
Di kantin Bu Siti, dimana biasanya inti Geng Black Wolf berkumpul. Kini mereka semua sedang berkumpul lagi disana.
Di pojokan sana terdapat seorang pemuda yang duduk termenung, entah apa yang dipikirkan pemuda itu.
" Bos.!" Panggil Izam, yang sudah berulangkali memanggil Bintang, tetapi belum ada tanggapan dari Bintang. Bintang masih asik melamun, entah apa yang dipikirkan cowok itu.
" Bos.!!" Teriak Izam lagi, tetapi kali ini dengan suara yang lebih keras. Sehingga Bintang pun tersadar dari lamunannya.
" Hm." Jawab Bintang dengan dehemannya.
" Sebenarnya. Lo ada masalah apa sih Bos.? Nggak baik lo, kalau ada masalah lo nggak cerita ke kita - kita. Siapa tau aja kan kita bisa bantu." Kata Izam bijak.
" Hmm. Tadi pas gue ke sekolah, ada yang ngikutin gue, tapi gue nggak tau itu siapa." Kata Bintang, dengan muka serius.
" Apa mungkin itu mata - matanya Geng Zervanos." Kata Ghali.
" Hmm. Nggak tau juga sih, tapi lebih baik kita selidiki dulu aja. Nggak baik menuduh orang sebelum ada bukti." Kata Bintang.
" Iyya Bos. Tapi lo nggak kenapa - napa kan.?" Kata Ghali khawatir, terbukti dari sorot matanya.
" Enggak kok. Gue kan nggak berantem. Lagian orang itu cuman ngikutin gue sampai ke gerbang sekolah. Dan dia juga nggak ngelakuin apa - apa selain ngikutin gue." Kata Bintang menenangkan sahabatnya itu.
" Alhamdulillah. Syukurlah. Gue lega dengernya." Kata Ghali.
__ADS_1
" Iyya Bos. Kita semua juga khawatirin lo. Untung Bos kagak kenapa - napa." Kata Izam, mewakili teman - temannya yang lain.
" Kalian nggak perlu khawatirin gue. Gue baik - baik aja kok." Kata Bintamg, menenangkan semua sahabatnya itu.
" Kalau ada apa - apa bilang yah Bos sama kita. Kita selalu sedia 24 Jam kok." Kata Izam.
" Iyya Bos. Nggak perlu sungkan - sungkan, kan kita semua keluarga." Kata Faris menambahkan.
" Iyya Bos. Suka dan duka kita tanggung bersama. Jika ada diantara kita yang ada masalah, kalian bisa berbagi, dan juga bisa cerita ke kita. Kita akan bantu semampu kita, atau kita akan kasih solusi. Karena kita semua adalah keluarga. Setuju kan teman - teman.?" Kata Izam.
" Setuju.!!" Teriak mereka semua.
...****************...
Tiba - tiba, Fiona berpapasan dengan Bintang dkk di koridor.
Deg
Deg
" Aduh. jantung gue." Gumam Fiona dalam hati.
" Kenapa setiap gue ngeliat lo, jantung gue berdetak tidak normal yah. Segitu cintanya kah gue sama lo. Tapi kenapa,? kenapa gue bisa cinta sama lo.? Dan apakah suatu saat nanti cinta gue akan terbalaskan.?" Kata Fiona dalam hati.
__ADS_1
" Gue ngerasa ada yang aneh, dalam diri gue setiap ngeliat lo. kayak. Ah gue nggak bisa ngungkapinnya dengan kata - kata." Kata Fiona yang masih terus berdialog dalam hatinya sambil terus menatap Bintang yang sudah menjauh dari hadapannya.
" Kok. Gue ngerasa ada yang lagi merhatiin gue yah." Gumam Bintang dalam hati.
" Atau mungkin cuman perasaan gue aja yah." Sambung Bintang lagi*.
Tiba - tiba ada yang tidak sengaja menabrak Fiona yang asik melamun memandangi Bintang.
" Aduh." Ringis Fiona yang baru tersadar.
" Ma.. maaf kak aku tidak sengaja." Kata Gadis berkacamata itu dengan gugup, takut kakak kelas di depannya itu marah.
" Iyya. Nggak apa - apa kok." Kata Fiona.
" Kalau begitu aku permisi dulu yah kak. Sekali lagi aku minta maaf yah kak." Kata Gadis berkaca mata itu sambil membungkukkan badannya di depan Fiona. Setelah itu iapun pergi.
" Iyya." Balas Fiona.
" Ya ampun. Aku kan niatnya tadi mau ke perpustakaan. Aduh kok aku sampai lupa sih, Aduh Fio, Fio, kok mendadak lo jadi orang pikun sih." Kata Fiona merutuki dirinya sendiri , lalu iapun berlari menuju ke perpustakaan, Bodo amat jika dia diperhatikan seluruh penghuni koridor sekolah yang terpenting bagi Fiona ia harus cepat - cepat ke perpustakaan.
To be continue
see you in the next episode 💖💖
__ADS_1