
Miyuki gadis berambut silver ini memang banyak membuat lelaki mudah tergoda, dengan tatapannya yang sensual dan tingkah manjanya susah buat ditolak.
"Ini kita mau ke Goa Kolam, aku tau letak kolam yang jarang diketahui orang" Riad mengajak.
"Oh.. lorong terlarang itu ya?" Jay tau.
"Dulu sempat ada yang terjebak disitu untungnya Jam tangan kita dilengkapi GPS jadi bisa di lacak, dan aku meminta pengelola buat bikin tangga tali biar kalau kejadian serupa terulang, korban bisa keluar dari situ" Riad menceritakan kolam itu.
"Serem..ih..!!" Ryuna takut.
"Sebentar.. bisa-bisa nya seorang pemandu wisata meminta pihak pengelola buat ngelakuin sesuatu!" gumam Miyuki.
"Kenapa memang kamu gak tau ya Riad itu.."
"Jay habis ini kamu sibuk gak, kalau engga, bantu aku memandu para pendaki gimana, nanti kita omongin lagi ya..?" Riad langsung memotong omongan Jay, Jay pun paham maksud sepupunya itu.
"Oke.. udah lama juga kita gak bersama kan" Jay mengiyakan.
"Serius sayang.. mau ikut perjalanan kami.." Miyuki kesenangan.
Ryuna memeluk tangan Riad dan membenamkan wajahnya malu akan perilaku temannya itu.
Mereka pun melewati berbagai kolam kecil ada yang muat 2 orang bucin, muat 5 orang paling besar muat beberapa orang sebenarnya sih bisa di muat lebih, cuman susah gerak aja kalo kebanyakan.
"Lewat sini.." ajak Riad mengarahkan.
"Memang boleh lewat sini kan ada tanda dilarang masuk" Ryuna takut, memeluk Riad erat.
"Ada kemajuan nih sosor teros.." Miyuki mengejek.
"Aku beneran takut Miyuki.." sepertinya Ryuna beneran takut.
"Tenang disini ada Kapten..,eh maksudku pemandu..hehe.." Jay keceplosan.
"Kan ada cowok gagah yang melindungin kita apa yang harus di takutin sih" Miyuki mencubit pipi Jay gemas.
"Gimana siap..?" Riad meyakinkan.
"Siap..Kap, kami siap" Jay lagi-lagi hampir keceplosan karena kebiasaan.
Ujung lorong yang menurun Riad pun meluncur pertama.
"Seriusan ini gak papa!?" Ryuna tambah takut.
"Coba kamu duduk, luruskan kaki terus.." Jay mengarahkan lalu mendorong Ryuna.
"Aaaaa... aaa.. aa.. yamete.." Ryuna berteriak.
Setelah meluncur cepat Ryuna sampai di ujung lorong dan kecebur ke kolam yang dalam, trauma nya muncul serangan paniknya kambuh.
Riad menyelam, mendekapnya dari belakang lalu membawanya naik kepermukaan.
Ryuna berontak Riad menyuruh tenang, terpaksa Riad meremas.., hal itu membuat rangsangan yang membuat paniknya teralihkan, Riad membawa ke tepian dan menyenderkan nya ke sisi ruangan, kolam yang berbentuk ruang itu.
__ADS_1
"Gimana di bawah aman..?" teriak Jay menggema.
"Aman..!" suara Riad menggema.
Jay dan Miyuki pun meluncur bersamaan, lalu kecebur menciptakan percikan air besar, setelah itu muncul ke permukaan.
"Wah indah sekali.. ada ruangan dengan kolam air didalam goa!!" Miyuki kagum.
Sementara disudut dinding ruangan Ryuna yang tak kuasa menahan hasratnya mencium Riad dengan lembut, setelah beberapa menit.
"Maaf Ryuna.." Riad tak menyangka Ryuna sepanik itu.
Mereka pun berpelukan.
"Mereka mana ya..oh.." Jay berpaling setelah melihat sepupunya itu.
Di dalam kolam Miyuki memegang wajah Jay dengan kedua telapak tangannya.
"Jangan pedulikan mereka!" Miyuki mengecup bibir Jay pelan.
Setelah Ryuna tenang, Riad, Jay dan Miyuki berenang dan menyelam di kolam luas itu, sementara Ryuna hanya duduk dipinggiran kolam sambil memainkan air, Riad pun menghampirinya.
"Hai..kamu sudah mendingan" sapa Riad lembut.
"Tempat ini indah hanya saja aku mengacaukannya" Ryuna menyalahkan dirinya.
"Apa artinya keindahan ini bila tak ada kamu disini" ucapan Riad membuat Ryuna tersipu.
