
Setelah perjalanan kereta menembus hutan dan gunung akhirnya sampai juga Riad dan yang lainnya di objek wisata danau cermin.
"Sampai juga kita di danau cermin, walau ini di luar desa tapi kawasan wisata sini juga di kelola oleh pihak wisata tersembunyi jadi aman" Riad memberitahu Ryuna yang telah jadi istri keduanya.
"Aku mau istirahat di kamar dulu ya cape sepanjang jalan itu.. kita, anu.." Ryuna malu.
Ryuna yang hanya orang biasa tentu stamina nya berbeda dengan Riad dan Rianti.
"Mun.. makasih ya.. kamu telah berbesar dada menerima ini semua" Riad memeluk Rianti.
"Demi kamu Pap apapun akan ku lakukan" Rianti begitu sayang pada Riad.
Di sentral desa Pusat Nafas Patikaman.
"Ini ruang segel disimpan.. aku harus menunggu waktu yang tepat untuk mengambilnya dan segera pergi dari sini!" ucap orang misterius.
Sungai di mana kapal Madi dan Sora menuju tepat wisata danau cermin.
"Itu dermaga sudah terlihat.." beritahu Madi ke Sora.
"Jangan mengalihkan pembicaraan..!" Sora kesal.
"Sora ku yang manis.. jangan ngambek lah, aku gak tidur di samping kamu karena aku ingin kau jadi istri ku bukan mainan ku" Madi membujuk Sora yang sudah tak tahan lagi.
"Seriusan gitu.. bukan karena aku gak menarik..?" Sora bertanya.
Madi memeluk Sora sambil mengusap pipinya yang sedikit mulai tembem itu.
Madi dan Sora turun dari perahu besar yang indah itu menuju Resort Danau Cermin.
"Kita main banana boat yuk.." ajak Ryuna.
"Kru.. bucin.. bersatu..!" teriak kru yang kembali dipertemukan di objek wisata itu.
Mereka ditarik speed boat yang melaju kencang.
"Balik.. balik..!" pinta Loli.
Speed boat menikung tajam membuat semua yang ada di atas banana boat terjatuh ke air, mereka semua bersukaria.
Lanjut flying boat, jet ski, snorkeling, dan lain-lain.
"Udah semua nih, cape juga.. santai dulu di gazebo" Nelly mengajak yang lain.
Di gazebo kedua, Riad, Rianti, Ryuna, Jay, Miyuki, Madi, dan Sora bersantai sejenak.
"Kamu gak live lagi?" tanya Nelly pada Tobi.
"Istirahat dulu.. cape juga, pengen private juga sekali-kali" Tobi beralasan padahal sudah putus kontrak dengan Tomaru.
"Bucin.. bucin..!" Loli berlari dari gazebo satu.
Tanpa sadar menabrak seseorang.
__ADS_1
"Aduh..!" Loli tersentak kaget.
"Kamu gak papa?" tanya pemuda tampan yang menangkap Loli sebelum terjatuh.
"Aku jatuh.. jatuh hati pada pandangan pertama" Loli terkesima memandang cowok yang memeganginya.
"Lore.." panggil seorang wanita.
"Maaf aku dipanggil kakak ku sampai nanti ya.." Lore berlari ke arah wanita Tim Kayu.
"Namanya Lore nama ku Loli cocok.. sampai nanti, berarti kami nanti ketemu lagi yey.. yey.." Loli melompat-lompat kegirangan.
Loli kembali ke gazebo satu.
"Nah itu si Loli, tadi sedih sekarang senyum-senyum" ucap Angga heran.
Loli menggandeng tangan Cinta.
"Loli masih aja lucu" Nelly tersenyum.
Yang lain nya ikut senang melihat Loli ceria.
Gazebo dua.
"Hai semua..?" sapa Lina.
Rianti memeluk Kapten Timnya itu.
"Lore.. makin ganteng aja kamu.." tegur Rianti.
"Jadi ini yang akan menggantikan posisi Rianti di Tim Kayu, maaf yak kak Lina" Riad meminta maaf.
"Gak papa Riad, lagian kan Rianti dari awal sebenarnya adalah anggota Tim Angin, jadi sudah sepantasnya dia kembali" Lina tersenyum.
"Senyum kak Lina memang termanis au..au.." Madi dicubit Sora.
Sedangkan Ryuna dan Miyuki bingung tentang apa yang mereka bicarakan.
