
Di lantai dasar menara gedung, terlihat seseorang yang lehernya dirantai, badannya besar berotot di kedua tangannya menggenggam barbel yang ukurannya cukup besar seperti atlet binaraga tepat berada di depan pintu masuk gerbang utama.
"Lah.. itu kenapa lehernya diikat begitu ya?" udah kaya guguk penjaga aja!!" Khan melihat keheranan.
"Kita tanya aja, mungkin dibolehin lewat, lumayan menghemat tenaga" Khim berkata sambil melangkah mendekati orang itu.
Orang itu menatap kearah Khim yang melangkah mendekatinya, sambil terus mengangkat barbel entah dari sejak kapan dia melakukannya tanpa henti.
"Eh.. Kaka yang gagah perkasa kami boleh lewat gak?" tanya Khim ramah.
Orang itu hanya mendengus tanpa berkata dan peduli.
Khim pun berjalan menuju gerbang baru saja menyentuh mencoba mendorong, tiba-tiba orang itu menerjang, memukulkan besi yang ada di tangannya, untung saja Khan sempat menahan rantai yang ada di leher orang itu sehingga hanya meremukkan lantai tepat di sebelah Khim berdiri.
Dari hembusan hidung orang itu mengeluarkan asap, dia berbalik memukulkan besi di tangannya ke arah Khan, namun dengan cepat Khan mengeluarkan AURA GADA MEMBARA hingga tubrukan dua benda keras itu membuat dentuman yang memekakkan telinga.
Khim pun mengeluarkan aura senjata yang sama memukul orang itu akan tetapi, bisa ditahan dengan besi di tangan satunya.
Bertubi-tubi Khan dan Khim menyerang tanpa ampun, hingga pada akhirnya orang badan berotot itu tak sanggup juga menahan hantaman GADA MEMBARA saudara kembar.
Orang itu penyet dan menjadi abu membara.
"Khim sudah.. cukup..!!" Khan menegur kembarannya yang sudah tersulut emosi.
"Dasar Anjing..! aku sudah ngomong baik-baik malah diserang.." amuk Khim pada orang yang sudah gepeng jadi abu itu.
Roh orang itu pun keluar dengan wajah ceria lalu menghilang. Namun barbel nya masih tertinggal dan ada semacam keterangan mengambang yang bertulis. °Besi Peningkat Tenaga°.
Sepertinya sebagian orang-orang di Alam Randa dulunya adalah manusia yang juga terjebak, atau pernah mengikat janji dengan Jin.
Belajar dari lantai dasar tanpa banyak tanya lagi Khan dan Khim langsung menggebuk para Jin yang menghalangi laju langkah mereka.
"Ini sudah lantai ke berapa sih..?? "Berasa banyak banget, ada lift tapi tak bisa digunakan" gerutu Khan yang mulai bosan.
Mereka tidak tau bahwa untuk mengakses pintu lift harus memakai gelang logam, sehingga sedari tadi hanya naik mengunakan tangga darurat.
"Apa lagi ini.. ada restoran, aromanya enak juga, jadi laper" Khim yang sejak memasuki alam Jin hanya mengkonsumsi auranya sendiri mulai tergoda.
__ADS_1
"Sudah tau itu makanan bangsa Jin, mau nantinya kamu muntah darah, dasar cewek..!!" tegur Khan pada kembarannya yang hampir saja terlena.
Para Jinna yang lagi duduk santai ataupun sedang makan itu semua langsung berdiri dan berlari, menyerang ke arah saudara kembar yang masih memegang AURA GADA MEMBARA, pastinya dengan mudah mereka menghajar Jin yang mirip manusia itu hingga berhamburan, terlempar kesana kemari membuat keadaan di restoran itu kacau hancur berantakan.
Sang juru masak berbadan gempal pun keluar membawa dua buah golok pemotong daging berlari mau menebas Dua Kembar yang berdiri berdampingan, namun sekali gebuk serangan dua sisi Khan dan Khim membuat badan gempal itu terjepit gepeng menjadi abu membara. Rohnya pun keluar dengan wajah ceria.
°Besi Pemotong Kualitas Rendah° muncul lagi keterangan dari golok yang ditinggalkan Jin itu.
"Ini semacam item kayak di game, aneh memang dunia sini..!" ucap Khan yang sering bermain game online sewaktu di kota.
"Biasanya mereka memang meninggalkan senjata atau sering kita sebut pusaka, tapi hanya Jin tingkat atas saja" Khim berbicara sambil mengunakan satu item barbel yang tadi dia dapatkan buat menambah stamina.
