Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
TIM AIR MENAKLUKAN JIN API


__ADS_3


Di sebuah kota begitu seringnya terjadi kebakaran, serta viral nya video api berbentuk sesuatu yang menyeramkan, para warga menyebutnya hantu api.


"Armada pemadam kebakaran sebanyak ini di kota kita, tetap saja kesulitan mengatasi kebakaran yang berpindah-pindah ...!" keluh pemadam yang kecapekan karena begadang hampir setiap malam pukul 01:00 selalu terjadi kebakaran.


"Iya kejadiannya selalu di jam yang sama, warga pun tak bisa tidur nyenyak.." ucap warga. Pemerintah kota akhirnya meminta bantuan ke Kantor Pengaduan Jin, Tim Air pun diterjunkan ke lokasi.


Anggota Tim Air yang berjumlah 9 orang berjubah biru berjuluk GELOMBANG PASANG segera beraksi.


"Itu dia.. kejar...!" perintah cepat Miya Kapten Tim Air.


"Semuanya.. aktifkan AURA MERIAM AIR.. Ussi.. bersiap pasang AURA PERISAI..!" komando Kapten Tim Air.


Mereka mengejar api terbang itu dan menembakkan aura berbentuk semprotan air yang deras, menghalau agar tidak mengarah ke rumah penduduk.


Setelah api terbang itu terkepung Ussi segera memasang AURA PERISAI agar Jin hantu api itu tak bisa ke mana-mana lagi.


Makhluk itu menunjukan wujudnya berbadan hitam legam dan berkepala api.


"Jang.. an menggang.. guku..!" suara Jin hantu api mengancam.


Jin hantu api itu membelah diri jadi banyak hingga Tim Air kesulitan menghadapinya.


"Dia cuma sendiri tapi bisa jadi banyak dan tak ada habisnya, apa yang harus dilakukan Kapten..?" para anggota tim sudah mulai kebingungan.


"Aura gabungan.. AURA HUJAN AIR ES.." Kapten Miya menggabungkan aura anggota tim menciptakan hujan deras dengan suhu yang sangat dingin.


Terlihat 1 kobaran api paling terang di antara banyaknya hantu api di bawah derasnya aura hujan.


"Itu dia..!" Kapten Miya dan wakilnya Ussi melesat cepat di bawah guyuran hujan memukul menendang menghajar jin hantu api itu dengan jurus AURA AIR SUCI membuat kloningan hantu api menghilang.


Namun jin hantu api itu mengeluarkan senjata pamungkasnya OBOR API ABADI.


Kibasan Obor itu membuat sabetan api yang tak bisa padam.


Kapten Miya menahan serangan dengan AURA TAMENG PEMECAH OMBAK.


"Pada..hal.. tinggal sedikit la.. gi aku bisa menyempurnakan api abadi ku..Arrr..!" teriak jin hantu api.


Semua anggota Tim Air mengeluarkan aura senjata pamungkas mereka mengeroyok jin hantu api itu akan tetapi jin yang bernama asli Banaspati bukan musuh yang bisa dianggap remeh.


"Senjata pamungkas AURA RANTAI JANGKAR SAMUDRA..!" Wakil Kapten Ussi mengeluarkan aura senjata nya yang berhasil menahan pergerakan Banaspati.

__ADS_1


Banaspati semakin berkobar namun karena aura senjata pamungkas Ussi dan serangan senjata pamungkas anggota Tim Air lainnya membuatnya susah bergerak.


"Aktifkan aura gabungan AURA SEGEL PUSARAN AIR..!" perintah Kapten Miya.


Mereka pun menyatukan aura bersamaan membuat aura pusaran air yang menyedot Banaspati secara paksa yang masih memberontak hingga mencapai batas aura mereka.


Akhirnya Banaspati tersegel dalam bentuk mutiara yang panas membara.


"Benar- benar menyusahkan, bahkan jin ini tak bisa dimusnahkan..!" gerutu anggota Tim Air.


"Kita istirahat sebentar untuk mengumpulkan energi aura agar bisa melapisi segel dengan aura segel cangkang kerang, supaya kita bisa membawanya" perintah Kapten Tim Air.


Setelah istirahat cukup Tim Air segera menyegel kembali mutiara membara itu dengan AURA SEGEL CANGKANG KERANG.


Membuka portal, lalu pergi bergegas kembali ke Padepokan Nafas Patikaman yang menjadi pusat pertahanan desa yang sudah berkembang menyerupai perkotaan.


