RINTANGAN CINTA

RINTANGAN CINTA
Geng BW


__ADS_3

Di markas Geng BW ( Black Wolf )


" Ekhm. Ada yang ingin request lagu nggak nih, Babang Izam yang Gantengnya kebangetan ini mau nyanyi.!!" Kata Izam.


" Andai Dia Tahu." Sahut Bintang, yang saat ini duduk di Sofa.


" Siap.!! Pak Boss." Kata Izam mengacungkan jempolnya, lalu iapun mulai bersiap - siap bernyanyi.


3


2


1


Bilakah dia tahu


Apa yang tlah terjadi


Semenjak hari itu


Hati ini miliknya


Mungkinkah dia jatuh hati


Seperti apa yang kurasa


Mungkinkah dia jatuh cinta


Seperti apa yang ku damba


Bilakah dia mengerti


Apa yang tlah terjadi


Hasratku tak tertahan


Tuk dapatkan dirinya


Mungkinkah dia jatuh hati


Seperti apa yang kurasa


Mungkinkah dia jatuh cinta


Seperti apa yang ku damba


Tuhan yakinkah dia

__ADS_1


Hanya untukku


Andai dia tahu


Mungkinkah dia jatuh hati


Seperti apa yang kurasa


Mungkinkah di jatuh cinta


Seperti apa yang ku damba


Bilakah dia mengerti


Apa yang tlah terjadi


Hasratku tak tertahan


Tuk dapatkan dirinya


Mungkinkah dia jatuh hati


Seperti apa yang kurasa


Mungkinkah di jatuh cinta


Seperti apa yang ku damba


Tuhan yakinkah dia


Hanya untukku


Andai dia tahu


Andai dia tahu


Prok... prok... prokkk...


Suara tepuk tangan inti Geng BW.


" Terima kasih." Kata Izam.


Kriuk.. kriuk....


Sejenak mereka semua terdiam, dan saling pandang. Tiba - tiba Si Arzan bertanya.


" Suara perut siapa tuh.?" Tanya Arzan dan

__ADS_1


" Hehehehe. Sorry, itu suara perut Gue." Kata Faris sambil cengengesan.


" Ternyata suara perut mu toh Ris. Ris, Ris." Kata Izam.


" Kebetulan, tadi sebelum gue kesini gue mampir dulu ke supermarket." Kata Elvan sambil mengeluarkan sesuatu di dalam tasnya.


" Nih. Tadi gue mampir ke supermarket beli ini." Kata Elvan mengeluarkan enam pop mie dengan berbagai rasa dari dalam tasnya.


" Wihh. Lo emang temen gue yang paling baik bangett.!!" Kata Izam sambil merangkul bahu Elvan.


" Dasar Si Zam Zam, giliran ada maunya lo baru muji - muji gue." Kata Elvan sambil melirik Izam yang saat ini merangkul bahunya. Dan hanya dibalas senyum pepsodent versi Izam.


" Mumpung hari ini mood gue lagi baik, jadi gue akan masakan kalian mie ini." Kata Elvan sambil berjalan menuju ke dapur, dan tak lupa iapun membawa keenam pop mie itu.


...****************...


Beberapa menit kemudian, Elvan pun keluar dari dapur dengan membawa nampan yang diatasnya terdapat tiga pop mie.


" Zam tolongin gue dong, di dapur masih ada tiga mie. Lo ambilin yah."


" Asyiapp." Balas Izam, lalu iapun berdiri, dan berjalan menuju ke dapur.


" Cepet bener tuh anak kalau soal makanan." Kata Arzan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Izam yang bersemangat.


" Lo kan tau sendiri Si Zam Zam, Dia kan paling semangat kalau soal makanan. tuh anak kan emang doyan makan, apalagi makanan gratis." Kata Faris.


Baru saja diomongin Izam pun sudah muncul dengan membawa nampan yang berisi tiga cup mie. Lalu iapun meletakkan nampan itu di meja ruang tamu.


" Silahkan dimakan anak - anak." Kata Izam, lalu iapun mengambil satu cup mie, dan disusul oleh teman - temannya. Lalu mereka ber-enam pun makan bersama.


...****************...


Di kediaman Fiona.


" Fi.! Kamu mau kemana.?" Tanya Hana yang melihat Fiona hendak keluar rumah.


" Hmm, aku mau jalan - jalan Han, sekalian nanti aku mampir ke supermarket untuk beli makanannya Si Piko." Kata Fiona.


" Kamu mau ikut.?" Tanya Fiona ke Hana.


" Iyya." Jawab Hana antusias.


" Ya udah ayo." Kata Fiona.


Lalu mereka berduapun keluar dari rumah. Tetapi mereka tidak menaiki kendaraan, mereka hanya jalan kaki.


To be continue

__ADS_1


see you in the next episode 💖💖


__ADS_2