RINTANGAN CINTA

RINTANGAN CINTA
Fiona yang mendadak aneh


__ADS_3

Tiba - tiba


Krek..


Krek..


" Waduh.! Apa itu jangan - jangan."


Episode sebelumnya......


" Mba Kunti. Akh. !! Lari. " Teriak Fiona, lalu iapun berlari meninggalkan tempat itu.


......................


Tin


Tin


Tin


" Hum.. Manasih jamnnya berisik banget." Kata seorang gadis remaja yang tangannya sibuk meraba - raba apa yang ada di sekitarnya untuk mencari jam yang sudah mengganggu tidur cantiknya itu, tetapi dengan mata yang masih terpejam. Tak lama iapun menemukan apa yang ia cari dan


Klik..


Otomatis jam itupun berhenti berbunyi. Sedangkan sang gadis yang terusik tidurnya itupun kembali melanjutkan tidurnya, bukannya malah bangun dan mandi eh ini malah dengan malasnya ia kembali membungkus tubuhnya dengan selimutnya.


Ceklek.....


" Astaga Fio.! anak gadis itu harus bangun pagi Fi, emang kamu nggak mau ke sekolah ya." Kata Faiza mengomeli putri satu - satunya itu yang tak kunjung membuka matanya, meskipun mamanya sudah berteriak di dekatnya. Tetapi gadis cantik itu masih betah berada di tempat tidurnya.


" Anak ini.!" Geram Faiza kepada putri semata wayangnya itu. yang sungguh - sungguh membuat darahnya naik di pagi hari yang cerah ini.

__ADS_1


Lalu langkah selanjutnya yang Faiza ambil adalah dengan menjewer telinga putrinya itu.


" Aduh.! Sakit mah.!" Jerit Fiona, karena telinganya di jewer sang mama tercinta.


" Makanya kamu bangun sekarang Fi.! Liat nih udah jam berapa sekarang.!"


" Iya..Iya mah. Jangan marah - marah terus ma nanti cepat keriput, terus papa nggak suka lagi sama mama dan." Belum sempat Fiona menyelesaikan kalimatnya Faiza pun langsung memotongnya.


" Dan apa.? Hah.!"


" Heheh enggak kok ma." Jawab Fiona dengan cengiran khasnya.


" Udah sana. Kamu cepetan mandi, bau tau nggak." Kata Faiza sambil mendoronng putrinya itu ke kamar mandi.


" Ih mama ngeselin, mana ada Fio bau. Nih mama cium sendiri." Kata Fiona sambil mendekatkan dirinya ke mamanya.


" Udah sana buruan mandi, dan siap - siap ke sekolah mama tunggu di bawah." Kata Faiza kepada putrinya lalu iapun meninggalkan kamar putrinya itu.


" Ma. Makasih mama sudah mau membangunkan Fio, Fio sangat senang ma. Saat - saat seperti ini yang paling Fio nanti - nantikan di sisa umur Fio. Karena Fio nggak tau sampai kapan Fio bertahan, Fio cuman ingin menghabiskan waktu dengan orang - orang terdekat Fio." Kata Fiona sambil menghapus air matanya yang dengan nakalnya jatuh di pipi putihnya.


......................


Di dalam kelas 11 Mipa 2


" Kamu kenapa sih Fi.? Kok aneh banget." Tanya Hana ke sahabat rasa saudaranya itu. Pasalnya saat ini Fiona sedang menutup wajahnya dengan buku yang ia pegang, ya jika dilihat sih seperti orang yang lagi baca buku tetapi masalahnya buku yang dipegang Fiona itu terbalik. Mana ada orang yang membaca buku terbalik.


" Aku bingung deh sama kamu Fi. Dari semenjak kamu menginjakkan kaki di sekolah ini sikap kamu jadi aneh tau nggak."


" Dan ini lagi, mana ada orang yang membaca buku terbalik." Kata Hana sambil memegang buku yang sedari tadi Fiona pakai untuk menutupi wajahnya. Setelah Hana mengatakan itu Fiona pun baru tersadar bahwa saat ini ternyata dirinya lagi - lagi melakukan kesalahan yang mempermalukan dirinya sendiri.


Lalu Fiona pun buru - buru membalikkan buku yang ia pegang itu. dan ia semakin menundukkan kepalanya, tak lama bel tanda masuk pun berbunyi. dan tidak lama setelah itu pun guru yang mengajar di kelas Fiona pun masuk dan seluruh murid mengikuti pelajaran dengan tenang karena guru yang mengajar itu terkenal dengan sebutan guru killer.

__ADS_1


......................


" Fi.! Kamu kok tumben sih tiba - tiba nggak mau ke kantin emang kamu nggak lapar apa.?" Rengek Hana sambil mengguncang tubuh Fiona.


" Aku nggak papa kok Han. Kamu ke kantin aja duluan nanti aku nyusul kok." Kata Fiona ke sahabatnya itu.


Lalu dengan berat hati Hana pun meninggalkan sahabatnya itu di kelas sendirian, ia bingung dengan tindakan Fiona yang tiba - tiba jadi aneh. Ia juga sudah menanyakan itu ke Fiona tentang mengapa ia bersikap aneh seperti itu, tetapi Fiona hanya bilang ' aku baik - baik aja kok. '


Di saat Fiona tengah sendirian di kelas karena semua penghuni kelas telah meninggalkan kelas beberapa menit yang lalu dan kini tinggal dirinya sendiri yang berada disitu. Lalu iapun langsung meletakkan kepalanya diatas buku yang ia letakkan di atas mejanya dan iapun memejamkan matanya.


Tiba - tiba


" Ikut aku."


Lalu Fiona pun langsung mendongakkan kepalanya ke atas.


" Hah. Bin - tang. " Ya orang itu adalah Bintang.


" Kamu nggak lupakan dengan janji kamu." Kata Bintang mengingatkan Fiona. Lalu Fiona pun berkata. " Enggak kok aku masih ingat. Tentang aku yang menjadi babu kamu."


" Bagus. Kalau gitu ikut aku." Kata Bintang dan berjalan duluan dengan diikuti oleh Fiona di belakangnya. Mereka pun keluar dari kelas.


Mereka berdua pun terus berjalan entah akan kemana. Fiona sendiri pun bingung tetapi ia tidak berani bertanya langsung ke Bintang, alhasil ia hanya mengikuti Bintang berjalan entah akan kemana mereka nantinya.


" Perempuan itu siapa. Apakah itu pacarnya Bintang.? Hmm kayaknya ada mangsa baru nih." Kata orang misterius itu yang bersembunyi di balik tembok dengan tersenyum misterius.


" Tunggu saja hadiah ku selanjutnya Bintang." Setelah mengatakan itu, lantas orang itupun langsung meninggalkan tempat persembunyiannya itu, dan pergi entah kemana.


To be continue


see you in the next episode 💖💖

__ADS_1


__ADS_2