"Kamu laper tapi gak bisa makan kepikiran aja cara begituan, hahaha.." Khan pun juga mengikuti cara itu, karena masing-masing dari mereka mengambil satu dari dua barbel hasil mengalahkan Jin berotot.
Selagi mereka menambah stamina keluar lagi enam jin gempal yang sama dari arah dapur restoran.
"Astaga..!! Sinkronisasi..!! AURA LISTRIK GABUNGAN..!!" Khan mengaktifkan aura tambahan.
"AURA LISTRIK GABUNGAN" Khim pun juga mengaktifkan auranya.
Khan dan Khim memukulnya bolak balik seperti memainkan bola tenis jin yang sudah gosong karena setruman aura listrik dan AURA GADA MEMBARA itu satu persatu habis mereka bantai.
Lagi-lagi roh berkeluaran dari para Jin yang gosong itu, pemberitahuan seperti sebelumnya juga muncul.
"Apa gak kebanyakan item ini? "Khan bingung mau diapakan.
Muncul lagi keterangan °Besi Pemotong Digabungkan°.
Khim pun meminta punya Khan untuk menggabungkan item yang barusan didapat.
Golok-golok itu menyatu dan menjadi satu item baru. °Besi Pemotong Istimewa°.
"Begini saja..! Cuma begini..! Tapi statusnya naik sih dari kualitas rendah jadi istimewa, tapi bentukannya sama golok pemotong daging juga" Khan kecewa karena berharap jadi bentuk pedang atau senjata lain dengan bentuk yang lebih bagus.
"Nanti pasti berguna Khan, pikiran kamu itu item buat gelut mulu". Biar aku saja yang simpan" dengan segera Khim menyimpan item baru itu.
Mereka pun naik ke tingkat selanjutnya.
__ADS_1
Di tingkat selanjutnya yang mereka naiki hanya ada para Jinna biasa tanpa banyak membuang waktu menghajar memukuli melesat dari lantai ke lantai, hingga sampailah pada suatu lantai yang dipenuhi kursi penonton dan panggung pertunjukan sulap.
Di panggung itu seorang pesulap sedang pentas dengan beberapa asisten wanitanya yang terlihat begitu vulgar.
"Wow.. pertunjukan fantastis..!!" decak kagum Khan.
"Dasar cowok..!! Para wanita itu adalah Jinna jangan lupa jin tau, meski mirip sekali dengan kita manusia" ucap Khim menyadarkan saudara kembarnya itu.
"Iya.. aku tau tenang saja, aku gak akan tergoda seperti seseorang yang tadi sempat kelaparan" sahut Khan sambil mengejek.
Pertunjukan Sang Pesulap sungguh ajaib banyak hal-hal tak masuk akal terjadi di panggung itu.
Sang pesulap menunjuk kearah tempat Si Kembar berada, para penonton yang tadi duduk menikmati pertunjukan pun berdiri menoleh ke belakang, mereka menatap tajam.
Pertarungan brutal pun tak bisa terelakan, Jin yang ada di sana sekelas bangsawan, mereka berdua dikeroyok banyak Jinna.
Aura sambaran listrik menjalar kemana-mana, Khan dan Khim cukup kewalahan menghadapi para penonton yang sudah menggila.
"Mereka setingkat lebih kuat dari Jin biasa yang sebelumnya kita kalahkan!!" Khim berkata pada Khan dimana mereka terpojok dan saling membelakangi.
Mereka pun mengaktifkan senjata pamungkasnya yaitu AURA TOYA POSITIF DAN NEGATIF.
Aura....! Aura....! Aura....! sudah beberapa jenis aura mereka aktifkan untuk menghadapi para jin itu.
"Ini sudah setingkat peperangan!!", bukan lagi sebuah pertarungan!!" sambil tersengal-sengal Khan berkata dengan semangat yang telah padam.
"Maafkan kami adikku, mungkin sampai di sini saja perjuangan kakakmu ini!!" suara lemah pasrah Khim berkata pada keadaan yang sudah diluar kendali.
AURA JIRAH MALAIKAT PENCABUT NYAWA ( jirah tingkat 3) retak tak tahan lagi menahan serangan para Jinna sekelas bangsawan meski sebagian dari Jin itu pun sudah terkapar tak berdaya, namun masih ada beberapa yang masih bisa bertahan.
Ruangan pertunjukan hancur berantakan suasana kisruh kacau tak terkendali, dari panggung Sang Pesulap masih diam memandangi pertempuran, dengan asisten yang berpose liar di sekitarnya.
Bersambung...
Sampai di sini sajakah perjuangan Sang Kembar, apakah Riad harus terjebak di Alam Randa selama-lamanya?
"Tunggu kelanjutannya ya" 👋
__ADS_1