RINTANGAN CINTA

RINTANGAN CINTA
Fiona dan Tara


__ADS_3

Fiona berlari - lari kecil setelah dari perpustakaan. Emang dasar yah Si Fiona padahal dia kan bisa jalan, tetapi ia lebih memilih berlari.


Tiba - tiba.


Brukk...


" Aduh.. Bedak Gue.!! Yang amat amat berharga.!" Teriak seorang gadis yang berseragam sama seperti Fiona, yang make Up nya agak tebal. Eh salah bukan agak tebal lagi, tetapi sudah tebal pake banget.


" Hadeh. panjang nih urusannya. Mampus lo Fi berurusan sama Mak Lampir, mungkin sampai satu abad pun urusan lo nggak akan kelar - kelar sama nih mak lampir." Batin Fiona sambil memandangi bedak Mak Lampir yang berakhir mengenaskan di tanah karena ulahnya yang tidak sengaja menabrak Mak Lampir.


" Eh Fiko.! Gantiin nggak bedak gue yang lo rusak.!" Kata Tara. Ya Cewek yang ditabrak Fiona itu adalah Tara.


" Kurang ajar nih Mak lampir seenak jidatnya dia ngubah nama gue." Kata Fiona dalam hati dengan geram.


" FIONA.!! Nama gue itu FIONA bukan FIKO.!" Kata Fiona sambil menekankan kata Fiona dan Fiko.

__ADS_1


" Lagian Fiko itu nama cowok kali.!" Lanjutnya lagi.


" Terserah gue lah. Mau manggil lo siapa. mulut, mulut siapa.? mulut gue kan, jadi yah terserah gue." Kata Tara dengan angkuhnya.


" Dasar Mak Lampir." Maki Fiona dalam hati.


" Gemes banget gue liatnya. Berasa pengen gue makan hidup - hidup aja. Dasar Mak Lampir.!" Lanjut Fiona lagi berdialog di dalam hatinya.


" Eh. Mak... Eh maksud gue Tara. Soal yang tadi gue minta maaf, ok gue mengaku salah, dan besok gue bakalan gantiin bedak lo itu, atau gue kasi lo uang aja.?" Tanya Fiona yang berusaha mengontrol emosinya yang sudah sampai di ubun - ubun.


" Oh iyya satu lagi. lo harus ganti rugi tiga kali lipat." Kata Tara sambil tersenyum.


" What. !! emang benar - benar gila nih Mak Lampir. Dikasi hati malah minta jantung. Uang jajan ku tersayang. Hiks... hiks." Kata Fiona dalam hati miris.


" Mimpi apa gue semalem, Ketemu teman spesies kayak Si Tara mak Lampir ini." Fiona masih asyik berdialog dalam hati. Tiba - tiba Tara pun berteriak sehingga Fiona pun tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


" FIKI.!! MANA UANGNYA.!" Teriak Tara dengan keras.


" Sabar. Ini juga baru mau gue ambil. Dan satu lagi nama gue itu F - I - O - N - A. FIONA.!!" Kata Fiona sambil mengeja namanya. Fiona benar - benar pusing menghadapi makhluk yang satu itu, pasalnya sudah beberapa kali Fiona kasi tau bahwa namanya itu Fiona, tetapi dia tetap saja memanggil Fiona dengan nama lain. Fiona jadi bingung terbuat dari apa sih otaknya Si Tara itu.


" Iyya. Iyya, bawel banget sih lo. Nama aja lo ributin." Kata Tara dengan muka yang seolah - olah tidak bersalah sama sekali, dan itu membuat Fiona kesal dan ingin mencakar - cakar wajahnya itu yang sudah seperti mayat hidup aja sangking putihnya, itu semua karena Si Tara selalu mengoleskan bedak setiap saat di mukanya itu. Dan dia selalu memakaikan bedak di mukanya itu tidak tanggung - tanggung bisa lima sampai delapan lapis, bahkan lebih sekali pakai. Wow sungguh luar biasa.


" Ini." Kata Fiona sambil menyodorkan beberapa lembar uang seratus ribu kepada Tara, dan disambut dengan baik oleh Tara Plus dengan senyumannya.


" Nah, gitu dong kalau kayak gini kan gue langsung maafin lo dengan sepenuh hati." Kata Tara masih dengan senyumannya.


" Serah lo, deh Tar. Gue pergi dulu." Kata Fiona sambil melangkah pergi dari hadapan Tara.


To be continue


see you in the next episode 💖💖

__ADS_1


__ADS_2