Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
MAHASISWA NEKAT


__ADS_3

Suasana menjadi tegang sopir yang mereka Carter dari mobil rentalan tak kunjung kembali.


"Pak Bot Lama banget Pak Bot sih..!" dengan cemas salah satu dari dua wanita dalam mobil ketakutan.


"Jangan takut..!" tunggu aja lagi sebentar jawab seorang laki-laki pacar dari salah satu wanita itu.


"Apa aku turun aja ya.. coba cek, kali aja pak Bot perlu bantuan" dengan berani laki-laki satunya mau turun dari mobil, tapi di tahan wanita yang sedari tadi melihat hal aneh dari kaca belakang mobil dan Pak Bot tak ada disitu.


"Jangan Jamal..Lebih baik kamu yang nyetir tinggalin saja Pak Bot!!" pinta wanita duduk di kursi belakang pada temannya yang duduk di samping sopir, sedangkan dua sejoli duduk ditengah hanya berpelukan ketakutan.


"Jadi gimana ini..!!?" tanya laki-laki yang sudah duduk di kursi sopir kebingungan dalam situasi mencekam itu, karena jalan yang gelap hanya lampu mobil mereka yang jadi penerangan sedangkan satu lampu depan mati, disebabkan menabrak sesuatu yang entah apa itu.


"Ada sesuatu bangun panjang..!!" teriak wanita yang duduk di belakang itu.


"Kok Miska tau sayang ada yang bangun" sempat-sempat nya Alpred becanda.


"I..iii...itu..!!" Muka Alya pucat pasi, melihat kaki panjang dari samping kaca jendela mobil sebelah pacarnya Alpred.


Tiba-tiba!! makhluk tinggi panjang itu menghantam atap mobil hingga penyok, Jamal mencoba menancap gas mobil, namun ban belakang terangkat.


Miska yang ada di belakang semakin ketakutan melihat wajah mengerikan sosok Makhluk yang mengangkat belakang mobil mereka.


Makhluk yang ada dibalik pintu mobil sebelah Alpred memecahkan kaca mobil samping dan menarik Alpred keluar.


Alya ingin berteriak tapi suaranya tak bisa keluar dari mulutnya, badannya pun terasa kaku.


Sekelebat benang tipis melayang memutar dengan pisau di ujungnya memotong tangan makhluk yang mengangkat belakang mobil itu.


Di saat ban menyentuh tanah mobil mereka pun langsung melaju karena sedari tadi Jamal menginjak gas dalam.


Mereka belum lolos!! dua sosok kaki panjang mengejar mobil yang melaju tak terkendali itu mencoba meraihnya, Miska yang melihat makhluk itu mengajar ingin meneriaki Jamal supaya jangan berhenti tapi suaranya juga hilang.


Ditengah kepanikan itu Jamal melihat Sesuatu yang tak begitu jelas menghadang mobil yang dikendarainya.


Belum sempat makhluk tinggi panjang itu menyentuh mobil mereka. Badan makhluk itu terbelah dua AURA TOMBAK GOLOK PENGGETAR BUMI.

__ADS_1


Kapten Tim Bumi mengayunkan Auranya menebas Jin siluman pohon itu.


"Tim Bumi ikuti mobil itu..! sebagian ikut denganku" perintah sang Kapten.


Tim Bumi berjubah coklat itu pun dengan cepat mengejar mobil yang melaju tidak karuan, takut nya salah jalan dan masuk ke jurang.


Beberapa sosok berjubah hitam menghampiri Kapten Tim Bumi sepertinya ada yang mereka bicarakan, kemudian mereka berlari melompat dari pohon ke pohon dalam hutan.


Didalam hutan yang sepi.


"Mbah.. Aku sudah membawa tumbal!!" pak Bot menghampiri seseorang yang sedang komat-kamit di kegelapan hutan.


Laki-laki yang berhasil dibawa Jin siluman pohon tadi pun badannya ditarik-tarik oleh para Jin Siluman lain yang dipanggil Panglima Sekte Dukun Alam, bersiap membobol Perisai lapis pertama yang melindungi desa.


"Tumbalnya yang dapat cuma satu tapi tidak papa, laki-laki penuh dosa ini penuh dengan kegelapan sungguh disukai para Jin siluman". Dukun itu tidak terlalu kecewa, meski harusnya dapat tumbal yang lebih banyak lagi.


Para Tim Bumi dan Bayangan yang mengejar Jin siluman pohon yang membawa salah satu mahasiswa itu berhasil menemukannya namun dalam keadaan badan yang sudah tercabik-cabik.


