Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
AURA SAYAP MALAIKAT


__ADS_3

Para Sekte Dukun Alam yang mencoba menembus perisai lapis kedua dihadang Madi dan Jay dibantu oleh Tim Besi.


"Saatnya Tim Besi unjuk gigi.. semua bersiap..!!" Perintah Kapten Tim Besi.


Tim Besi terkenal dengan gaya tarung berkelompok bentuk formasi perangnya.


"Formasi piramid.. Aktifkan AURA PEDANG PEMISAH.." komando Kapten membentuk garis ujung tajam.


Sementara Madi dan Jay mencoba serangan gabungan.


"AURA DURI BERACUN.." Madi melayangkan aura berbentuk batu kecil lancip digabung dengan "AURA SEMBURAN API BIRU.." Jay menyemburkan api nya ke aura Madi hingga terciptalah gabungan aura baru.


AURA PELURU RACUN API BIRU.


Para Sekte Dukun berhamburan menghindari serangan aura peluru yang melesat menghujani mereka.


Sebagian dukun yang terkena peluru, badan mereka lemas dan api biru perlahan melalap tubuh mereka, melemahnya para dukun membuat jin yang mereka bawa ikut melemah.


Para dukun itu kebingungan maju kena tebasan Tim Besi dengan formasi anehnya sembari menghindari peluru yang melesat mengarah ke mereka.


Dan pasukan Tim Bayangan berhasil mengalahkan jin siluman yang menghancurkan desa.


"Kita mundur dulu, ternyata mereka sengaja membuat kita lelah, dengan membiarkan desa mereka kita hancurkan, kemudian mereka membalas serangan kita serempak" ucap Panglima Dukun yang kemudian menghilang jadi kabut asap.


Senjata pusaka dukun berserakan di mana-mana seperti sampah, senjata berupa benda itu tak mampu melawan senjata berbentuk aura dari tenaga dalam, hingga para dukun tak bisa lagi mengunakannya.


Sedangkan para dukun yang tak beruntung karena bertemu Hasbullah harus tewas, mengenaskan, terkena senjata pamungkas AURA KAPAK GELEDEK yang mengamuk, serangan yang tak bisa ditahan namun memakan aura yang besar senjata berbahaya yang meminta nyawa jin ataupun manusia.


Di Sekte Dukun Alam.


"Aku tidak menyangka mereka begitu licik bersembunyi, lalu menyerang bersamaan, semua warga desa adalah pasukan Nafas Patikaman walau tak semuanya hebat, setidaknya beberapa orang dari mereka luka berat.. hahaha." Masih bisa Ketua Sekte tertawa sedangkan pengikutnya malah ada yang tewas.


"Kita akan teror terus mereka biar hidup mereka tidak tenang..dan warga yang berhasil kita culik akan kita jadikan penawaran untuk membebaskan Bajol anakku, yang dulu berhasil membunuh salah satu pemimpin mereka hahaha.."


Dari warga yang mereka culik ada satu anggota Tim Kayu Rianti, mereka menculik anak kecil dan nenek-nenek biar tak bisa melawan dan dianggap lemah.


Rianti sengaja diculik agar bisa ketemu ibunya yang berada di Sekte Dukun berharap bisa mengajaknya pulang, tanpa tau bahwa sejak awal ibunya sudah dikendalikan oleh Sekte Dukun dengan paku yang menancap di kepalanya.


Di ruang penjara Sekte Dukun.


"Cepat jalan dasar nenek-nenek peyot..!" bentak penjaga penjara itu memasukan mereka ke sel tahanan bawah tanah.


"Semuanya bersiap, sebentar lagi operasi penyelamatan akan kita mulai!!" perintah Kapten Lina

__ADS_1


Rupanya nenek-nenek itu adalah Tim Kayu yang menyamar.


Karena menganggap tawanan lemah Sekte Dukun tak memasang pagar gaib di sel mereka sehingga dengan mudah keluar untuk mencari rute jalan kabur, sebelum penyelamatan dilakukan.


"AURA SERBUK BUNGA MIMPI.." Kapten Lina melepas Auranya biar tawanan lain tertidur dan tidak berisik takutnya belum sempat di tolong sudah ketahuan penjaga.


"Kak Mey itu ibuku.." Rianti menemukan ibunya yang dipasung seperti orang gila.


"Dukun biadap..!" Mey sempat marah melihat tindakan keji itu, namun dia harus menahan emosi sambil menyuruh Rianti sabar dan meyakinkan bahwa sebentar lagi akan kabur dari penjara membawa ibunya.


"Tim penggali bagaimana jalur evakuasi sudah ditemukan?" tanya Kapten pada dua anggotanya.


