Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
JIN MERAH


__ADS_3

Di dalam terlihat sepasang kekasih yang melakukan ritual pembuahan di sebuah altar, mereka terlihat bergelora sekali teriakan menggema di dalam bangunan sekte yang mereka bangun untuk kegiatan tersebut.


Riad heran dari mana mereka menemukan altar yang sebenar nya adalah piring makan bangsa jin.


"Kalau kita bertindak sekarang orang-orang di sini akan dalam bahaya, terpaksa kita menunggu acara ini selesai" Riad memberitahu Rianti.


"Semua ini takkan mungkin terjadi kalau tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi sekarang, apa kamu sudah bisa mendeteksi pelakunya?" Rianti berbicara.


"Giliran kalian sekarang!" suruh penganut sekte.


"Bukannya kami baru.. kami melihat saja dulu hari ini" pinta Riad.


"Kalian harus melakukan nya..!" paksa para penganut sekte.


"AURA LISTRIK STATIS.." Riad membuat penganut sekte itu pingsan.


Rianti memanggil yang lain ke lokasi bangunan sekte.


"Keluar kau.. Jin Merah..!" teriak Riad.


"Dasarrrr... pengacau.." jin merah keluar dari bayangan altar.


"AURA SARUNG TANGAN DURI.." Riad memukul jin merah.


Mereka beradu serangan, sepertinya pukulan aura Riad tak begitu memberi efek yang berarti.


Jin merah mengubah darah menjadi senjata, dua buah pedang membuat Riad harus menghindari serangan nya.


Rianti yang sedari tadi mengevakuasi para jemaat sekte keluar, baru saja selesai mengamankan semua orang dari dalam bangunan itu.


Riad yang menyadari semua orang sudah tak ada di situ baru mengeluarkan kekuatan sesungguhnya.


"AURA NAFAS DINGIN.." seketika area membeku.


Aliran darah merah.. kekuatan jin melawan pembekuan.


"AURA TEMBAKAN ES.." Riad menghujani jin merah dengan es yang melesat bagai peluru.


Namun jin merah menahan nya dengan aliran bola darah beku.


Serangan demi serangan dari dua pihak saling bergantian mencoba saling melumpuhkan.


Jin merah membentuk pasukan dari darah yang mengalir membasahi lantai.


Pasukan itu menyerang, Riad mengunakan AURA TEBASAN UDARA menebas para pasukan yang mendekatinya, pasukan itu terbelah tercerai berai namun menyatu dan bangkit lagi.

__ADS_1


Seperti itu terus menerus tak ada habis nya hingga bantuan datang AURA BATU BERAPI, serangan gabungan Madi dan Jay membuat pasukan darah pecah terbakar habis tanpa sisa hingga tak bisa bangkit lagi.


Jin merah terpental kesana kemari terkena serangan cepat Khan dan Khim dengan senjata AURA GADA MEMBARA.


Jin merah marah dia berteriak.


"Arrrrk... akkkkkk... !"


Jin merah ingin kabur tapi Rianti memasang AURA PERISAI yang membatasi area hingga jin merah tak bisa kemana-mana.


Jin merah frustasi dia pun mengeluarkan kekuatan penuhnya menjadi wujud sebuah meriam.


"Meriam itu gede sekali.." ucap Madi heran.


Madi dan Jay menyerang dengan aura kombinasi nya AURA BATU BERAPI akan tetapi aura nya pecah menghadapi tembakan meriam bermoncong panjang itu, bahkan serangan nya masih berlanjut hingga Madi dan Jay harus menghindar agar tidak terkena tembakan.


"Gila.. senjata panjang dan besar itu berbahaya sekali, hampir saja kita terkena!" Madi kaget.


"Aura kita pecah beradu sedangkan serangan nya masih berlanjut.. apa yang harus kita lakukan, dengan transformasi jin yang menyerang dari jarak jauh itu?" Jay kebingungan.


Mereka semua hanya bisa menghindar dari tembakan Jin yang bertranformasi jadi meriam moncong panjang itu.


"Serangan kita tak ada yang efektif kita hanya bisa menghindari serangan nya saja..!" Khan mulai resah.


"Serang altar nya..!" perintah Riad.