Dan mereka dijebak, ternyata itu hanya pengalihan saja. Tumbal itu menjadi sarana pengorbanan untuk membuat pagar gaib sehingga Tim Bumi dan Bayangan tak bisa melapor ke padepokan.


Dari balik lembah sekumpulan Jin dan para dukun sakti mencoba menjebol Perisai dinding pelindung desa.


Akan tetapi para dukun yang sudah di kuasai Energi kegelapan terus maju hingga menghancurkan rumah warga, lumbung padi ladang, sawah dan semua pasilitas desa.


"Dimana warga desa..?" tanya Panglima dukun pada dukun yang lain.


"Dari tadi kami tak melihat seorang pun panglima" jawab salah satu dukun.


"Ini mobil yang aku bawa tadi.., tapi kemana tiga mahasiswa itu..?!" pak Bot kesal karena para tumbalnya hilang.


Di depan gerbang Pondok Patikaman.


"Mungkin saat ini desa kita sudah hancur namun tidak ada yang lebih penting dari anak-anak kita, generasi selanjutnya, kita dengan segenap kekuatan yang ada, Klan Petir saatnya kembali menunjukan siapa kita, semuanya bersiap..!!" Hasbullah yang memimpin pasukan.


"Aura..! Aura..! Aura..!" suara pasukan satu desa siap bertempur.

__ADS_1


Didalam padepokan.


"Apa kita tak ikut berperang Ayahanda?" tanya Khan pada Khamir.


"Ananda kita terlalu lemah saat ini, bukannya membantu malah akan menghambat pasukan" Khamir mencoba menjelaskan pada anaknya itu.


Semetara itu tiga mahasiswa terkena serangan mental, mereka menggigil tak bisa bersuara akibat melihat hal yang tak pernah sekalipun pernah mereka bayangkan.


Di kamar, Ibunda kembali menceritakan Awal mula Riad, Madi, Jay dan Rianti. Berharap anak kesayangannya bisa kembali sadar.


Dulu waktu Riad lahir berselang berapa menit kemudian Jaylani lahir dan menangis begitu keras, sedangkan Riad tak menangis sedikit pun, hingga membuat Ayahanda cemas dan memasukan Aura unsur Petir, Bayangan, Api, Air, Bumi, Besi dan Kayu. Namun Riad malah mengeluarkan Aura unsur Angin yang menelan unsur lainnya.


Unsur Angin sama sekali tak bisa dilatih, unsur yang sudah hilang dari Klan.


Membuat Ayahanda sedikit kecewa, berbeda sekali dengan Anak kembarnya Khan dan Khim yang di penuhi Aura Unsur Petir bahkan hampir saja tangisannya meledakan kamar sewaktu lahir.


Setahun kemudian lahir Rianti dengan unsur kayu namun dia punya kekuatan yang membahayakan, wajahnya tak bisa dilihat langsung akan mengakibatkan orang yang melihatnya jadi Boneka Kayu.


Musanto ayah dari Rianti menyadari akan hal itu langsung memasang segel topeng kayu yang akan mengikuti pertumbuhannya agar tak membahayakan orang disekitarnya.


Tentu hati Musanto begitu hancur putri kecil nya memiliki kutukan dari kekuatan itu.


Tangisan pertama Riad di keheningan malam yang mengeluarkan aura berbentuk jarum membuat Ayahanda Khamir bangga, karena sekecil itu sudah bisa mengeluarkan Aura Senjata.


Dengan polosnya Riad, Jay, Rianti bermain dijaga oleh Madi yang lebih tua dari mereka.


Rahmadi biasa dipanggil Madi Anak pertama Hasbullah terlahir dengan Unsur Aura Bumi dilatih sejak dini oleh Guru Element bumi.


Jaylani atau biasa dipanggil Jay anak kedua Hasbullah dengan Unsur Aura Api dilatih sejak dini oleh guru Element Api dengan kekuatan bawan lahir AURA PENGHILANG WUJUD (Tak bisa di deteksi jin).


Riad sejak kecil selalu dibawa latihan Ayahanda Khamir Sang petir dan Tim Bayangan, selalu ingin menjadi kapten, Unsur Aura Angin ( Aura langka) dianggap lemah.


Namun Riad punya jiwa pemimpin, penuh semangat, tangguh, cepat tanggap, mempelajari semua Unsur Elements Aura.


Rianti putri dari Musanto terlahir dengan kekuatan aneh diwajahnya, dengan Unsur Aura Kayu dilatih sejak dini oleh guru Element unsur kayu.

__ADS_1


Bersambung...


Simak terus kelanjutannya jangan sampai ketinggalan ya jangan lupa favorit, like, And coment " Sampai jumpa lagi di chapter selanjutnya salam baku hantam !! " 👊 💥


__ADS_2