"Jalur aman, lubang arah timur laut siap" jawab Zela yang bersama Mina, tim penggali.


"Ada 14 orang tahanan sepertinya agak sedikit sulit untuk membawa mereka semua, dan ada pos penjaga di sisi barat dan timur" lapor Mey tim pemantau bersama Rianti.


"Semua laporan diterima, kita akan segera menyusun siasat pelarian" Lina yang sedari tadi mengelabui penjaga dengan AURA PENIRU WUJUD hinga seakan-akan mereka masih diam di sel.


Di Padepokan Nafas Patikaman.


"Rianti mana.. aku mau berbicara dengan nya?" tanya Riad.


"Rianti sedang dalam misi bersama timnya menyusup ke Sekte Dukun Alam" jawab Khamir pada anaknya.


"Ayahanda apa kita harus merahasiakan kejadian diluar" tanya Khan pada ayahnya.


"Sepertinya takkan bisa, karena adikmu itu tipe anak yang kritis dalam berpikir" jawab Khamir.


"Kita keluar kamar, sepertinya Riad sudah tertidur" Ibunda mencium pipi anaknya.


"Aku di sini aja ya bunda" pinta Khim curiga.


Mereka pun keluar kamar meninggalkan Riad dan Khim.


"Gak usah pura-pura tidur..aku tau kamu mau keluarkan?" tanya Khim yang sangat memahami adiknya itu.


"Iya kak..aku tau di luar sedang ribut, bolehkan aku nengokin, boleh ya kak.."


Mereka pun keluar diam-diam menyusup di antara warga yang mengungsi di dalam padepokan.


Saat Riad dan Khim melihat keadaan sekitar dari atas tembok tinggi benteng padepokan.


Semacam ada sesuatu berkecamuk di dadanya.

__ADS_1


"Kak..separah ini serangan Sekte Dukun?" tanya Riad seperti menahan air matanya.


Rumah, taman, kebun, sawah, dan orang-orang yang masih terluka pemandangan ini membuat aura Riad aktif dengan sendirinya, angin bertiup menyejukkan para petarung yang habis berperang.


"Hembusan udara sejuk ini, Kapten Riad.." Jay menyadari.


"Sepertinya Kapten kita sudah sadar" ucap Madi yang bersama Jay, sedang membantu warga sehabis perang.


AURA CEMETI AIRMATA AMARAH aktif tanpa dipanggil.


AURA SAYAP MALAIKAT aura sayap lebar yang cuma ada dicerita dongeng saat Khim masih kecil sering diceritakan kakek sewaktu beliau masih hidup.


"Kakak aku pergi dulu..!!" dengan sekali kepakan sayap Riad melesat hilang terbang ke langit.


Khim terdiam kagum, ternyata cerita kakek itu nyata.


Desa di balik bukit tempat Sekte Dukun Alam yang baru dibangun bersembunyi, setelah desa terdahulunya hancur.


Tiba-tiba bola kristal dukun peramal pecah.


"Dia datang..dia datang..dia..!!" teriak peramal tua itu histeris.


"Bocah itu bukannya terjebak di alam jin, bagaimana dia bisa keluar" Ketua Dukun panik.


Terdengar suara gemuruh dari jauh desiran angin itu membuat Sekte Dukun memperkuat pagar gaib dengan menumbalkan pengikutnya sendiri, namun percuma Riad sudah ada di atas desa mereka.


Kepakan AURA SAYAP MALAIKAT membuat hembusan angin deras yang menumbangkan pohon keramat mereka tercabut!!. Rumah yang terbuat dari batu dan tumbal penguat pondasi pun retak hancur berkeping-keping.


Namun para dukun masih kuat berdiri seperti paku yang menancap bumi dengan segala ilmu gaib nya para dukun menyerang Riad yang terbang di langit mengelilingi desa bagai burung elang mengincar mangsa.


Riad pun menukik turun tajam, cambukan Aura Cemeti nya membuat hancur segalanya sampai-sampai tercipta lobang kawah dengan suara lentingan dahsyat dari hantaman itu membuat jantung terasa berhenti.


Di bawah tanah penjara yang bergetar penjaga penjara panik berlarian keluar.


"Aku merasakan aura Riad yang mengamuk!!" ucap Rianti.


"Sepertinya saatnya kita keluar dari tempat ini, ayo kita bebaskan tahanan.." perintah Lina Kapten Tim Kayu.


Bersambung...


Apakah Sekte Dukun akan lenyap selamanya.. Bisakah Tim Kayu membawa tahanan keluar sebelum tertimbun reruntuhan penjara??!!.


👻🌪️✨ "Sampai Jumpa" 👋

__ADS_1


__ADS_2