Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
PENJEMPUTAN DAN PENYELAMATAN


__ADS_3

Dentuman musik yang membuat jantung berdegup kencang dari beberapa lantai atas terpisah dari tempat pertarungan keputusaan berlangsung, Riad yang sedang dimabuk asap, obat, serta minuman, dan tarian Wanita Striptis yang menggoda hasrat.


Aku yang terhanyut oleh suasana, terbujuk rayu cinta Tiara, tawanya, lekuk tubuhnya, suara manjanya berputar-putar di kepalaku.


Suasana pesta ini seakan tak pernah berakhir, Tiara menarik tanganku yang sedang duduk sedari tadi sambil menggelengkan kepala mengikuti detak dentuman musik, mengajakku menari berdansa bersamanya.


Kami pun menari mengikuti alunan musik keras, Tiara bilang ini musik Remix.


"Selamat berbahagia Pangeran Riad dan Putri Tiara..Bahagia selalu.." ucap DJ Epunk.


Sinar laser biru memancar membuat gerakan seolah patah-patah, membuat pandangan mataku menjadi kacau namun menyenangkan, diiringi warna merah dan hijau.


Saat irama musik kencang dan cepat kami menari berlenggak-lenggok seperti kesurupan, dan bila musik menjadi pelan kami berpelukan saling berbisik cinta sesekali berciuman.


Aku seperti bukan diriku lagi, aku tenggelam dalam suasana meriah pesta. Kesadaranku semakin menipis, inikah yang dinamakan hidup bahagia.


Sementara aku menikmati pesta, di lantai bawah ada yang sedang bertarung antara hidup dan mati.


"Habis sudah.., auraku mencapai batas nya...!" Teriak Khan putus asa pada saudara kembarnya yang sudah terpojok disudut.


Tinggal menunggu waktu saja ajal menjemput mereka Para Jinna yang sudah di kalahkan bangkit lagi, semacam kartu menempel di badan Jin, lemparan dari Sang Pesulap yang masih santai di atas panggung belum turun ke pertarungan.


Jin yang bersenjata TRISULA HITAM bersiap ingin menusuk Khim, Khan yang sudah terlempar ke dinding hingga aura jirahnya retak sudah tak bisa berpikir apa-apa lagi, dia pun juga harus bersiap menerima serangan dari Jin yang bergerombol dihadapannya.


Diantara keputusasaan dan harapan disaat Jin mau menikam Khim, kepala Jin itu pecah!! terkena lemparan AURA PISAU BENANG NYAWA (aura berbentuk pisau dengan benang tipis di belakangnya hampir tak terlihat dan sangat tajam) senjata khusus Tim Bayangan.


Dan sebagian jin lainnya yang melompat mau menyerang Khan, badan para jin tiba-tiba terbelah terpotong tidak beraturan terkena benang tipis Tim Bayangan yang baru saja tiba tanpa suara.


Kira-kira ada 50 orang lebih Tim Bayangan masuk ke aula pertunjukan itu menempel di dinding dan langit-langit seperti laba-laba dengan benang yang saling membentang kesana kemari membuat para Jin yang tadi liar menggila tak bisa bergerak bebas lagi, sebagian para Jin itu ada yang tertusuk aura pisau namun masih belum musnah juga, efek kartu ajaib Sang Pesulap.


Sang Pesulap mengeluarkan tongkat ajaibnya, dia yang sedari tadi cuma diam langsung melompat maju ke arena pertarungan.

__ADS_1


Selagi Pesulap itu masih melayang di udara sisi dinding jebol membuat gedung menara itu bergetar bahkan sampai ketingkat atas tempat Jin lainnya berpesta.


Seketika musik berhenti dan Para Jinna yang lagi asyik-asyiknya berjoget terjerembab, oleh getaran dari lantai bawah, suasana pesta meriah itu pun berubah jadi kepanikan.


"Semua tenang..!! Bersiap berperang..!! sepertinya sebentar lagi para penyusup akan sampai ke tempat ini" Suara Tiara menggema memerintahkan pengikutnya.


Para kumpulan Jin Sekelas Boss itu berpindah ke mode tempur dengan senjata pamungkas mereka masing-masing.


Dari deburan debu lubang besar pada tembok yang jebol, terlihat sosok gagah berjubah hitam bercorak emas melayang di udara dengan kilatan listrik yang menyelimutinya. Pimpinan Khamir Sang Petir.


Pesulap yang tadinya sudah maju ingin bertarung badannya bergetar merasakan tekanan energi yang luar biasa.


