Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
DALANG DIBALIK DESA PENARI


__ADS_3


Tari yang polos hampir tidak tau apa itu kota bertanya pada Ares yang juga orang desa, untungnya Ares sering ke kota dan menceritakan banyak gedung di sana.


Di pagi itu para warga desa beraktivitas seperti biasanya, Tim Besi membantu kakek membuat kandang sapi.


Ares yang tadinya mau bertanya perihal Jin yang merasuki penari mengurungkan niatnya.


"Ayo makan dulu semuanya.." panggil nenek.


"Iya sayang.." kakek mengajak yang lain nya untuk makan.


Selagi mereka makan.


"Ini orang tuanya Tari mana ya..?" tanya Riu.


Lira mencubit pacarnya itu.


"Dasar comel.." tegur Lira.


"Orang tua nya sudah meninggalkan desa ini, saat Tari berusia 7 tahun" beritahu nenek.


"Setiap malam Pak Bot pergi ke rumah-rumah untuk menyerahkan gelang, katanya sudah di mantra'i agar kuat menari sepanjang malam, aneh nya ada saja pemuda yang jadi korban setelah acara itu, mungkin terlalu memaksakan diri buat berjoget hingga kelelahan" Kakek mulai menceritakan.


"Pak Bot itu siapa ya.. kek, kalau boleh tau?" tanya Ergo.


"Pak Bot itu bukan warga desa ini, dia anak angkat dari sepuh Embo Mi, sang pemilik tanah seluruh desa ini kami sebenarnya hanya transmigrasi dari suku lain, untuk pembagian wilayah oleh pemerintah" kakek menerangkan.


"Jadi begitu ya.. rasanya si bot ini aku pernah dengar nama nya dari Tim Bumi, apa orang yang sama ya!" Ares berpikir.


"Malam ini giliran Tari yang menari, dalam 1 tahun sekali di bulan mei, 7 malam selalu diadakan pesta yang hanya boleh dihadiri pemuda yang belum menikah saja, dengan alasan mencari jodoh, namun tak semuanya mendapat jodoh, meski begitu ini sudah jadi ajang tahunan dan sebagian dari adat desa" kakek memberitahu.


"Lama-lama laki-laki desa ini habis dong.." ucap Urus.


"Tidak ada yang mati, korban cuma pingsan dan dibawa ke rumah Embo Mi, entah apa yang terjadi di sana, pemuda yang dipulangkan esok nya seperti hilang ingatan dan beraktivitas seperti biasa" kakek menjelaskan kejadian.


"Jadi malam ini kita harus ikutan..!" Ares memberitahu timnya.


"Siap.." serempak diiringi tabokan dari pacarnya masing-masing.


Tari tertawa melihat tingkah mereka.


Setelah makan dan cukup istirahatnya mereka melanjutkan kembali pekerjaan membantu kakek membuat kandang sapi.


Kandang sapi telah selesai, hari sudah mulai sore.


Karena Ares terlihat tak memiliki pasangan Tari walau sedikit malu mencoba kembali mengakrabkan diri biar lebih dekat lagi.


"Hai.. kak" sapa Tari memberanikan diri.


"Iya kenapa dek Tari" sahut Ares yang melepas bajunya karena berkeringat sehabis bekerja membantu kakek.


Tari terpesona melihat bentuk tubuh itu, badan nya memanas dan malu sendiri.

__ADS_1


"Ini kak.. hem.. anu kak.. itu.." Tari salah tingkah.


Tari berlari masuk ke rumah karena tak tahan lagi.


"Lah kenapa tuh anak..?" Ergo bingung.


"Tau aku juga heran" Ares menangapi santai.


Pak Bot yang datang ke rumah kakek Unknown langsung disergap oleh Tim Besi.


"Langsung gebukin apa gimana ini..!" Riu mengancam.


"A.. a.. aku cuma su.. suruhan.. ampun jangan di ge.. bukin" Pak Bot gelagapan.


"Gita.." isyarat Kapten Ares.


Gita mengeluarkan Aura spesial nya membaca pikiran.


"Embo Mi.. penyihir.. mengambil saripati keperjakaan untuk keawet mudaan nya!" Gita memperoleh informasi.


"Tim Besi bergerak..!" perintah Kapten Ares.


Para anggota melesat berlari melewati pepohonan, menembus belahan desa menuju rumah yang ditunjukkan pak bot yang ditenteng Urus dengan mudahnya.


"Ini rumahnya.. besar juga" Ares menyadari rumah orang kaya.


"Ini kita langsung masuk aja apa gimana" tanya Ergo.


Kapten Ares menyuruh masuk beriringan tapi mereka malah terpisah setelah masuk semacam ada kekuatan pembagi ruang.


Urus, Gemi, dan tawanan Pak Bot.