Waktu berlalu..


Udara sejuk wisata tersembunyi di pagi itu membuat semua orang segera melakukan aktivitas dengan semangat.


Ryuna dan Miyuki jogging mengitari resort sedangkan Riad dan Jay latihan di dojo yang ada di sana.


"Tahan dulu..!" Jay kewalahan.


"Kenapa Jay.. kita harus banyak latihan fisik biar aura kita bisa mengikuti dengan sendirinya.." Riad bersemangat.


Tak lama mereka istirahat ada orang yang mau masuk ruangan latihan.


"Maaf tuan muda ada 2 perempuan yang mau masuk, di antara mereka satu orang yang bernama Miyuki memaksa ingin ketemu" lapor penjaga yang mengamankan pintu masuk ruang latihan.


Jay memandang, Riad memperbolehkan.


"Mereka pacar kami, biarkan masuk" beritahu Jay.


Ryuna dan Miyuki pun masuk.


"Apa-apaan sih aku dicegat kayak penjahat aja, karena aku sudah pemanasan ayo Jay kita bertarung..!" tantang Miyuki yang baru saja habis jogging.


"Lawan tuh Jay kayak nya dia juga lagi kesal..!" ucap Riad yang berjalan menghampiri Ryuna.


"Emang aku salah apa sih pada ngeluapin semuanya ke aku.." Jay bingung.


Selagi Jay duel dengan Miyuki, Riad mengurung Ryuna yang bersandar di dinding dengan kedua tangan nya, begitu dekat jarak mereka sampai suara nafas bisa terdengar jelas.

__ADS_1


"Aku berkeringat, aku belum mandi..!" Ryuna berkata dengan malu.


"Aku tak peduli.." Riad mencium bibir Ryuna lembut.


Badan Ryuna bergetar karena dicium kepunyaan orang lain.


"Riad hentikan sebelum badanku semakin memanas..!" Ryuna terpojok.


Riad membawa Ryuna ketempat ganti pakaian yang ada dalam ruangan latihan itu.


Sedangkan Miyuki yang lagi bergulat bersama Jay.


"Jay kamu curang jangan sentuh bagian itu.. ah..!" Miyuki yang tadinya mengunci pergerakan Jay badan nya menegang.


Di kamar resort.


"Madi.." Sora memangil madi yang masih tertidur di ranjang.


"Astaga.. sudah jam berapa ini, Sora kamu gak papa apa masih sakit bekas semalam sepertinya lecet ya..?" Madi bertanya pada Sora.


Sora malu lalu berlari ke kamar mandi.


"Aku kira sepatu nya ngepas ternyata sesak apa dia gemukan ya, tumit nya jadi sedikit lecet padahal sudah kubilang jangan dipaksa kalau sesak, bandel emang itu bocah" Madi mengingat kejadian malam tadi saat dia mengasih hadiah untuk menghibur Sora.


Di tempat latihan.


"Nah masih panas apa udah segar..?" Riad menyuruh Ryuna mandi di kamar ganti yang ada pemandian nya juga, sedangkan dia menunggu di depan pintu kamar mandi.


Sedangkan Jay dan Miyuki.


"Maaf Miyuki aku kesenggol lecet di sikutmu, masih perih ya mau aku tiupin gak..?" pinta Jay membujuk.


Miyuki hanya tersenyum sambil memegang wajah lelaki tampan yang dia cintai itu.


Setelah mereka ganti pakaian mereka sarapan kemudian lanjut untuk off-road melintasi jalan berlumpur, berbatu, curam, dan melewati sungai kecil yang licin.


Riad dan navigatornya Ryuna memimpin di depan, di belakangnya ada Jay dan Miyuki, yang tak mau kalah, Madi pengemudi dan Sora jadi navigator bukan nya membaca penunjuk arah malah kebingungan sendiri, di belakangnya ada anggota kru yang juga ikut berpartisipasi dalam acara yang berjudul Membelah Gunung Mencari Cinta.


Nama acara atas ide dari pemuda bucin yang lagi berusaha meyakinkan pacarnya dengan pembuktian cinta, bahwa sesulit apa pun medan yang ditempuh takkan menggoyahkan cinta kita.


"Tunjukan jalan nya sayang kita akan libas mereka yang didepan..!" Pemuda bucin.


"Di depan akan ada kubangan air lewat kiri biar aman..!" beritahu sang navigator cewek bucin.

__ADS_1


Bersambung...


"Sampai jumpa" 👋


__ADS_2