"Riad jangan.." teriak Ryuna yang ditarik ke dalam kolam.
"Gerakan kakimu percaya padaku" bisik Riad di telinga Ryuna yang sudah masuk ke air.
Tiba-tiba Ryuna menyelam Riad sempat panik, namun ternyata Ryuna muncul di belakang Riad. Riad berbalik dan memangil.
"Tiara..!" tanpa sadar Riad memanggil nama Putri Tiara.
"Siapa Tiara ..!?" Ryuna kesal dia pun berenang ke tepian.
Setelah cukup lama mereka menikmati kolam itu.
"Benar lewat sini?" tanya Miyuki.
"Diujung sana ada tangga tali dari sumur kering yang nembus keluar" Riad menjelaskan.
Riad naik pertama, lubang sumur yang tertutup semak belukar itu disingkirkan.
"AURA TEBASAN UDARA.." Riad mengunakan aura nya setelah lama tak dia gunakan.
"Apapun akan kulakukan sayang seperti semak belukar yang menutupi lubang sumur itu akan hilang karena cintaku padamu" gombal pemuda yang dimabuk asmara itu pada gadis pujaannya.
Semak itu pun berterbangan, dan keluarlah Riad disusul Ryuna, Miyuki dan Jay.
Gadis pujaan itu pun memeluk pemuda kasmaran yang kebingungan akan fenomena barusan.
Setelah mereka ganti baju, Riad mengirim pesan dari jam tangan digital ke kru pendakian untuk berkumpul.
__ADS_1
"Sebelumnya perkenalkan Jay, yang akan membantu pendakian kita, besok kita akan ke Gunung Bukit Berbatu dari puncak gunung Goa Panjang kita akan menyeberang lewat jembatan gantung dan langsung sampai ke titik Peristirahatan, yang berjarak 300 meter saja dari Resort Bukit Berbatu yang ada di puncak, ada pertanyaan?" Riad memberi pengarahan.
Seorang loli mengangkat tangan.
"Apa Jay sudah punya pacar?"
Miyuki pun maju dan menggandeng tangan Jay.
"Sepertinya itu sudah menjadi jawaban, yang mau bersantai silahkan jangan melakukan kegiatan yang melelahkan, besok kita lanjut pendakian" Riad membubarkan.
"Riad.." Ryuna memanggil.
"Iya kenapa Ryuna.." jawab Riad.
"Hem.. anu.. hem..gak jadi.." Ryuna berlari menjauh.
"Sebentar aku susulin Ryuna dulu" izin Miyuki ke Jay.
Miyuki pun berlari mengejar.
"Kapt..eh, Riad gimana..aku kasian sama gadis itu sepertinya dia suka kamu, tapi kamu kan sudah punya Rianti" Jay Minta kejelasan.
"Itulah yang membuat ku bingung satu sisi aku cinta Rianti, tapi saat bersama Ryuna pusing yang menggangu ku selama ini bisa hilang" Riad kebingungan.
"Ya sudah dua duanya aja" Jay mengusulkan.
"Tak tau lah, lihat saja nanti" Riad berusaha tenang.
Di sebuah kota yang kosong. Tim Besi memburu makhluk yang menggoda dan menyesatkan manusia.
"Parah sekali kota ini sampai sepi..!!"
"Sepertinya semua berasal dari dalam rumah yang terjepit diantara dua gedung ini semua bersiap..AURA PERISAI.." Sang Kapten memasang aura perlindungan.
Beberapa langkah mereka memasuki rumah itu, terlihat sosok putih seperti asap tapi menyerupai bentuk manusia.
"Formasi Sabit melengkung.. " perintah Kapten Tim Besi yang beranggotakan 7 orang.
Makhluk putih itu langsung melesat menyerang!!
"AURA RANTAI EMAS.." 2 orang ujung kanan dan kiri menjerat Makhluk asap putih itu.
"Aaaa...aarkk...!!" makhluk itu berteriak memberontak meronta-ronta.
"Mengapa kamu mengganggu penduduk..?" tanya Sang Kapten pada makhluk itu.
"Hi.. hi..hi.. aku suka mengadu domba mereka, memanas-manasi hati mereka.. kekekek.. her..."
"Formasi lingkaran aktifkan AURA RANTAI PENGAIT.." komando cepat Kapten Tim Besi.
5 dari 7 orang itu mengaktifkan aura pengait membuat makhluk itu kesakitan.
"Tarik...!!" Kapten memberi aba-aba.
Makhluk itu tercerai berai dan musnah.
__ADS_1
Bersambung...
Semoga hati kita di jauhkan dari buruk sangka, dan selalu berbuat baik pada sesama.. "Sampai jumpa" 👋