Riu, Gita, dan Lira.


"Kita masuk ke dimensi buatan..!" Ares tak menyangka apa yang terjadi.


"Aktifkan AURA BISIKAN.." Ares berkomunikasi dengan anggota lain.


"Kapten..!" Ergo menemukan sesuatu.


"Kolam air.." Kapten Ares curiga.


Keluarlah 4 wanita cantik dari kolam itu mencoba mendekati Ares dan Ergo.


"AURA.. BELATI PUTIH.." Kapten Ares mengeluarkan aura nya yang dia sembunyikan di belakang badan nya, Ergo juga melakukan hal yang sama.


Begitu para wanita jejadian itu mendekat mereka langsung menikamnya membuat Embo Mi yang merasakan dayang nya dilukai marah.


Di tempat lain.


Gemi dan Urus yang menawan pak Bot tiba-tiba ada yang menarik pak Bot ke dinding dan menghilang.


"Astaga gimana ini..!" Gemi kaget.

__ADS_1


"Aktifkan AURA GODAM PEMISAH ARWAH.." Urus memanggil aura senjata khusus Tim Besi diikuti juga oleh Gemi.


Menghantam memukul dinding di lorong mereka berjalan.


Riu, Lira, dan Gita lagi kesusahan menghadapi Embo Mi yang sedang dalam mode bertarung seperti setan, dia sudah bukan manusia lagi.


Serangan puluhan zombi membuat mereka bertiga lelah ditambah suara musik yang menggangu konsentrasi dan syair lagu yang didendangkan Embo Mi membuat aura mereka tak bisa keluar sepenuh nya.


"Bahkan aku sudah memasang AURA PERISAI.. tapi dia masih bisa memanggil pasukan zombi yang muncul dari lantai rumah!" Riu kebingungan.


"Aura kita tak bisa optimal karena tembang lagu ini..!" Lira cemas.


"Semoga yang lain segera bisa ke sini!" Gita kangen Ergo situasi genting.


Dari dinding yang jebol keluarlah Urus dan Gemi.


Disusul kemunculan Kapten Ares dan Ergo yang muncul bersama para zombi dari lantai.


"Lah.. kok kalian bisa muncul barengan para zombi..?" tanya Riu keheranan.


"Nanti saja penjelasan nya.. Tim Besi bentuk formasi.. kubus.." Perintah Kapten Ares 4 orang tim penahan, dipimpin Wakil Kapten Ergo membentuk sudut mengurung zombi dengan AURA KERANGKENG BESI.


Tentunya Embo Mi yang sudah berwujud setan itu tidak tinggal diam dia menyerang dengan selendang besar menyerupai tirai melilit badan Riu yang jadi tim penyerang.


"AURA PEDANG PEMISAH.." Urus memotong lilitan kain yang menjerat seluruh tubuh Riu.


Sedangkan Kapten Ares menebas aksesoris di badan Embo Mi yang dalam wujud setan, dengan AURA PEDANG PEMISAH Tim Besi memang selalu kompak mengeluarkan jenis aura yang sama.


Makhluk berwujud setan betina itu mengamuk Ares terpental.


"Kapten..!" teriak Ergo.


"Formasi sabit.. AURA RANTAI EMAS..!" perintah Kapten Ares.


Semua Anggota Tim Besi mengunakan senjata yang banyak menghabiskan aura, melilit badan setan betina yang juga ingin melilitkan selendang besar nya yang begitu panjang dan banyak seperti kaki laba-laba.


"Senjata pamungkas AURA PEDANG PEMANGGIL.." Kapten Ares mengunakan pedang besar yang hampir tak pernah dia gunakan lagi karena akan pingsan setelah penggunaan.


"Sudah lama kau tak memanggilku.." ucap pedang pemanggil bernama Platina.


"Kita harus mengalahkan setan betina itu.. bantu aku Platina mengalahkannya!" pinta Ares pada pedang besarnya itu.


Badan setan betina yang sudah terlilit rantai emas 6 orang anggota Tim Besi meronta-ronta ingin melepaskan diri, Gita dan Gemi 2 orang tim Besi juga terlilit kain sedangkan yang lain nya sudah kehabisan Aura.


"Tebasan.. AURA PEDANG PEMANGGIL..!" teriak Kapten Ares yang melesat memotong horisontal setan betina yang berhasil memutus beberapa rantai emas.


"Arrr... kkkk...!!" teriak setan betina yang musnah menjadi abu.


Ares pingsan sebelum menyentuh lantai anggota timnya dengan sigap menahan tubuh sang kapten.


"Kapten memang terbaik..!" ucap Wakil kapten Ergo bangga ada di Tim Besi.


Bersambung...

__ADS_1


"Sampai jumpa" 👋


__ADS_2