tak terbendung lagi.
"Hahahaha...Bahahahah.. errrr raurrr...Apa kamu berputus asa wahai manusia...?" Dengan sombong Raja Jin Serigala tertawa dan merendahkan musuhnya.
Badanku panas oleh ucapannya, listrik statis di badanku meluap menjalar, aku mengelak dari hujaman lemparan TOMBAK ES PEMBEKU yang sedari tadi bertubi-tubi hampir mengenaiku.
"AURA CEMETI AIRMATA AMARAH..!!! " dengan emosi aku mengaktifkan senjata pamungkasku.
Aku pun melayangkan serangan cambukan demi cambukan, kibasan cemetiku beradu di udara dengan lemparan tombak es sehingga menciptakan pecahan kristal es yang membuat area sekitar menjadi beku.
Tanpa disadari area beku meluas sehingga Riad terjebak dalam gumpalan es yang menyelimutinya, sedangkan Raja Jin Serigala yang sedari tadi diam di tempat berlari ke arahnya menembus es. Pecahan es berhamburan tak kuasa menahan kecepatan lari Sang Raja Jin. TOMBAK ES ABADI, tombak digenggaman itu pun mengeras memadat bersiap menusuk badan Riad yang terjebak di gumpalan es yang mengurungnya.
Seketika sekelebat cahaya listrik dengan cepat menghantam langsung Raja Jin Serigala, diapun terpental membuat es di belakangnya pecah hancur berantakan, sehingga istana itu bergemuruh!!!!.
Belum sempat bangkit Raja Jin Serigala itu pun dihantam oleh tongkat AURA TOYA POSITIF Khan, namun Raja Jin Serigala bisa menepis dengan TOMBAK ES ABADI, mereka beradu kekuatan saling melayangkan serangan demi serangan begitu sengit pertarungan itu, sementara Khim mencoba memecahkan gumpalan es yang menyelimuti adiknya dengan tongkat AURA TOYA NEGATIF.
"Bertahanlah adikku..!!" Khim dengan cemas sembari memecahkan bongkahan es.
Tiba-tiba Khan terlempar tepat di samping Khim yang kaget akan hal itu.
"Khan..!!" seru Khim memanggil saudaranya.
__ADS_1
Khan yang mencoba berdiri pun diterjang oleh Raja Jin, namun hampir saja TOMBAK ES ABADI menancap tubuh Khan justru Jin itu yang terpental.
"AURA GELOMBANG KEJUT..!!" Khim sempat menyerang Jin itu dengan auranya. Serangan jarak jauh itu pun bertubi-tubi mengenai Raja Jin Serigala hingga terpental semakin menjauh dari mereka.
Tampaknya Khan sudah kelelahan karna jarang berlatih membuat auranya kurang stabil, Khim pun juga begitu.
"Bisa-bisanya bocah-bocah ini melawan Jin tingkat atas kaya gini!!" ucap Khim kesal.
"Jangan salahkan musuh kita, kitanya aja yang payah!!" gerutu Khan.
"Kakak..." suara Riad memanggil, yang baru saja terbebas dari gumpalan es.
Namun dua kembar itu itu sudah melesat menyerang Raja Jin Serigala tanpa sempat mendengar adiknya memanggil.
"Untunglah kakakmu datang diwaktu yang tepat Kapten " ucap Madi pada Riad disaat mereka sama-sama sudah bisa bergerak.
"Bagaimana ini Kapten, apa yang harus kita lakukan?" tanya Jay yang juga baru terbebas dari serangan mental dan pembekuan.
"Kita juga maju, bantu serangan jarak jauh biar dua kembar mengahadapi Raja Jin itu dengan serangan langsung. Tim Angin bentuk formasi, serang...!!" Perintah Kapten Riad.
Madi dengan serangan AURA KIBASAN DURI BERACUN berhasil melemahkan Raja Jin Serigala perlahan.
Jay menyerang dengan AURA LINGKARAN BOLA API, membakar tubuh Raja Jin sedikit demi sedikit.
"AUUU...UU...UU...UU..UK...!!" lolongan panjang itu kembali menggetarkan segalanya, kalau orang biasa mungkin akan kena serangan mental mendengarnya.
