Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
EMI BONEKA IMUT


__ADS_3

Pada hari itu ayah baru pulang kerja dari luar kota berencana ingin memberi kejutan.


"Istri ku pasti kaget pulang aku bawakan dia pakaian renang, sudah lama kami tidak berenang bersama di kolam renang samping rumah, buat Ema aku belikan banyak pakaian baru soal nya sebagian dipakai Emi bonekanya, oh iya.. ada tas model terbaru juga buat istriku kangen banget deh ingin segera" si ayah mendapati rumah nya sepi.


Ada catatan kecil tertempel di lemari kulkas bertuliskan. Aku dan Ema lagi keluar, tetangga kita Bu Mery masuk rumah sakit, kalau kamu sudah pulang makanan sudah siap di meja makan.


Ayah pun ke kamar Ema yang dekat dengan ruang makan, untuk menaruh belanjaan baju anak perempuan nya itu.


Sewaktu masuk ayah menaruh tas belanjaan di kasur, duduk di atasnya dan terlihatlah Emi boneka yang jadi teman tidur anak nya itu berbaring, dengan kaos putih ketat dan celana pendek berbahan sama hingga lekuk tubuh tercetak jelas.


Awal nya tak begitu memperdulikan nya, saat ingin berdiri jari tangan kenapa bisa masuk ke dalam celana boneka, sempat bingung tapi kenapa lubang kema.. Emi kayak ada cairan.


Karena ayah khawatir dan sempat berpikiran aneh, akhirnya memutuskan untuk memeriksa dan melepas celana boneka dan keganjilan mulai terjadi mulut Emi ternganga dengan ekspresi wajah keenakan.


Ayah coba berpikir normal, mungkin karena struktur nya bisa berubah bila disentuh, seperti jari yang bisa ditekuk ekspresi wajah juga bisa berubah.


Setelah memasukan jarinya seperti ada yang bergetar di dalam setelah dicermati sepertinya ini *** doll hingga mirip sekali dengan manusia begitulah pikiran sang ayah.


"Wajah boneka ini sungguh menggoda, seperti wajah istri ku saat pertama kali kami bertemu imut sekali, astaga apa yang aku pikirkan" Ayah tersentak.


Seperti ada sebuah kekuatan yang menarik membuat tangan tanpa sadar meremas dan mencoba memasukan ke lubang.


"Ayah.. kami pulang.." panggil Ema yang baru sampai dari luar kamar.


"Sayang kamu di mana..?" istri memanggil.


Ayah yang nafsu nya sudah di memuncak.


"Ema, itu Ayah menaruh hadiah kamu di kamar" Ayah keluar kamar sambil menutup itunya yang tegak dalam celana dengan kantung tas belanjaan untuk istrinya.


"Makasih Ayah.." Ema berlari masuk kamar.


Ayah menggendong istrinya ke kamar.


"Sayang kamu kenapa..?" istri kaget.


"Aku sudah gak kuat kelamaan di luar kota, sebelum unboxing hadiah aku, aku mau unboxing kamu dulu" Ayah melakukan hubungan suami istri dengan cara yang baik dan benar di kamar nya.


Di kamar Ema melihat raut wajah sedih Emi yang masih terlihat imut.

__ADS_1



"Ini Emi mukanya kenapa lagi, kok pipi kamu basah" Ema menyentuh wajah Emi membetulkan ekspresi boneka kesayangan nya.


Ema membawa Emi mandi berendam di bathtub.


"Andai kamu bukan boneka kita mungkin bisa jadi saudara" ucap Ema dengan polosnya.


Emi tersenyum.


"Wajah kamu bisa berubah begitu, apa kamu paham apa yang aku ucapkan, rambut kamu warnanya pudar gak sehitam pertama bertemu, apa karena aku sering kasih sampo ya, tapi rambut kamu kan jadi wangi" Ema terus mengoceh ala anak kecil pada umumnya.


Di kamar orang tua Ema.


"Astaga sayang kamu power full sekali, aku sampai bergetar berkali-kali" ucap istri terkulai lemas.


