Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
POLEMIK ASMARA


__ADS_3

Riad kaget karena rencana pertunangan yang mereka selenggarakan berubah jadi acara pernikahan.


Riad dan Rianti yang sedang telponan.


"Rianti tolong lah ini terlalu cepat..?" Riad menegaskan ketidakinginan nya.


"Kamu mau menunggu apa lagi.. oh apa karena kamu punya cewek lain, jadi kamu sudah tak menginginkan ku lagi..!" Rianti marah.


"Kan sudah aku jelaskan kenapa aku bisa dekat dengan dia, aku sayang sama kamu tapi.." Riad bingung.


"Iya.. tapi kamu cinta dia kan.. apa aku sudah tak berarti lagi di matamu, saat aku sudah bisa menunjukan wajah ku pada semua orang.." Rianti menangis.


"Rianti.. kamu jangan nangis, baiklah aku akan penuhi keinginanmu dengan satu syarat..?" Riad serius.


"Kamu juga mau menikah dengan cewek itu kan..!" Rianti menebak.


"Bukan itu Rianti.. lihat nanti saja lah, yang penting aku mau nikah sama kamu jadi kamu jangan mikirin yang macam-macam.. aku cinta kamu.. muahh.." Riad ingin menutup telpon.


"Aku cinta kamu.. muah.. muah..!" Rianti begitu cinta Riad.


"Sudah telponan nya..!" Ryuna yang muncul tiba-tiba.


"Eh kamu sudah selesai!" Riad kaget.


"Sudah dari tadi, jadi kalian bukan nya tunangan tapi langsung menikah kan" Ryuna menahan airmata.


Riad mendekati Ryuna.


"Lihat dalam mataku ada siapa, ada kamu.." Riad mencoba menenangkan Ryuna.


"Apa artinya diriku bila kamu akan bersamanya..!" Airmata Ryuna tumpah tak tertahan lagi.


Riad ingin memeluk Ryuna tapi itu bukan tindakan yang tepat, sehingga dia cuma bisa membiarkan gadis yang di cintainya menangis begitu saja, tanpa bisa berbuat apapun.


Untuk pertama kalinya Riad seseorang yang sangat disegani di desa Bayangan yang kini jadi tempat wisata, tertunduk didepan seorang gadis hanya karena sebuah cinta.


"Ryuna seumur hidup ku, aku tak pernah meminta apapun dari seseorang, di hadapan mu aku bukanlah apa-apa, aku hanya lelaki bisa yang terjebak dalam lingkaran hati..!" Riad tertunduk di depan Ryuna.


Ryuna tertegun dia tak sanggup melihat lelaki yang dicintainya merendahkan diri hanya karena dia, sehingga Ryuna membangunkan Riad dan memeluknya begitu erat seakan itu adalah sebuah pelukan perpisahan.


"Aku meminta kamu tetap disini, aku akan ke Jepang untuk melamar mu pada orang tua mu, aku tak tau apakah bisa berlaku adil padamu dan Rianti nantinya.. tapi satu hal yang pasti aku tak sanggup jauh darimu!" pinta Riad.


"Aku bingung..!" Ryuna menangis.


Riad mengajak Ryuna ke suatu tempat sepi yang tak ada orang.

__ADS_1


"Seharusnya aku selalu berada di samping nona Ryuna, sekarang aku cuma bisa percaya pada Riad" Miyuki membiarkan.


"Percaya saja padanya, karena tak ada orang yang bisa aku percaya sejak kecil selain Riad" Jay menegaskan pendapatnya.


Jay dan Miyuki saling menatap sebelum dikagetkan oleh Madi.


"Ini anak berduaan mulu..!" Madi yang datang bersama Sora.


"Kita dulu waktu kecil kemana-mana bertiga.. seiring waktu berjalan dunia berubah" ucap Jay yang menggandeng Miyuki.


Madi gak mau kalah juga mengandeng Sora.


"Aku tau Riad kemana ketempat rahasia kita waktu kecil, dinding persembunyian.. kita kesana yuk..!" ajak Madi.


Mereka pun memutuskan untuk kesana, Madi dengan niatan mengganggu Riad siap beraksi.


Di sebuah dinding tebing.


"Kita ngapain disini..?" Ryuna bingung.


Riad memakai aura nya untuk membuka pintu rahasia, sehingga batu bergeser Riad membawa Ryuna masuk.


