Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
PERASAAN TAK MENGENAKAN


__ADS_3


Riad hatinya gelisah tak karuan seperti ada hal buruk yang akan terjadi.


Riad berlari keluar tenda, Jay pun ikut keluar dari tendanya.


"Kenapa Riad..?" tanya Jay.


"Aku merasakan Rianti dalam bahaya!" Riad panik.


"Aduh.. andai kita punya kunci pembuka portal" Jay sedih sudah gak aktif jadi pemburu Jin lagi.


"Aku akan pergi kesana bersama Tim Bayangan titip para pendaki ya Jay?" pinta Riad.


"Masalah disini kamu gak usah khawatir" Jay meyakinkan.


"AURA SEPATU BERSAYAP.." Riad pun melesat terbang.


Di sebuah hutan rimba tempat Tim Kayu dan Jin Dewi Ular Bertarung.


Saat Rianti dan Jin Dewi Ular beradu kekuatan rambut Rianti perlahan membatu, hantaman kedua AURA KAPAK MEMBELAH GUNUNG sedikit melemahkan Jin itu.


"Senjata pamungkas AURA PANAH PERI HUTAN.." serangan aura Mey membuat bagian tubuh yang terkena di tumbuhi semak belukar.


Tiba-tiba tombak hitam berjatuhan seperti hujan menghujam Jin Dewi Ular yang sudah melemah, disusul pukulan yang jatuh dari langit membuat Jin itu tertanam dalam tanah.


Kedatangan Tim Bayangan dan Riad membuat Tim Kayu bisa bernafas lega.


Sebelum Jin itu sempat memulihkan diri Kapten Lina memberikan hantaman ketiga dengan aura kapak dengan gagang nya saja sebesar batang pohon dan mata kapak sangat besar membuat hutan itu bergoncang.


Jin Dewi Ular itu Akhirnya menjadi Kayu lapuk berangsur-angsur hancur dan musnah.


Sementara tak ada yang berani menatap Rianti, Riad segera memapahnya dan mereka semua pergi dari hutan itu.


Dengan Kunci portal mereka bisa pergi kemana saja tanpa ada hambatan.


Sesampainya di Pondok Nafas Patikaman, Riad langsung membawa Rianti ke ruangan pemulihan aura karena rambut Rianti yang sudah membatu membutuhkan waktu untuk menyembuhkannya.


Saat Riad merendamkan Rianti di bak air yang penuh dengan ramuan akar dan sari bunga.


"Riad temani aku disini.. aku membutuhkan mu" pinta Rianti.


Kemudian Riad mencium kening Rianti dan menyuruhnya menyelam dalam bak air itu dan berjanji akan terus ada disebelahnya.


Riad pun tertidur di samping bak air Rianti berendam, Rianti menjadikan pakaian nya bantalan agar kepala kekasih nya itu nyaman.


Malam pun berlalu..


Di perkemahan Gunung Bukit Berbatu, dikala pagi yang dingin semua kru pendaki baru bangun dan keluar dari tenda mereka masing-masing.

__ADS_1


"Perhatian semuanya.. Pemimpin pendakian atau biasa disebut Leader untuk sementara waktu akan diambil alih olehku, dikarenakan Riad sibuk, sebab ada anggota keluarga kami yang lagi sakit harap semua bisa bekerjasama dengan baik dan sekarang waktunya kita mandi pagi kemudian sarapan" Jay yang kini jadi Leader memberikan arahan.


"Ryuna kamu jangan sedih masih ada aku kok" Miyuki memeluk bestie nya yang sepertinya akan galau.


setelah kegiatan di pagi itu mereka pun melanjutkan pendakian menuju puncak yang dimana Resort berada.


"Ini sih bukan nya 300 meter dari titik perkemahan.. tumben Leader kita kemarin salah ngomong!" gerutu pendaki bucin.


"Gimana gak gagal focus kalau diliantin Mulu sama Ryuna..Hihi.." ucap Miyuki pelan ke bestie yang berjalan di samping nya, sedangkan Jay memimpin jalan di depan.


Setelah mereka mendaki dengan susah payah dari jauh terlihat Resort yang begitu megah berdiri di puncak gunung.


"Hore kita sampai..." teriak para pendaki.


Gunung Bukit Berbatu tidak lebih tinggi dari Gunung Goa Panjang.