Ema shower membilas badan nya yang penuh busa sabun rendaman di bathtub terkaget begitu sadar Emi berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Emi tergelincir nya hebat ya bisa nyampe depan pintu, badan kamu dibilas dulu ya" Ema menduga Emi tergelincir karena sabun yang melumuri badan nya.


Ema memandikan boneka nya dibawah siraman shower, Ema membandingkan dadanya dengan dada Emi yang terpaut jauh besar nya, awalnya Ema berpikir karena boneka jadi bebas bentuk seperti apa, macam koleksi boneka Barbie nya juga punya dada yang menonjol.


Tanpa sadar Ema memeluk Emi dan jari nya masuk ke lubang dan memainkan jarinya, jari Emi juga masuk hingga Ema merasakan seperti ada yang bergejolak dalam dirinya.


Hari berganti Ema mulai penasaran tentang apa itu percintaan.


Sepulang sekolah seperti biasa Ema selalu bercerita ke Emi tentang kejadian di sekolah nya.


Ema bercerita tentang teman laki-laki yang mencium pipinya dan mengajak nya berpacaran, Ema belum mengerti apa itu pacaran tapi ingin melakukannya.


Nama nya Drian anak laki-laki terkeren di sekolah.


Hari sudah malam semua orang tertidur Emi mulai beraksi.


Drian yang selalu terbayang wajah Ema, ingin sekali memeluk dan menciumnya sambil memeluk guling.


Drian mulai merasa guling nya ada yang berbeda terasa kenyal seperti memeluk seseorang, Drian terbangun kaget siapa gadis ini, wangi rambutnya seperti Ema tapi lekuk tubuh bagai orang dewasa dengan badan seumuran dengan nya, apa ini mimpi atau nyata Drian bingung.


Emi menggesekan badan nya ke Drian hingga ada yang tegak tapi bukan keadilan.

__ADS_1


Emi memasukan sesuatu yang tegak ke sesuatu yang berlobang.


Hingga Drian ejakulasi berkali-kali sampai lemas.


Besoknya di sekolah Drian tak masuk karena kakinya lemas tak sanggup berdiri, dan ngantuk berat karena bergadang sampai pagi.


Sudah seminggu Drian tak masuk sekolah, Ema khawatir apa gara-gara tak menjawab permintaannya waktu itu, hingga Drian jadi sakit.


Ema menceritakan pada Emi teman laki-laki yang ingin jadi pacarnya waktu itu tak kunjung masuk sekolah.


Hari berlalu seperti biasanya, ayah yang sedang tidak ada dinas menikmati masa kebersamaan dengan keluarganya di akhir pekan di rumah.


Mereka berenang bersama di kolam renang samping rumah.


"Wah Ema berenangnya jago ya, Ayah sampai kalah" padahal emang ngalah.


"Emi seksi sekali memakai pakaian renang" celoteh Ema pada boneka yang berbaring di kursi kolam.


Tiba-tiba paha Ayah keram hingga ingin tenggelam di tengah kolam yang sedalam dua meter itu.


"Ayah.. bagaimana ini, Ibu... Ibu... Ibu...!" teriak Ema.


Ibu yang lagi berganti pakaian renang tanpa sempat memakai ****** ***** langsung berlari mendengar teriakan anak nya.


Entah bagaimana Ayah berpegangan pada Emi yang mengapung di kolam, dengan posisi wajah di dada boneka itu.


"Sayang kamu kenapa..!" Ibu berlari ingin melompat ke kolam tapi tak jadi.


"Terimakasih sayang kamu melempar Emi ke arah ku, hampir saja aku tenggelam karena paha ku keram" Ayah ditarik Ema ke tepian kolam.


Si Ibu bingung padahal dia tidak melempar Emi, tapi dia tak begitu menghiraukan nya yang penting suaminya sudah selamat.


"Ayah sih gak pemanasan dulu main nyebur aja" Ema menegur Ayah nya.


"Iya putri ku yang manis, untung ada Emi ya" Ayah memuji boneka.


Wajah Emi tersenyum manis.


Tapi di balik perlakuan baik boneka imut itu, terselubung niat jahat yang sedang dia rencanakan.

__ADS_1


Bersambung...


"Sampai jumpa" 👋


__ADS_2