
Riad begitu kaget melihat wajah gadis yang dia kenali berjalan dan kemudian berlari menghampirinya, Rianti langsung memeluk kekasih pujaan hatinya itu.
Setelah turun, melepas pengaman Ryuna mencari Riad ternyata, sedang berpelukan dengan perempuan lain yang sepertinya seumuran dengannya.
"Mungkin dia adiknya!" Ryuna takut salah sangka lagi.
Ryuna menghampiri perlahan berjalan ke arah Riad yang sedang berpelukan dengan perempuan itu.
"Rianti kamu gak pakai topeng lagi..?" Riad senang namun bingung.
"Kutukan aku sudah lenyap, mungkin saat beradu kekuatan dengan Jin Dewi Ular waktu itu. Pokoknya sekarang kita sudah bisa nunjukin ke orang-orang kalau kita saling mencintai" Rianti yang suka sekali warna hijau itu sangat bahagia.
Ryuna yang diam-diam mendengarkan percakapan itu hanya bisa meneteskan air matanya lalu berlari menjauh.
"Ryuna..!" panggil Miyuki kepada teman nya yang berlari seperti sedang menangis.
"Beib.. aku kejar Ryuna dulu ya?" Miyuki meminta izin ke Jay.
Jay menganggukan kepala, kemudian berjalan ke arah tempat asal Ryuna berlari, begitu kagetnya melihat Riad sedang berpelukan dengan Perempuan entah siapa.
"Riad..!" panggil Jay.
"Eh.. Jay, kamu lihat Ryuna gak?" tanya Riad.
"Parah banget sumpah.., iya aku tau kamu ganteng tapi gak gini juga kali.. dia itu siapa lagi..!?" Jay marah.
"Hai Jay.." Sapa Rianti.
"Sebentar suara kamu seperti aku kenal, tapi gak mungkin..!" Jay menduga tapi masih tak percaya.
"Ini Rianti.. Jay..!" Riad memberitahu.
"Bukan nya wajah Rianti gak bisa dilihat ya?" Jay masih tak percaya.
"Gimana aku cantik gak Jay?" Rianti menunjukan dirinya.
"Nanti aku ceritakan, sekarang kamu tenang dulu.. mungkin ini akan menjadi sangat rumit, tolong kamu temani Rianti dulu" pinta Riad yang langsung berlari.
"Ryuna kamu kenapa..?" Miyuki khawatir.
"Aku gak papa, hanya kaget saja.." Ryuna menarik nafas.
Ryuna mencoba menenangkan dirinya.
"Aku tak tau kedepannya akan bagaimana harus nya aku.." Ryuna memeluk Miyuki.
Miyuki masih bingung dengan apa yang terjadi, namun sebagai penjaga yang ditugaskan mengawasi Ryuna. Miyuki akan menunjukan siapa dia sebenarnya.
"Kamu mau langsung ke kamar apa mau selesaikan masalah ini..?" tanya Miyuki.
__ADS_1
Ryuna terdiam sejenak, kemudian memilih untuk pergi ke kamar saja. Miyuki hanya bisa menurutinya walaupun sebenarnya mau menyelesaikan sebelum berlarut-larut.
"Ryuna..!" teriak Riad memanggil.
Miyuki menghalangi Riad yang ingin menggapai Ryuna berlari tanpa perduli.
"Aku kira kamu bisa menjaga hatinya namun ini yang kau berikan.., mungkin kemaren-kemaren aku masih membiarkan, tapi kali ini mungkin aku akan ikut campur, karena sebenarnya aku bukan hanya teman Ryuna, aku ditugaskan jadi penjaganya dari kecil sampai sekarang..!" Miyuki marah.
Riad memegang lengan Miyuki.
"Aku tau.. dan bagiku kamu bukan hanya menjaganya, tapi juga telah menjadi teman terbaik yang selalu ada diwaktu dia susah dan senang. Sekarang biarkan aku membantumu untuk menjaganya" tatapan Riad membuat amarah Miyuki seakan tertiup angin.
Miyuki hanya terdiam kaku, sedangkan Riad berlari melewatinya mengejar Ryuna.
Masih di depan, Ryuna mau membuka pintu kamarnya.
"Ryuna.. dengarkan aku?" Riad memegang tangan Ryuna.
"Sedari awal aku tau, aku melakukan hal bodoh.., tapi aku masih saja melanjutkan kebodohan ku itu karena.." kata Ryuna terpotong saat Riad langsung memeluk nya.
"Aku tau mungkin aku egois, tapi jujur rasa cintamu itu bukan suatu kebodohan" suara Riad lembut berbisik ditelinga Ryuna.
