RINTANGAN CINTA

RINTANGAN CINTA
Rumah sakit


__ADS_3

Brukk..


Hap. !


Untung Bintang dengan sigap menahan berat badan Fiona, sehingga tubuh Fiona tidak terjatuh ke tanah yang basah yang terkena air hujan.


" Fi. !" Bintang jelas sangat kaget serta khawatir, bagaimana tidak wajah Fiona sangat pucat pasi, dan darah terus keluar dari hidungnya. Itu semua membuat Bintang sangat panik, iapun langsung menggendong Fiona lalu berlari menuju ke tempat dimana ia memarkirkan kendaraannya.


Untung saja Bintang hari ini membawa mobil, karena motornya kemarin mengalami kerusakan jadi saat ini motor sport kesayangannya itu sekarang berada di bengkel langganannya.


Bintang pun langsung membawa Fiona menuju mobilnya lalu iapun langsung membaringkan tubuh Fiona di dalam mobilnya setelah itu iapun berlari - lari kecil mengitari mobilnya lalu ia pun masuk dan langsung menancapkan gas menuju ke rumah sakit.


......................


Setelah Bintang sampai ke rumah sakit iapun lalu tergesa - gesa sambil menggendong Fiona. Dan perawat pun segera menghampirinya lalu Fiona pun dibawa menuju UGD.


Setelah tubuh Fiona dimasukkan ke dalam UGD, Bintang pun lalu menunggu di luar ruangan dengan cemas, sambil mondar mandir di depan ruangan.


" Kenapa ? kenapa aku sekhawatir ini dengan gadis itu." Monolog Bintang dalam hati.


" Ada apa. ? Ada apa dengan perasaanku, kenapa aku sampai secemas ini. " Kata Bintang sambil memegangi dadanya.


Ceklek....


Pintu ruangan pun terbuka dan muncullah dokter yang sudah tidak muda lagi tetapi ia tetap awet muda di usianya yang sudah tidak muda lagi.

__ADS_1


" Dok bagaimana keadaan Fiona dok.?!"


" Pasien baik - baik saja. ia hanya kelelahan saja."


" Apa pasien tadi hujan - hujanan.?" Tanya dokter.


" Hm iya dok."


" Sebaiknya kamu jaga pasien agar tidak melakukan hal itu lagi karena bisa memperburuk kondisinya." Kata dokter Riri tetapi ia mengatakan dengan lirih di akhir kalimatnya.


" Iya dok." Kata Bintang.


" Kamu bisa menjenguk pasien ketika ia sudah dipindahkan." Setelah berkata seperti itu dokter itupun pergi meninggalkan Bintang.


......................


Ceklek..


Bunyi pintu di buka. Bersamaan dengan pintu di buka Fiona pun juga langsung membuka matanya, dan iapun langsung melihat ke arah pintu, dimana seorang pemuda yang Fiona kejar selama ini berdiri sambil menatap dirinya yang terbaring di tempat tidur rumah sakit.


Dengan langkah pelan Bintang pun langsung menghampiri Fiona. Lalu Fiona pun bergumam dengan lirih. " Bintang."


" Bagaimana keadanmu sekarang.?" Tanya Bintang setelah ia sampai di dekat Fiona.l


" Alhamdulillah, aku udah baikan kok." Kata Fiona tak lupa dengan senyum yang menghiasi wajah cantiknya yang masih pucat.

__ADS_1


" Maafkan aku, gara - gara kamu nemenin aku hujan - hujanan kamu jadi sakit begini."


" Enggak kok. Ini semua bukan salah kamu Bintang, tadi kan kamu sudah ngelarang aku main hujan - hujanan tapi akunya aja yang keras kepala."


" Tapi aku suka main hujan - hujanan sama kamu."


" Lain kali kita main hujan - hujanan bareng ya."


" Enggak.! Kamu nggak boleh main hujan - hujanan lagi.!"


Lalu Fiona pun tersenyum dan berkata, " Kamu khawatirin aku ya."


" E - nggak." Elak Bintang.


" Kalau kamu nggak mau ngaku, ya nggak papa. Tapi aku anggap kalimat kamu tadi sebagai bentuk kekhawatiran kamu ke aku." Kata Fiona sambil tersenyum.


" Terserah kamu saja."


" Kamu tahu nggak.?"


" Apa."


" Kamu tuh hari ini berbeda banget tau nggak. yang biasanya datar, irit bicara, tetapi hari ini beda banget." Kata Fiona menghentikan sejenak ucapannya.


" Kamu sudah banyak mengucapkan kosakata hari ini, kamu sudah banyak mengalami peningkatan yaitu sebesar enam puluh lima persen. Ya walaupun muka kamu masih datar, datar aja."

__ADS_1


To be continue


see you in the next episode 💖💖


__ADS_2