Secepat Sambaran petir Khamir menghantam langsung Jin Pesulap dengan AURA GODAM PEMECAH LANGIT hingga terpental membuat tembok retak dan si pesulap tertanam kedalam tembok itu.


Para asisten pesulap yang juga mau bertempur pun terkena serangan AURA TENDANGAN MATAHARI dari Tim Api yang masuk dari lubang menganga di tembok sesaat setelah Pimpinan Khamir Sang petir terlebih dulu masuk.


Rupanya Tim Bayangan dan Tim Air masuk menyelinap dari dalam gedung, Sedangkan Pimpinan dan Tim Api terbang dari luar gedung, tadi nya ingin kelantai teratas langsung menjemput Riad. Namun Khamir merasakan aura anaknya Khan dan Khim yang sudah mencapai batasnya, dia pun memutuskan untuk menyelamatkan terlebih dahulu anak kembarnya itu.


"Menyebar...!, cari pangeranku..!, kejar penyusup itu sampai dapat..!" perintah Putri yang murka pada pengikutnya.


Sang Putri marah besar dia mengeluarkan Senjata pamungkasnya TOMBAK KRISTAL ILUSI dan TAMENG PENGURUNG JIWA.


"Ah..Aku, lagi.., An..!!" gumam Riad yang dalam keadaan mabuk.


"AURA TETESAN PENYADARAN.." Ussi Wakil Tim Air dengan auranya mencoba menyadarkan Riad.


Sebagian Tim Bayangan bergabung dengan Tim Air berhasil menculik dan menyembunyikan Riad dari tempat pasta.


Tak berselang waktu lama para Jin pengejar berhasil menemukan tempat persembunyian Tim Air disusul kedatangan Putri Tiara.


"Kembalikan Pangeranku...!" teriak Putri dengan begitu marahnya.

__ADS_1


"Wah..wah.. Dibalik wajah manismu itu, tersimpan sifat alami Jin yang temperamental..!!" sahut Miya Kapten Tim Air, dengan anggotanya yang berbaris membentuk formasi pertahanan.


Miya pun mengaktifkan AURA TOMBAK SAMUDERA dan AURA TAMENG PEMECAH OMBAK.


Dua gadis itu melesat cepat!!, kekuatan senjata pamungkas Putri Tiara dan Kapten Tim Air bertubrukan saling menghantam satu sama lain menghasilkan suara gaduh dan bising.


Pertempuran sengit pun terjadi!! antara pasukan penjemput, yaitu Tim Air dan Tim Bayangan, melawan Putri Tiara dan pengikutnya sekelas Boss.


Sementara itu Wakil Tim Air Ussi, dan beberapa orang Tim Bayangan berlari menjauh membawa Riad kabur.


Sesampai nya di lantai pertempuran Tempat Aula pertunjukan Si Pesulap.


"Buka jalan..!?" teriak Ussi yang berlari cepat masuk ketengah pertempuran bersama beberapa anggota Tim Bayangan.


"Tim Api Aktifkan AURA TEROWONGAN API..!!" perintah Baram Ketua dari sebelas orang anggota Tim Api.


Para Jin yang melihat Pangeran Riad dibawa, bergegas berusaha menerobos AURA TEROWONGAN API namun Aura itu berhasil sedikit menahan usaha jin yang mencoba menggapai Riad.


Baram memerintahkan wakilnya Raffi membawa Khan dan Khim serta menemani Ussi kabur menjauh dari gedung tower 100 lantai ini , dengan melompat dari lobang didinding yang jebol dari lantai 80 tempat mereka bertempur.


Hembusan angin bertiup deras dari luar gedung tower dan mereka pun melompat Terjun.


"AURA TALI PERSAUDARAAN.." Raffi Wakil Tim Api mengaktifkan kan aura pengikat agar mereka tak terpisah berhamburan di udara, bersatu dengan AURA GELEMBUNG UDARA Ussi dari Wakil Tim Air, aura menyelubungi mereka agar bisa terbang jauh tertiup angin.


Mereka pun terbang menjauh dari Gedung tower itu menuju titik lokasi gerbang dimensi.


Sedangkan di dalam gedung tower pertempuran sengit di lantai 80 dan lantai 92 masih berlanjut.


Bersambung..


Siapakah yang akan memenangkan pertempuran sengit antara pihak Tower Sang Putri melawan Pasukan Nafas Patikaman!?. "Tunggu kelanjutannya ya" 👋

__ADS_1


__ADS_2