"Maaf aku mencintaimu, maaf aku.." Ryuna kembali menangis.
"Sudah.." Riad mengusap airmata Ryuna.
Kemudian mencium Ryuna lembut dengan segala perasaan yang ada, begitu dalam menyelam begitu jauh, meninggalkan semua yang ada dipermukaan, memisahkan diri dari hingar bingar kehidupan. Sehingga yang tersisa cuma cinta, tanpa ada orang yang akan bisa mengganggunya.
Ryuna yang ada diperlukan Riad hanya bisa merelakan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Di toilet wanita. Sora yang lagi poop, mengeluarkan sesuatu benda asing selain sisa dari pembuangan pencernaannya.
Madi yang menunggu diluar dengan santai.
"Madi.. sini.. masuk..!" Sora memanggil.
Dengan sigap Madi masuk ke dalam toilet wanita.
"Ada apa Sora..?" Madi kaget melihat Sora yang...!
"Itu lihat ke lubang closed..?" suruh Sora.
"Ini kan kuning.." Madi bingung.
"Bukan itu.. didalam nya ada benda menyala..!" Sora memberitahu.
"Kamu ke toilet sebelah dulu selesaikan urusanmu ini biar aku yang.., sedikit jorok sih" Madi berusaha mencoba santai menanggapi keadaan.
"Madi.. kamu ngapain di toilet wanita..!?" Sira kaget melihat Madi.
"Aku bisa jelasin.. kamu lihat dulu itu didalam closed..!" Madi meminta dan menyuruh Sira saja yang mengambil benda yang tercampur dengan si kuning.
__ADS_1
"Ini kan alat pelacak..!" Sira kaget dan langsung membawa benda itu ke tim yang berwenang.
"Untung yang masuk Sira bukan Sari yang galak.., untung juga dia yang angkut. Secantik cantik nya cewek ya.. itu nya tetap saja.. dah lah" Madi mengecek Sora di kamar sebelah dalam ruangan toilet wanita itu.
"Madi.., keluar..!" teriak Sora.
"Cewek memang aneh, tadi manggil sekarang ngusir..!" Madi bagong emang.
Setelah beberapa saat Madi mengajak Sora yang sudah selesai melakukan kegiatan pribadi nya itu, untuk masuk ke ruangan penyelidikan.
Setelah tim penyidik mematikan alat yang terkontaminasi bau alam liar itu, mereka kembali menanyai Sora apakah dia ada hubungan nya atau memang bekerjasama dari awal. Sora mengaku waktu sebelum di ikat menelan sesuatu yang paksa oleh seseorang bertopeng.
"Sepertinya Sora memang tidak tau, anak seumuran dia ini memang mudah untuk diperalat" Madi membela Sora.
"Semua tim yang ada siaga satu..!" perintah Komandan Bayangan yang jadi pemimpin penyelidikan.
"Lapor Komandan, dari radar terdeteksi helikopter mengarah ke tempat kita, terlihat dari kamera satelit mereka memakai topeng..!" lapor tim pemantau.
"Tembak jatuh mereka sebelum memasuki area kita..!" Perintah cepat Komandan tertinggi pasukan tim.
Seseorang yang meneropong dari jauh.
"Ketua kenapa kita tidak ikut naik helikopter itu?" tanya salah satu pasukan bertopeng.
Terdengar ledakan di udara.
"Aku sudah menduga tidak semudah itu kita memasuki area mereka kecuali kita menyamar jadi Wisatawan, hanya saja kita tak bisa membawa senjata masuk, namun aku sudah mempersiapkan rencana cadangan hehehe.." entah apa yang dipikirkan ketua orang-orang bertopeng itu.
"Perkuat penjagaan sekali lagi situasi siaga satu.. pasukan Tim Bayangan lacak jatuhnya helikopter.." komandan menyalakan alarm situasi darurat.
Mangrove park.
Jam tangan digital menyala dengan tanda bahaya.
"Jay.. Stasiun pusat memanggil (Padepokan Nafas Patikaman) sepertinya ada situasi darurat..!" Rianti memberitahu.
"Kita harus segera kembali..!" Jay serius.
Restoran.
"Panggilan darurat..!" Khim merespon.
Bank.
"Ada apa ini..!" Khan bersiap.
Riad yang lagi bersama Ryuna.
"Ayangku.. maaf ada panggilan darurat, nanti aku hubungi lagi.." Riad slow respon.
Mereka semua pun bersiap berkumpul kembali menjalankan tugas mereka yang sebenarnya.
__ADS_1
Bersambung...
"Sampai jumpa..!" 👋