
" Elvan.!"
Episode sebelumnnya........
......................
Mereka semua menatap Elvan dengan tatapan kesal campur penasaran. Kalau soal tatapannya kalian semua bisa membayangkan sendiri ya. Elvan sendiri yang ditatap seperti itupun bingung harus berbicara apa kepada teman - temannya. Mulutnya seakan terkunci seketika seperti ada gembok yang menguncinya.
" Sebenarnya kalian semua ngapain disini.? Kan makanannya belum jadi.?" Tiba - tiba Izam membuka suara untuk memecah keheningan itu, apalagi ia melihat tatapan teman - temannya itu yang setajam silet.
" Kok, gue ngeri ya sama tatapan kalian yang kalian tujukan ke Elvan." Sahut Izam lagi. " Kok, kalian ngacangin aku sih." Izam terus saja mengoceh sendiri tiba - tiba,
" Diam.!" Teriak mereka semua.
" Astaghfirullah.! Jantung oh jantung, masih ada ditempatnya kan." Guman Izam lirih, sambil mengelus dadanya.
" Alhamdulillah. Jantung gue masih berdetak itu tandanya masih aman." Gumam Izam dalam hati.
Lalu kita kembali lagi kepada kelima pemuda itu. Si Elvan masih diberikan tatapan introgasi kepada keempat temannya. Elvan yang ditatap seperti itu merasa dirinya seperti pencuri saja yang lagi ketangkap basah sedang mencuri barang berharga.
" Ka--kalian kalau natap aku jangan kayak gitu banget lah, aku jadi berasa kayak pencuri yang lagi ketangkap basah sedang mencuri aja." Sahut Elvan yang akhirnya mulutnya itu sepertinya tidak tergembok lagi. Ya meskipun diawal kalimatnya ia sedikit terbata - bata.
__ADS_1
" Ini semua tuh salahnya Izam, tau.! Pokoknya ini salahnya Si Izam bukan aku.! Biang dari masalah ini adalah Izam." Sahut Elvan lagi, yang kali ini menyalahkan Izam.
" Loh.! Kok, aku sih.? Aku aja nggak tau sebenarnya masalah apa yang kalian maksud. Van jangan main nyalahin orang aja seenaknya dong.!" Kata Izam membela dirinya.
" Ekhm.. " Bintang pun berdehem untuk menghentikan perdebatan itu. ia lalu langsung mengambil alih. Jiwa kepemimpinan seorang Bintang Adipranata pun bangkit.
" Van.! Bisa kamu jelaskan apa yang terjadi." Kata Bintang sekali lagi dengan nada khas seorang Bintang.
" Hum. Jadi begini. Si Izam tadi tiba - tiba aja berteriak sambil mengatakan matanya perih. Nah aku nggak tau lagi harus berbuat apa, jadi aku memutuskan keluar untuk meminta bantuan kepada kalian semua." Jelas Elvan. Setelah Elvan menjelaskan perihal mengapa ia memanggil teman - temannya tadi, kini tatapan beralih ke Izam.
" Zam.! Kamu tadi kenapa.? Kamu lagi nggak mempermainkan Elvan kan tadi.?" Kata Bintang.
Setelah Si Izam menjelaskannya kini tatapan semua teman - temannya beralih lagi ke Elvan.
" Van.! Kenapa mata Izam bisa bertambah perih setelah kamu mengusapnya dengan tanganmu.?" Tanya Bintang lagi ke Elvan.
" Hum. Tunggu aku ingat - ingat lagi." Kata Elvan sambil mengetuk ngetuk dagunya menggunakan jari tangannya. Tak lama kemudian sepertinya Elvan sudah mengingatnya. Lalu iapun berkata,
" Aku sudah ingat sekarang.!"
" Tadi aku lupa sebelum aku mengusap air mata Izam. Hum.! Ternyata sebelum itu aku memotong cabai, jadi mungkin itulah penyebab mengapa mata Izam perih." Izam yang mendengar perkataan sahabatnya itupun langsung berkata
__ADS_1
" Pantas saja mataku semakin perih."
" Hum.! Maaf Zam, aku nggak ada niatan kok untuk membuat keadaanmu begitu tadi. Niatnya aku cuman mau ngebantuin kamu tadi. Aku tidak pernah berpikir bukannya malah membantu aku malah memperparah keadaanmu. Maafkan aku Zam. Aku nggak sengaja, aku benar - benar lupa tadi." Kata Elvan dengan kepala tertunduk. Izam yang melihat bahwa sahabatnya itu memang menyesal dan tidak sengaja melakukan itu, akhirnya Izam pun mendekat ke arah Elvan. Lalu Izam pun memegang bahu sahabatnya itu,
" Van.! Lihat aku." Kata Izam. Lantas Elvan pun langsung mendongakkan kepalanya dengan mata sayunya itu. Ia teramat bersalah dengan Izam, karena gara - gara ialah keadaan Izam tadi seperti itu.
" Lo nggak usah ngerasa bersalah kayak gitu. Lagian aku nggak papa kok. Buktinya aku baik - baik aja sekarang. Jadi kamu nggak usah ngerasa bersalah lagi. Lagian kamu kan tadi niatnya bantuin aku. Jangan sedih lagi Van." Kata Izam menepuk pundak sahabatnya itu.
" Maafkan aku Zam." Kata Elvan. Lalu Elvan pun memeluk Izam sambil mengucapkan kata ' maaf ' berulang kali.
" Tidak papa Van. Ini semua bukan salah kamu kok, jadi jangan terus menyalahkan diri kamu, karena kamu nggak salah apapun." Kata Izam sambil membalas pelukan sahabatnya itu.
Keempat inti Geng BW yang melihat kedua sahabatnya berpelukan lantas mereka semua pun langsung bergabung. Dan terjadilah acara pelukan bersama keenam inti Geng BW itu.
Tiba - tiba
To be continue
Hayo.! Kira - kira apa yang akan terjadi selanjutnya nih. 😁 Ada yang bisa nebak nggak.?
see you in the next episode 💖💖
__ADS_1