Tombak digenggaman Raja Jin Serigala itu pun memanjang, memutar-mutarnya hingga terbentuk pusaran tornado badai salju.
Secepatnya Khim menyambar, memeluk adiknya segera berlari menjauh dari amukan Raja Jin.
Sedangkan Madi dan Jay dibawa berlari oleh Khan, namun mereka semua tak bisa keluar dari istana itu.
"Kenapa harus Khan sih.." gumam Madi yang ditenteng Khan sebelah tangannya dan Jay digendong di belakang.
"Kita terpojok, sudah tak bisa kemana-mana lagi!!" ucap Khim.
"Kalau cuma bertahan di sini putaran tornado badai salju itu pasti akan melibas kita!!" kata Jay yang masih nempel erat di pundak Khan.
"Terima kasih kak Khan, kak Khim sudah datang membantu kami senang melihat Kak Khim" ucap Madi sembari memandangi Khim.
"Kak lepas pelukannya" pintaku yang sedari tadi begitu erat dipelukan kak Khim.
__ADS_1
"Sama aku aja kak kalo Riad gak mau" sempat-sempatnya Madi meminta. Khim hanya tersenyum melihat kelakuan sepupunya itu.
"Sebagai Kapten Tim Angin aku harus bertanggung jawab dan menyelesaikan semua ini" dengan gagah berani Riad melangkah maju.
Aura Riad pun menyeruak!!!, Jay mentransfer auranya. Diiringi yang lainnya juga mentransfer Aura mereka.
"Aku selalu mempercayai Kapten" kata Jay menyemangati.
"Yah.. mau bagaimanapun kau selalu keren Kapten.." tambah Madi berucap.
Dengan tatapan rasa bangga Khan dan Khim memandang adiknya, namun mereka tidak bisa berlama-lama dalam suasana haru itu karena tornado badai salju semakin mendekati mereka.
Suasana ini membuat air mataku menetes sembari marah karena Jin terkutuk itu membuat tim kami kesusahan.
"AURA CEMETI AIRMATA AMARAH...!!" aku mengaktifkan senjata pamungkasku yang dialiri aura listrik, api biru dan asap racun efek tambahan dari saudara-saudaraku.
Aku berlari kearah Jin itu sambil memutar-mutar cemeti membuat putaran angin tornado petir api dan asap beracun.
"Gila betul..!! tornado lawan tornado" decak kagum Madi melihat fenomena itu.
Beradunya kedua putaran tornado itu membuat langit-langit istana Jin yang kokoh retak pecah berjatuhan, dinding pun ikut retak di sela retakan itu terbuka gerbang dimensi.
Tornado mereka pun bersatu membuat putaran lebih besar lagi meluluh lantahkan segala yang ada di sekitarnya.
Di pusat inti putaran badai itu Raja Jin Serigala dan Riad saling menyerang baku hantam dengan senjata pusaka mereka masing-masing.
Kerasnya TOMBAK ES ABADI tak sanggup melawan AURA CEMETI AIRMATA AMARAH yang kekuatannya sudah berkali-kali lipat, efek dari energi aura tambahan.
Tombak itu pun pecah menjadi serpihan debu yang masuk menyerap ke badan Riad.
Kekuatanku pun bertambah, energi yang meluap-luap membuat auraku serasa ingin meledak. Cambukanku bertubi-tubi menghantam tubuh Raja Jin Serigala hingga tercabik-cabik hancur tak bersisa.
"Madi..! ajak Jay masuk ke retakan dimensi itu sebelum kita tertimbun reruntuhan istana, cepat...!!" Paksa Khim menyuruh dengan mata melotot.
Madi dan Jay pun berlari dengan ragu namun seperti ada dorongan mereka terlempar dan masuk ke gerbang dimensi.
"Harus, kamu mendorong mereka dengan tenaga dalam begitu" tanya Khan pada kembarannya.
Khim hanya tersenyum manis.
Bersambung...
__ADS_1
Apakah Madi dan Jay sudah aman, bagaimana pula 3 bersaudara itu keluar dari istana Raja Jin Serigala yang runtuh?" Simak kelanjutannya ya!!" 👋