Serempak Tim Angin dengan kekuatan penuh menghancurkan Altar dan bangunan itu hancur bersamaan.


"Tidakkkkk... ... ...!" teriak jin merah yang kembali ke bentuk semula itu.


Rianti mengikat jin merah dengan AURA AKAR BERDURI nya dan Madi mengurung nya dengan AURA TANAH PENJEPIT.


Jin merah mencair menjadi darah menyebar ke segala arah hingga semua anggota Tim Angin terjebak darah kental yang menyelubungi tubuh mereka.


"Aku tak bisa bergerak..!" ronta Khim yang mengeluarkan aura kilat nya ingin terbebas.


Kesabaran Riad sudah mencapai batas nya melihat anggota timnya yang tak berdaya.


"AURA CEMETI AIRMATA AMARAH.." Riad mengeluarkan senjata pamungkasnya.


Putaran cemeti yang cepat membuat hembusan udara yang menyedot darah yang menempel di badan semua anggota Tim Angin terlepas.


Lentingan cemeti yang membumbung ke atas membuat jin merah terhempas ke udara.


Lentingan itu membuat area sekitar bergetar, jin merah yang ingin mencoba menyerang kembali terlempar ke langit terkena sabetan aura cemeti.

__ADS_1


Riad mengunakan AURA SAYAP MALAIKAT terbang mengejar dan mencambuk jin merah di langit.


Angin deras berhembus menumbangkan pepohonan.


"Semua berlindung..!" Khan mengarahkan para saudara se timnya.


Sebuah kilatan petir panjang seperti membelah langit menandakan musnahnya jin merah.


"Sudah berakhir kah..?" Madi berkata.


"Jangan ucapkan kata itu nanti musuh bangkit lagi..!" Khan memarahi Madi.


Riad turun dari langit dengan AURA SAYAP MALAIKAT nya yang besar begitu gagah dan mengagumkan mata yang melihat.


"Kita harus memburu dalang di balik ini semua!" Riad memberi perintah.


"Laksanakan Kapten.." jawab serempak anggota tim.


Wanita berwajah pucat kabur setelah mengetahui sekte yang didirikan nya selama ini sudah dihancurkan, menuju tempat lain yang akan dia jadikan perkumpulan sesat selanjutnya.


Para warga yang tersadar segera diberi penyuluhan oleh Riad agar tidak terhasut janji yang menyesatkan jiwa.


Sebagian warga desa yang gila dan dikurung di lantai bawah tanah sadar dan bisa berpikir dengan jernih lagi, mereka semua memulai hidup kembali dengan lebih gembira, hilang sudah raut wajah kaku berganti tawa dan canda.



"Tunggulah aku akan menyesatkan kalian hai orang-orang yang tak punya pegangan hidup.. hihihihi..!" Wanita pucat pembuka gerbang dunia lain.


Asal muasal wanita berwajah pucat.


Dulu di sebuah kota tinggal seorang janda cantik yang jadi rebutan para pria, tentunya para istri terusik akan hal itu hingga kerap kali menganiaya nya setiap kali berjumpa, hidup wanita itu kacau hingga dia dan anak nya jatuh dalam kemiskinan.


Hingga pada suatu hari anak nya mati tertabrak tak ada yang mau menolong malah tertawa, saat dia bingung menguburkan anak nya datang beberapa pria yang ingin menguburkan anak nya.


Wanita dengan polos nya mengikuti para pria itu menuju tanah kosong yang sepi, namun seorang pria mendekap nya dari belakang, pakaian nya yang lusuh dirobek paksa.


Satu persatu pria busuk itu menyalurkan nafsu bejat nya berulang-ulang sampai sang wanita hampir mati kelelahan.


Di ambang kematian wanita itu memakan mayat anak nya dan bersumpah akan balas dendam pada semua orang di kota yang memperlakukan nya begitu kejam.


Jin penunggu mayat yang tadinya ingin merasuki jasad anak kecil itu berubah semakin kuat dengan adanya dendam yang ada di hati wanita, hingga menjadikan wanita itu inang baginya untuk mengumpulkan energi hitam untuk menguasai alam manusia.


Bersambung...


"Sampai jumpa" 👋

__ADS_1


__ADS_2