
" Akh.!! Perih.! Mata aku perih.!" Teriak Izam tiba - tiba.
Episode sebelumnnya......
......................
" Zam.! Lo kenapa Zam.!" Kata Elvan yang juga ikutan panik dikarenakan sahabatnya itu yang terus berteriak - tetiak ' Perih. '
" Zam. Diam dulung dong Zam. Aduh." Kata Elvan yang bingung harus berbuat apa. Sedangkan Si Izam sekarang ia lagi berjalan kesana - kemari dan tak tentu arah, bahkan ia juga hampir terjatuh.
" Ya Tuhan apa yang harus aku lakuin."
" Perih.!"
" Aduh.! Zam tunggu sebentar disitu ya jangan Kemana - mana loh. Awas! kalau kamu sampai kemana - mana aku ikat kamu di pohon mangga.!"
Lalu Elvan pun berlari keluar dari dapur dengan langkah tergesa - gesa bahkan sangking terburu - burunya ia sampai lupa meletakkan pisau yang ia ingin pakai untuk memotong daging ayam tadi.
" Teman - teman.!" Teriak Elvan yang sudah sampai di teras.
" Itu --- i-- Zam ---hos... hos.. " Kata Elvan terbata - bata.
" Tenang Bro. Tarik nafas buang. Tarik.. Buang." Kata Faris sambil memperagakan cara menarik nafas. lalu Elvan pun langsung mengikutinya. Setelah Faris merasa Elvan sudah tenang lalu iapun berkata,
" Sekarang lo boleh cerita apa yang sebenarnya terjadi." Kata Faris.
__ADS_1
" Begini tuh Si Izam Di ---"
Belum sempat Elvan menyelesaikan perkataannya Faris pun tiba - tiba menyela ucapannya.
" Santai Bro. Nih senjata lo turunin dulu, jangan sampai lo sembelih gue pakai senjata ini. Kan nggak lucu." Kata Faris sedikit ngeri dengan pisau yang dipegang Elvan. Dan pada saat itulah Elvan baru tersadar bahwa ia ternyata memegang pisau.
" Nih pisau sejak kapan ada di tangan gue.?" Tanya Elvan dengan wajah bingung.
" Tuh pisau teleportasi kali Van." Sahut Arzan.
" Masa sih Pisau bisa teleportasi. Emang nih pisau ada kekuatannya.? Gue aja nggak bisa teleportasi. Nah, masa pisau ini bisa teleportasi padahal ini kan benda mati."
" Bisa aja tuh pisau, pisau antik yang berasal dari Zaman dulu yang memiliki kekuatan." Jelas Arzan yang omongannya semakin tidak masuk akal.
" Masa sih Arz. Emang ada ya yang kayak gitu.?" Sepertinya Si Elvan sudah termakan dengan omongan Arzan yang nggak masuk akal itu.
Faris yang mendengar perkataan Arzan itu langsung melototkan matanya ke arah Arzan.
" Dasar Arzan sinting.!" Maki Faris.
" Ris. Sini tangan kamu aku mau coba apa benar nih pisau ajaib." Kata Elvan lagi yang entah kenapa ia bisa termakan dengan omongannya Si Arzan.
" Ini lagi.! Ngapain lo mau - maunya percaya sama omongan sesat Si Arzan sinting ini Elvan.! Gue pikir lo itu waras ternyata penyakitnya Si Arzan sinting juga menular sama kamu.!" Kata Faris yang tak habis fikir dengan kedua temannya itu.
" Ekhm.. Sudah - sudah. Sekarang Elvan jelaskan apa yang terjadi sebenarnya." Kata Bintang.
__ADS_1
" Astaghfirullah.! Gue kok sampai lupa sih tujuan awal gue kesini mau ngapain. Aduh.!" Kata Elvan sambil menepuk jidatnya pelan.
" Sekarang cepetan itu Si Izam. Dia sekarat. Cepat telepon ambulance.!"
" Hah.!"
" Aduh! bukan waktunya kalian bengong cepetan, sebelum nyawa Izam melayang." Kata Elvan sambil berlari masuk ke dalam dan diikuti oleh keempat sahabatnya itu. tak lupa juga salah satu dari mereka benar - benar menghubungi ambulance.
Tap. !
Tap. !
Buru - buru mereka semua datang menghampiri Izam di dapur.
" Za-- !"
" Eh."
Mereka semua pun langsung terdiam dan saling tatap - tatapan terlebih dahulu. Mereka semua pun memperhatikan Izam dengan seksama, lantas Si Izam yang merasa diperhatikan pun langsung saja ia mengecek keadaannya bahkan ia sampai menyium bau tubuhnya segala.
" Ka --Kalian kenapa.?" Tanya Izam menatap satu persatu teman - temannya dengan tatapan bingung.
Tetapi mereka semua hanya saling menatap satu sama lain dan,
" Elvan.!"
__ADS_1
To be continue
see you in the next episode 💖💖