Ryuna hanya pasrah akan apa yang nanti bakal terjadi dan apapun yang dilakukan Riad padanya.


Mereka melintasi lorong dan sampai pada sebuah ruangan.


"Kamu mau coba itu..!" Riad menawarkan.


Riad mengajak Ryuna permainan yang dia bikin sewaktu kecil, menggelindingkan bola batu kearah tiga lobang yang berjejer berdekatan entah masuk ke lobang yang mana itu lah yang jadi hantu berlari mengejar yang lain, sedangkan yang gak masuk berlari menghindari kejaran hantu.


Jadi siapa yang tertangkap dikasih hukuman memegang bola batu lalu berputar 10 kali sampai pusing, kemudian berjalan ke garis dan melempar lagi bola kearah lobang yang setiap lobang nya milik 1 orang.


"Jadi siapa yang duluan lempar?" tanya Ryuna.


"Lobang kiri punyaku kanan punyaku tengah punyamu, adil kan dan yang lempar duluan kamu, ini garis nya silahkan lempar" Riad menyerahkan bola batu pada Ryuna.


Ryuna menggelindingkan bola dan masuk lobang tengah baru saja berpaling Riad sudah menghilang.


Ryuna berkeliling mencari Riad namun tidak ketemu, hingga Ryuna berputus asa dan memanggilnya.


"Sayang.. sayang.. dimana sih..!" Ryuna hampir menangis namun.


"Ryuna kamu kenapa..?" Miyuki masuk bersama yang lain.


"Kamu pasti lagi main permainan bola batu kan?" Madi menahan tawa sedangkan yang lain tertawa.

__ADS_1


"Kenapa sih emang ada yang lucu, aku ditinggalin.. Riad jahat..!" Ryuna kesal.


"Itu di belakang kamu.. hahaha..!" Madi tertawa ke ingat dulu pernah di kerjain Riad dengan hal yang sama.


"Aku gak kemana-mana ayang dari tadi di belakang kamu.." Riad memberi tahu ke Ryuna yang langsung memeluk erat dirinya.


"Ini tempat dulu kami sering bermain untuk bolos latihan" Jay memberi tahu yang lainnya.


Mereka berkumpul bermain kembali seperti semasa masih kecil.


Sora tertawa membuat Madi bahagia walau pun dia yang dikerjai Riad dan Jay.


"Sudah ah capek.." Madi istirahat berbaring di paha Sora yang duduk di bangku taman bermain.


Sora mengelus rambut Madi, sepertinya dia sudah bisa percaya lagi dengan orang lain dan telah membuka hatinya.


"Sora.." panggil Madi.


"Sora.. Sora.. Sora..!"


"Apa sih.. aku begitu dekat dipanggil berulang-ulang..ih" Sora memencet pipi Madi.


"Di pikiran aku cuma ada nama kamu" Madi menggombal.


Sora mau mencium bibir Madi tapi dia malu memperhatikan sekitar, yang lain entah kemana akhir nya Sora memberanikan diri untuk pertama kali nya mencium Madi yang ada dipangkuan nya itu.


Sedangkan yang lain juga berciuman di pojok mereka masing-masing, ciuman yang bergelora membuat pemuda dan pemudi itu di mabuk asmara.


Diluar ruang rahasia.


"Tadi perasaan mereka ke arah sini, kok bisa hilang ya..!" Pria live streaming yang ternyata memata-matai Ryuna dan Miyuki, kadang dia pura-pura live sengaja ke arah Ryuna biar bisa di lihat Tomaru.


"Nah lagi ngapain..!" wanita Pirang mengagetkan.


"Mengendap-endap begitu mencurigakan..!" Loli berprasangka buruk.


"Aku lagi.. ngeplog lah emang apaan lagi.." Si pria membela diri.


"Dasar pria yang aneh.. aku mau kesana dulu!" Loli ingin ke suatu tempat.


"Duluan aja.. nanti aku nyusul" si pirang yang penasaran.


"Jadi gimana tentang hubungan kita..?" wanita Pirang minta kejelasan.


"Aku.. belom bisa pacaran, soalnya viewers aku suka nya aku jomblo" jawab pria yang lebih mementingkan viewers nya ketimbang dirinya sendiri.

__ADS_1


Bersambung...


"Sampai jumpa" 👋


__ADS_2