Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
CINTA DAN DILEMA


__ADS_3

Di padepokan Nafas Patikaman, dalam kamar pemulihan aura, Riad yang masih setia menemani Rianti ngobrol banyak dan juga bercerita.


"Kok kamu senyam senyum begitu sih aku lucu ya..?" tanya Rianti heran.


"Bukan karena kamu..ih.." Riad mencubit hidung Rianti yang masih berendam dan rambutnya sudah berangsur kembali seperti semula.


"Terus apa donk kalau bukan lagi liatin aku" Rianti terlalu percaya diri.


"Dulu waktu pertama kali aku masuk ruangan kamar pemulihan ini, Aku, Madi, dan Jay. Saat itu Jay masih gendut bulat lucu banget deh gemesin gitu, Madi bilang ke Jay kalau berendam kelamaan di bak air bisa bikin badan tambah melar nanti jadi balon besar terus meledak, eh.. si Jay percaya lagi, jadi aku harus maksa Jay buat masuk ke bak air ramuan, lucu banget kan.." cerita Riad mengenang masa lalu.


"Maaf ya sayang..waktu itu aku malah keluar dari Tim Angin harus nya aku selalu bersamamu" sesal Rianti waktu itu.


"Gak papa sayang..kita kan saat itu masih kecil sekali jadi aku paham kok" Riad memaklumi keputusan Rianti waktu itu.


Air ramuan pemulih aura selain menyembuhkan diri dari serangan gaib juga bagus buat peremajaan kulit makanya penduduk desa Bayangan semuanya cantik dan tampan serta orang yang sudah berumur pun keliatannya masih awet muda.


"Riad.." Rianti memangil mesra.


"Eh sebentar.." masuk panggilan Jay dari jam tangan digital multifungsi Riad pun memasang earphone ditelinga nya lalu menjawab.


"Iya kenapa Jay..oh gitu, susah juga ya.., oke aku akan segera kesana" obrolan Riad bikin Rianti kesal.


"Lah kok cemberut gitu sih.., ini rambut kamu sedikit lagi juga kembali seperti semula" ucapan Riad bikin Rianti tambah kesal.


"Sana pergi gak usah temenin aku juga gak papa..!" Rianti ngambek.


"Makasih ya sayang.." Riad memegang leher Rianti dan mencium pipinya.


Riad pun keluar dari kamar itu dan bergegas mau kembali ke Gunung Bukit Berbatu.


"Kenapa cium pipi sih kan maunya cium bibir.. dasar Riad..........!!" teriak Rianti semakin kesal dengan kelakuan pacarnya itu.


Di Resort puncak gunung Bukit Berbatu disebuah Cafe.


"Sudah Ryuna.. girang banget ayang beib nya mau balik kesini" tegur Miyuki yang bingung melihat kelakuan teman nya itu, cinta memang bisa bikin orang berubah.


"Ini Riad aneh juga ya..!?" Jay bingung.


Beberapa saat yang lalu..


"Jay telpon Riad donk.. kasian tuh Ryuna sudah dandan cantik gitu muka nya bete banget" pinta Miyuki.


Jay pun langsung menghubungi Riad pakai suara luar biar Miyuki dan Ryuna bisa mendengar percakapan mereka.

__ADS_1


"Tut.. tut.. 🎶Aku jatuh cinta kepada dirinya.. sungguh-sungguh cinta oh apa adanya..🎶" suara nada tunggu Riad.


"Parah juga nih anak.. nada sambung nya gelay banget sumpah..!"Jay menepuk jidat.


Sementara Miyuki Dan Ryuna lebih focus nungguin tersambung.


"Riad Ini kami sudah sampai di Resort puncak Gunung Bukit Berbatu.."


"Iya kenapa Jay..oh gitu, susah juga ya.., oke aku akan segera kesana" jawab Riad cepat.


"Tut.. tut.." panggilan diakhiri.


Kembali ke masa sekarang..


Jay terlihat bingung.


"Cayang kuh..mukanya kok gitu.." tanya Miyuki.


"Ini gara-gara ngolesin Sunblock bolak balik..eh.., maksudku gak papa.." Jay pun ikutan bertingkah aneh.


"Nah itu Riad datang..!" Miyuki memberitahu.


"Mana.. mana.. !!" Ryuna tak sabar.


"Tapi bo'ong.." Miyuki mengerjai teman nya.


