Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
RAJA JIN KLAN HARIMAU


__ADS_3

Dari atas tebing di kejauhan.


"AURA MATA LANGIT.." dengan auranya Khim melihat basecamp pertambangan batubara yang sepertinya tidak beroperasi dan terlihat sepi.


"Di bawah, sekitar 1 kilometer lebih, arah barat daya, di sebelahnya ada jalan, kita sebenarnya bisa kesana pake mobil, dasar guru jahil malah memilih jalan mendaki gunung lewati lembah macam gini..mana ditinggalin lagi..!!" Khim terlihat kesal, dan disambung omongan Khan.


"Malam itu, selepas para bocil ngalahin tuh jin ganas, jatuh bola pesan dengan suara pelan dan seram yang berbunyi.. selamat misi tersembunyi selesai, dan kalian harus menyelesaikan misi selanjutnya, kalian dapat predikat Bocah Sakti..!! entah dia jatuhin nya dari mana, emang kalau udah jadi pasukan Khusus Bayangan kayak gitu semua, orangnya aneh-aneh" dengan enteng Khan ngomongin guru pembimbingnya yang memantau secara diam-diam dan tau lagi di jelek-jelekin.


Dan guru pembimbing itu pun menulis sesuatu di buku yang entah itu buku nilai atau buku laporan.


"Oke.. kita turun dari sini saja, soalnya kalau memutar jalan sepertinya akan lebih jauh, dan aku senang lewat jalan yang sudah kita tempuh berasa lagi camping" dengan jiwa pemimpin Riad mengajak anggotanya.


"Gimana kalau kita taruhan siapa yang.. aduh..!" belum selesai Khan bicara kepalanya dijitak oleh Khim.


"Kak Khim pandu arahnya, kami mengikuti dari belakang. Tim Angin.. semua bersiap..!!" dengan tegas Kapten Riad memberi komando.


"AURA GRAVITASI.." aura aktif, Khim melompat.


"AURA GRAVITASI.." aura yang sama Khan melompat.


"Ah.. Kak Khan gak kreatif.. kembar bukan berarti samaan mulu" Madi mengejek.


"Kedengeran tau.. sini.. dasar bocil.." Khan berteriak.


"AURA SAYAP DAUN.." Rianti ikut melompat.


"Astaga..! kecil-kecil udah seperti malaikat, keren sekali.." Madi mengomentari aura Rianti.


Riad pun melompat dengan AURA SEPATU BERSAYAP mengejar Rianti.


"Buruan.. Kak Madi.. aku duluan ah, AURA LENGAN BERAPI.." Jay pun melompat dengan aura lengan berapinya terbang di udara.


"Aduh semua pada jahat banget sih.. aku gimana ini..!!" Madi panik gara-gara bandel gak mau belajar aura terbang waktu di padepokan dengan alasan selagi kaki berpijak di bumi sejauh itu aku melangkah.


Lagi-lagi bayangan hitam menyambar nya.


Khim, Khan, Rianti, Riad, dan Jay mendarat sempurna satu persatu terlihat begitu keren.


Tiba-tiba di depan mereka jatuh terhempas gumpalan tanah besar. AURA SELIMUT BUMI kemudian keluar seseorang dari gumpalan itu.


"Yuk.. kita jalan aja itu tempat tujuan kita sudah dekat" ajak Khan mengabaikan Madi yang baru tiba dan keluar dari gumpalan tanah itu.


"Kak Madi keren.." ucap Rianti memuji.


"Keren.. Kak Madi.." tambah Riad memuji.


"Buruan jalan Kak.. sampai kapan diam dengan pose itu" Jay adiknya, memanggil.


Bukannya sok keren Madi sebenarnya menahan ngilu, karena di lempar hingga jatuh dari ketinggian oleh guru pembimbing.


"Ampun guru.. aku berjanji nanti akan belajar dengan sungguh-sungguh..!" gumam Madi menyesal.


"AURA PENDENGARAN ANGIN.. tunggu semuanya..!, sepertinya ada suara beberapa orang kesakitan!!" dengan aura nya Riad memimpin pergerakan tim.


Benar saja sekelompok dukun meronta-ronta dan berteriak kesakitan.

__ADS_1


"Rawarontek!! Ilmu kekebalan " ucap Khim melihat kejadian itu.


"Pengguna ilmu itu takkan mati, meski badan nya terpotong-potong..!, namun bekas serangan berupa tapak harimau di dada mereka, yang seharusnya mati saja malah menjadi siksa tanpa akhir" Khan menjelaskan.


"Kalau gitu mereka diapakan Kak..?" tanya Madi.


"Bunuh saja kami..!!


"Bunuh..!!"


"Aku tidak kuat..Arrrk...kek..!!"


Para dukun itu terus berteriak kesakitan.


"Semua.. berpencar..!!" teriak Kapten Riad yang merasakan kibasan udara hingga membuat tanah mereka pijak membentuk goresan panjang cakar harimau.


"Madi buat pertahanan, yang bisa bergerak cepat alihkan perhatian musuh Rianti tetap di belakangku, Jay serang sambil berlari..!!" perintah cepat Kapten.


"AURA SELIMUT BUMI.." Madi mengunakan auranya yang membuat tanah melindungi mereka bertiga.


Jin itu menyerang mengikis pertahanan Madi, namun serangan Jay yang tak terlihat membuat jin itu terganggu disusul serangan kombinasi Si Kembar.


