
Di lapangan basket. Terdapat seorang perempuan yang tengah memegang sapu lidi, di tengah lapangan, melawan teriknya sinar matahari. Keringat terus bercucuran di wajahnya karena kepanasan.
" Aduh. Nih Matahari kok panas banget sih." Gerutu Fiona sambil sesekali mengelap keringat yang bercucuran di wajahnya.
" Bisa hangus aku kalau lama - lama disini."
" Pak Bimo juga, kalau ngasih hukuman nggak nanggung - nanggung Lapangan seluas ini cuman gue sendiri yang bersihin. Mana Si Matahari panas banget lagi, nanti gue siram pakai air mataharinya biar tau rasa.!" Kesal Fiona, sampai - sampai Mataharipun ia ingin siram pakai air ia kira matahari itu api apa.! Ada - ada aja emang Si Fiona.
Meskipun terus menggerutu tidak jelas, tetapi Fiona tetap melaksanakan hukumannya, yaitu membersihkan lapangan basket. Dia terus menyapu sampah - sampah yang ada disitu, sambil sesekali istirahat.
Tiba - tiba.
Whush...
Semua sampah yang telah susah payah Fiona kumpulkan itu berterbangan kemana - mana karena angin. Entah angin darimana yang tiba - tiba datang, sehingga mengakibatkan sampah - sampah yang telah terkumpul tadi jadi berterbangan kemana - mana, padahal susah payah Fiona kumpulkan dari tadi, sampai - sampai ia melawan teriknya sinar matahari.
__ADS_1
Jangan ditanya lagi, bagaimana reaksi Fiona pada saat itu. Tentu saja kaget plus kesal. Sudah susah payah ia mengumpulkan semua sampah yang ada di lapangan basket itu, eh tiba - tiba Si Angin tanpa permisi, tanpa memberikan salam, Tiba - tiba berhembus dengan kencangnya dan mengakibatkan semua sampah - sampah jadi berterbangan kemana - mana padahal Fiona sudah capek - capek nyapu dari tadi.
" Astaga.! Angin.! Sini kamu lawan aku kalau berani.!" Teriak Fiona sangking kesalnya. Untung semua siswa, dan siswi lagi pada belajar jadi di lapangan itu cuman ada Fiona sendiri, eh kayaknya kagak deh. Ternyata ada seorang pemuda yang menatap Fiona dengan tatapan bingung.
" Dia ngapain teriak - teriak disitu.? Aneh." Kata pemuda itu.
Pemuda itu adalah Bintang. Seperti biasa Bintang hari ini bolos lagi. Tadinya sih, niat Bintang itu mau ke rooftop untuk sekedar menenangkan diri, lalu kebetulan ia melewati lapangan basket. Dan disitulah ia melihat Fiona. Entah mendapat dorongan dari mana, Bintang tiba - tiba berjalan ke arah Fiona.
Tap
Tap
Tap
" Astaga.! Kok Ice Bintang ada disini. Dia tadi ngeliat gue teriak - teriak nggak yah.?" Batin Fiona kaget.
__ADS_1
" Mampus gue, kalau sampai Ice Bintang liat gue teriak - teriak kayak orang gila tadi. Aduh! Fiona kok kamu nggak ngeliat kanan, kiri, depan, belakang sih. Sebelum teriak. Bodoh.!" Batin Fiona yang masih terus berdialog.
" Hah. Mimpi apa gue.! Ice Bintang mau nyamperin gue." Batin Fiona kegirangan.
Bintang pun berjalan mendekat, semakin mendekat ke arah Fiona.
Dan
Eh
Dia melewati Fiona, ternyata Bintang berjalan ke arah dimana ada sebuah bola basket. Lalu Bintang pun mengambil bola itu, dan memainkannya tanpa memperdulikan Fiona yang saat ini tengah melongo, karena ia kira Bintang akan berjalan ke arahnya dan mengucapkan ' Sini biar aku bantu ' Namun semua itu hanyala khayalan Fiona saja. Nyatanya Bintang tidak menganggapnya ada sama sekali, sepertinya ia seperti makhluk tak kasat mata di mata Bintang.
" Huft. Gue kira Ice Bintang mau nyamperin gue, ternyata aku salah. Hiks. sakit, tapi tak berdarah." Batin Fiona dengan muka cemberut, sambil memperhatikan Bintang yang saat ini bermain basket sendirian.
To be continue
__ADS_1
see you in the next episode 💖💖