Hembusan angin sejuk dan wangi ini.


Ryuna bangkit dari ketempelan nya akan meja itu dan mendapati Riad berjalan ke arahnya, Ryuna bergegas berlari menghampiri namun seperti ada semut yang menghalangi kakinya, sehingga menyebabkan dia hampir terjatuh akan tetapi Riad dengan sigap menangkap nya dan adegan yang sering tampak di televisi itu pun bikin eneg.


"Jay ada kantong kresek gak, aku pengen muntah.." ucap Miyuki mual.


Mereka pun akhirnya berkumpul tamat.. ending yang membagongkan.


Tapi tidak.. kisah masih panjang, setelah mereka bercanda gurau.


"Aduh.. anak muda jaman sekarang.." ucap orang lewat yang entah siapa, melihat kemesraan muda mudi itu.


Tiba-tiba orang lain memegang pundak si entah siapa dan berkata.


"Iri bilang boss..!!" seraya menjauh.


Mereka berpindah kewahana sepeda gunung.

__ADS_1


Riad dan Jay bersiap bersepeda menuruni bukit berbatu.


"Yang kalah berarti gak menang..!" ucap Riad menantang.


"Oke.. yang menang berati gak kalah..!" balas Jay menghadapi.


Miyuki yang ada ditengah tengah mereka bersiap memberi aba-aba dengan sapu tangan di genggaman nya.


"Riad siap..?, Jay sia..." belum selesai Miyuki ngomong Riad sudah menggowes sepeda ya dengan cepat, Jay tak mau kalah dan mengejar namun tas Miyuki tersangkut di sepeda Jay hingga Miyuki terseret terbentur batu.


"Bangun.. bangun.. Bangun.." berulang kali Miyuki mencoba membangunkan Ryuna yang tertidur di meja cafe.


"Eh.. kamu masih hidup Miyuki..?" tanya Ryuna yang sepertinya sedang mabok.


"Oh.. pantas dia minum ini..galau sih galau.. jangan gini juga Ryuna.., kalau mau.. nanti malam aja di kamar" setelah ngomel-ngomel Miyuki menyuruh Jay memapah teman nya itu untuk di bawa ke kamar.


Dalam kamar tidur nya Ryuna.


"Jangan Riad geli..hehe..enak bener.. terus.. " Ryuna mengigau.


"Gini nih..!! bocah gak bisa mabok sekalinya minum parah banget imajinasi terpendam nya keluar" Miyuki untuk pertama kalinya marah ke Ryuna.


"Gimana Ryuna sudah sadar..? " tanya Jay.


"Gak bakal sadar dia sampai besok baru bangun nih anak" jawab Miyuki kesal.


"Pantas sejak kita sampai di Cafe dia menari-nari Ryuna kan pemalu, sikapnya juga aneh gak seperti biasanya" Jay menganalisis kejadian.


"Kalian istirahat saja, sepertinya Riad baru bisa besok kesininya, tadi dia kirim pesan kalau ada urusan mendadak di rumah nya, selamat malam manis ku.." Jay mencium Miyuki dan mereka tidur dikamar masing-masing.


Di Padepokan Nafas Patikaman.


Riad yang hendak berangkat menyusul Jay langkah nya terhenti oleh pesan dari Ayahandanya.


Mereka membicarakan tentang pertunangannya dengan Rianti yang akan diselenggarakan dalam Minggu ini namun Riad minta waktu dengan alasan tak ingin meninggalkan tanggung jawab nya sebagai pemandu pendakian.


Ayahanda menyuruh nya buat besok saja kembalinya ke gunung biar hari ini menghabiskan waktu dengan Rianti untuk membicarakan rencana masa depan mereka.


Rianti yang sudah pulih dengan senang menemui kekasihnya itu.


"Hayo.. mau ninggalin tapi gak jadi masih kangen kan tapi gak mau ngaku" Rianti memanja ke Riad.


"Sebenarnya aku takut banget kehilangan kamu, selalu mengkwatirkanmu, ingin menjagamu, tapi gak mungkin juga kita selalu mencinta banyak hal lain yang harus di lakukan" Riad mencari alasan.

__ADS_1


Bersambung...


Makin rumit dah, pecah kepala mikirin percintaan mereka, gimana kelanjutannya? "Sampai jumpa" 👋


__ADS_2