"AURA GELOMBANG KEJUT.." serangan aura gabungan jarak jauh Khan dan Khim berhasil mementalkan Jin Harimau itu.


Jin itu pun mengejar mereka berdua, Khan dan Khim berpencar, jin itu pun memilih mengejar Khan.


Si Kembar yang sering berlatih serangan berdua itu dengan mudah bisa menyesuaikan situasi.


Selagi jin itu fokus mengejar Khan, Khim menyerangnya.


"Sekarang..!!" kode Riad langsung dipahami Rianti, Madi dan Jay yaitu serangan gabungan.


Jin Harimau itu pun terbelit AURA AKAR BERDURI, terjepit bumi, dan terbakar api.


Lalu serangan pelengkap AURA PUKULAN 30 yang dilayangkan Riad bukannya memusnahkan Jin itu malah semakin marah dan mengamuk.


"Sepertinya serangan kita tidak mempan." Riad mulai gelisah.


Karena mereka masih kecil, aura mereka pun terbatas dan hampir habis.


"Bagaimana ini Kapten.." tanya Jay ketakutan.


"Sampai disini saja perlawanan kita, sisanya kita serahkan pada Si Kembar" jawab Riad sambil berpikir.


Dengan sekuat tenaga Jin itu mengamuk mencoba melepaskan diri dari serangan gabungan yang hampir menghabisinya.


Meski semakin melemah Jin itu mengeluarkan jurus pamungkasnya yaitu TAPAK HARIMAU PENCABUT NYAWA.


Serangan itu mengenai Rianti hingga terpental belum sempat terpelanting Riad dengan AURA SEPATU BERSAYAP melesat menangkap anggota timnya itu.


"Hoor.. roaaarr ...aaaarrr...!!"


Auman Jin Harimau itu menggelegar, mencoba melemahkan mental mereka.


Khan dan Khim yang sudah bisa membangkitkan senjata pamungkas, segera mengaktifkan aura mereka.

__ADS_1


"AURA TOYA POSITIF.." Khan melesat dengan energi aura penuh.


"AURA TOYA NEGATIF.." Khim melesat dengan auranya.


Hampir saja Jin Harimau itu terlepas sepenuh nya dari serangan gabungan sebelumnya, serangan Khan dan Khim yang langsung memukulkan aura senjata pamungkasnya ke tubuh Jin itu pun membuat ledakan listrik menyambar-nyambar..


Hingga badan Jin itu gosong tersengat listrik dan musnah.


Sementara itu Rianti yang ada di pelukan Riad masih tak sadarkan diri serangan pamungkas Jin Harimau itu mengenai topengnya hingga hancur pecah berserakan.


Riad pun untuk pertama kalinya semenjak mereka bermain bersama, baru kali ini melihat wajah imut Rianti yang selama ini membuatnya penasaran.


Perlahan Rianti tersadar.


"Kamu gak papa Rianti..?" tanya Riad.


Rianti yang menyadari topeng kayunya tak ada langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan menunduk ketakutan.


"Menjauh.. menjauh..!! Rianti berteriak histeris.


"Kenapa Kapten.., apa yang terjadi pada Rianti?" tanya Jay ikut panik.


"Topengnya sudah hancur" Riad menjawab.


"Segera menjauh.." tiba-tiba guru pembimbing yang tadi entah kemana muncul.


Semenjak kejadian itu Rianti keluar dari Tim Angin.


Riad tak bisa menahan keputusan anggota nya itu, karena sebagai Kapten harus bertanggung jawab akan anggota Tim yang di pimpinnya.


Tim mereka diistirahatkan sementara, karena lalai tak memasang AURA PERISAI sebelum melakukan pertarungan, untungnya guru pembimbing yang mengawasi memasangnya.


Hal itu sangat fatal karena selagi masih di alam manusia AURA PERISAI wajib dipasang saat sudah menemukan sang Pemimpin Jin, untuk menghindari bala bantuan yang mencoba masuk.


Begitulah cerita petualangan pertama Riad yang dibacakan Sang Ibunda dari buku laporan guru pembimbing misi pertamanya.


Ingatan Riad pun mulai terbuka.


"Ibunda..." suara panggilan Riad membuat suasana di ruangan itu diam dan senyap.


"Ibunda kenapa menangis berapa lama aku tertidur bunda.., aku mimpi aneh sekali dan tak bisa bangun-bangun, aku lelah bunda... ... ..."


Celoteh panjang Riad itu hanya bisa didengarkan oleh orang-orang yang begitu menyayanginya tanpa bisa menjawabnya.


Sementara itu di luar padepokan pertempuran yang dipimpin Hasbullah sedang berlangsung sengit.


Desa itu hampir rata dengan tanah hasil dari pertarungan dahsyat dua kubu yang berlawanan, dan para dukun mencoba menjebol AURA PERISAI lapis kedua yang melindungi Padepokan Nafas Patikaman.


Bersambung...


Cerita masih panjang Riad yang masih sangat muda pun akan terus berkembang.


Semoga Author selalu dalam keadaan sehat wal afiat..Aamiin 🤲✨✨


Jangan lupa Rating ⭐⭐⭐⭐⭐, like, favorit, dan jangan malu buat coment 👋 👻

__ADS_1


__ADS_2