"Selamat ya Lore kamu sudah masuk dalam kesatuan Tim" Jay yang menempel erat dengan Miyuki.
"Makasih kak Jay" Lore heran melihat mereka yang berpasang-pasangan.
"Ya sudah maaf kami ganggu waktu kalian silahkan di lanjut, dadah.." Lina melambaikan tangan beranjak pergi dari gazebo tempat Riad dan orang terdekatnya bersantai.
"Habis liburan kali ini sepertinya kita harus kembali dalam ke satuan tim, kasian tim lain sepertinya kewalahan, dengan adanya Rianti kita sudah bisa kembali seperti dulu lagi" Riad memberitahu Madi dan Jay.
"Siap Kapten.." Jay semangat.
"Bakal seru nih.." Madi senang bisa kumpul lagi.
"Maaf ya Pap.." Rianti merasa salah.
"Gak papa Mun.. jangan sedih gitu yang penting sekarang kita bisa gabung lagi" Riad memeluk menenangkan Rianti.
"Santai aja Rianti.. ada kapten kita yang hebat ini.. ya gak Jay?" Madi menenangkan.
__ADS_1
"Iya betul kata kak Madi yang penting sekarang yang sudah terjadi biarlah" Jay menambahkan ucapan kakak nya.
"Penjelasannya nanti ya ayang Ryuna, kasian kamu bingung ya?" Riad kasian istrinya itu bengong aja dari tadi.
"Gak papa sayang masalah kerjaan kalian kan, wajar bila cuma kalian aja yang paham" Ryuna mengerti suaminya.
Hari itu pun berlalu dengan menyenangkan.
Loli yang sedang pemotretan bersama Rangga dan Cinta di tepian danau cermin di kala sore.
"Bagus Loli.. ya begitu" Rangga selaku photografer.
"Kayak nya perlu model lain deh sepi juga kalo cuma Loli saja jadi putri duyung, kita butuh sosok cowok ganteng biar lebih.." Cinta mencari ide.
"Hai.. kalian lagi ada pemotretan ya?" Sapa Lore yang senang melihat pose Loli.
"Pucuk dicinta ulam pun tiba" baru saja Cinta kepikiran mencari calon model udah ada di depan mata kandidat terbaik.
"Perkenalkan nama ku Lore, aku ganggu ya?" Lore yang berwajah kalem membuat Cinta terdiam.
"Gak ganggu kok.. sini Lore.." panggil Loli.
"Gimana Cinta langsung ambil gambar aja nih?" tanya Rangga.
"Udah pas itu.. dia memakai celana pendek hitam, dengan baju kancing terbuka berwana kuning motif bunga matahari" Cinta begitu antusias.
Rangga memotret Loli dan Lore dengan natural, terlihat senyum Loli yang susah didapat, hari itu begitu mudah nya terlihat.
"Kita belum berkenalan resmi kan namaku Lolita panggil saja Loli" Loli mengulurkan tangan nya.
"Namaku Lorenzo, panggil saja Lore.. salam kenal" Lore menjabat tangan Loli.
Rangga menjepret setiap momen dengan tepat.
"Sudah cukup untuk hari ini terimakasih Lore atas partisipasinya, ini bayaran untuk kamu.." Rangga mengasih amplop uang.
"Terimakasih Kak" Lore menerimanya kemudian menyerahkan nya ke Loli.
"Lore.. ini hak kamu terima saja" Loli menjadi baik.
"Aku cuma mau menyapa mu itu sudah sangat berarti" ucapan singkat Lore bukan hanya membuat Loli merona tapi dua bucin Rangga dan Cinta juga terbawa suasana.
Hari sudah gelap mereka yang sudah melewati hari ini ini dengan gembira memasuki fase istirahat.
Jam tangan digital Riad menandakan alarm bahaya panggilan darurat didapat.
Rianti, Madi, dan Jay berkumpul di depan kamar Riad.
"Sepertinya ada penghianat dalam anggota Nafas Patikaman yang telah mencuri benda Segel Jin, entah siapa dia kita harus menangkapnya kemungkinan dia akan melewati jalur ini karena jalur depan pengawasan keluar sangat ketat!" Riad memprediksi tindakan musuh.
"Tapi apa mungkin ada warga kita yang jadi penghianat, atau penyusup itu bukan asli desa kita?" Madi bingung dengan situasi yang terjadi.
Bersambung...
"Sampai jumpa" 👋
__ADS_1