Mereka berpoto bersama dengan ceria, cuma Ryuna saja yang terlihat tak begitu antusias.


Seperti biasa mereka menitipkan perlengkapan mereka lalu lanjut melakukan kegiatan menyenangkan yang mereka sukai.


"Kayak nya aku nginap di sini dulu aja deh takut nya kalau lanjut lagi aku.." Ryuna tak bersemangat.


"Yaudah.. kita semua menginap dulu disini, nanti aku hubungin Riad lagi, gak mungkin dia ninggalin kegiatan ini begitu saja" ucapan Jay memberikan angin sejuk pada Ryuna.


"Ini kita mau apa dulu nih" tanya Miyuki.


"Janganlah.. kita kan kesini nya bareng harus senang-senang bareng juga lah.." Miyuki membujuk.


Jay memberi isyarat ke Miyuki agar menemani Ryuna jangan nempel sama dia mulu.


"Kita santai disini aja dulu nanti baru kita putuskan mau kemana ada..



ada sepeda turun gunung.


ada memanjat tebing.


ada paralayang.


dan lain-lain.


Semua itu menguras tenaga jadi mending besok aja" Jay menjelaskan.



Mereka pun memilih kamar masing-masing namun berdekatan.


"Ini 1 kamar buat 2 orang, kamar kita sebelahan jadi kalau ada apa-apa jangan sungkan panggil aku ya, selamat beristirahat.." ucap Jay ramah, lalu masuk ke kamar nya.

__ADS_1


Miyuki tadi nya mau mencium Jay dulu tapi Karena teman nya lagi galau dia pun mengurungkan keinginannya.


Di dalam kamar dengan pemandangan seakan mereka lagi diatas awan.


"Gimana kalau kita pesan full layanan kamar Spa komplit.." ajak Miyuki.


"Terserah kamu aja.." Ryuna pasrah.


Meraka pun melakukan berbagai macam kegiatan dari


Perawatan kuku


perawatan wajah


perawatan kulit atau tubuh


perawatan rambut


Pijat relaksasi


Bahkan sampai mendatangkan penata gaya dan busana agar penampilan mereka tambah cantik mempesona.


Kegiatan itu memakan waktu seharian, jadi tips yang punya cewek kaya gitu ketimbang nunggu mending ikutan aja, cuman yang bagian kuku sebagian di skip saja kalau gak mau kukunya berwarna warni, apa lagi ada tambahan ornamen Bling-blingnya.


Saat perawatan kuku.


"Kuku begini jadi sayang kalau mau ikutan kegiatan yang ekstrim.." Miyuki berkata.


"Makanya aku pilih potong pendek aja, gak kaya kamu udh panjang ada ornamen Bling-blingnya lagi.." Ryuna berpikir cerdas.


"Yasudah lah yang penting aku suka ngeliat nya" Miyuki tak peduli.


Setelah obrolan membahas kuku yang gak begitu berfaedah mereka pun lanjut ke perawatan wajah.


Karena perawatan wajah mereka berdua gak bisa ngomong hanya diam dibarengi dengan perawatan kulit atau tubuh, jadi tambah diam alias ketiduran.


Saat perawatan rambut mereka terbangun.


Pas lagi creambath.


"Ryuna kamu beneran jatuh cinta sama Leader galak itu si Riad, gagah sih ganteng juga" Miyuki susah mau menjelekkan.


"Kamu kan tau Miyuki.. selama ini aku susah sekali dekat dengan laki-laki, sekalinya ada kurang ajar, jadi aku udah males menjalin hubungan, tapi entah kenapa saat melihat Riad rasa nya adem banget.. jadi pengen lama-lama sama dia" Ryuna menceritakan perasaannya. Gimana gak adem Riad element angin ya sejuk mulu lah.


"Iya juga sih aku juga bingung dulu waktu kita mendaki gunung sebelum tau tempat ini, disana sering banget kepanasan, pas mendaki gunung disini kayak nya tiupan angin sejuk selalu mengiringi langkah kita" Miyuki keheranan.


Bersambung...


Bagaimanakah kelanjutan Kisah pertualangan dan Cinta mereka tunggu kelanjutannya ya? "Sampai jumpa" 👋

__ADS_1


__ADS_2