
Aku kesal dengan jarak
Yang sering memisahkan kita
Hingga aku hanya bisa
Berbincang denganmu di whatsapp
Aku kesal dengan waktu
Yang tak pernah berhenti bergerak
Barang sejenak agar ku bisa
Menikmati tawamu
Ingin ku berdiri di sebelahmu
Menggenggam erat jari-jarimu
Mendengarkan lagu sheila on 7
Seperti waktu itu saat kau di sisiku
Dan tunggulah ku di sana
Memecahkan celengan rinduku
Berboncengan denganmu mengelilingi kota
Menikmati surya perlahan menghilang
Hingga kejamnya waktu
Menarik paksa kau dari pelukku
Lalu kita kembali menabung rasa rindu
Saling mengirim doa sampai nanti sayangku
Jangan matikan hapemu
Kau tahu aku benci khawatir
Saat kau tak mengabari
Aku tak suka bertanya tanya
Ingin ku bakar dia yang sering
Mention mentionan denganmu di twitter
Namun kau selalu menyakinkanku
Ku tumbukan rasa percaya
Bukan rasa curiga
Dan tunggulah ku di sana
Memecahkan celengan rinduku
Berboncengan denganmu mengelilingi kota
Menikmati surya perlahan menghilang
Hingga kejamnya waktu
__ADS_1
Menarik paksa kau dari pelukku
Lalu kita kembali menabung rasa rindu
Saling mengirim doa sampai nanti sayangku
Paparapa paparapa paparapaparapapa
Paparapa pararararararara hingga kita bertemu.
Fiona mendengarkan musik di headphonenya, sambil sesekali ia juga bernyanyi. Fiona saat ini lagi berjalan menuju ke supermarket. Jarak dari rumahnya ke Supermarket tidak terlalu jauh, itulah mengapa ia lebih memilih berjalan kaki saja daripada menggunakan kendaraan.
Ia terlalu fokus mendengarkan musik di headphonenya, sampai - sampai ia tidak menyadari area sekitarnya. Di belakang Fiona terdapat seseorang yang mengikutinya diam - diam, tetapi yang diikuti malah tidak menyadarinya.
Orang itu pun menoleh ke kiri dan kanan. Ketika ia merasa sudah aman iapun langsung mengeluarkan sesuatu di saku celananya, dan tersenyum smirk. Senyum yang siapa saja yang melihatnya pasti akan langsung takut.
Lalu
" Hum... Humm.!" Setelah itu Fiona pun jatuh pingsan.
" Halo Bos. Gadis ini sekarang sudah ada di tangan saya bos." Kata orang itu, yang berbicara dengan seseorang menggunakan Earphone yang ada di telinganya.
" Bagus.! Hhhhh. Cepat bawa dia kesini sekarang." Kata orang di seberang sana, sambil tertawa karena rencananya berhasil.
" Baik Bos.!" Kata orang itu, lalu iapun langsung menggendong tubuh Fiona dan memasukkannya di mobil. Lalu iapun melajukan mobilnya.
......................
" Hhhh... Bintang Hadiah spesial menantimu. Gue ingin tahu bagaimana caranya lo mengatasi masalah ini."
" Gue memang nggak tahu hubungan lo dengan gadis itu. Tapi tidak apalah, gadis itu akan gue jadikan tawanan agar lo datang langsung ke depan gue. Tapi gue nggak akan mau sampai lo tau siapa gue sebenarnya. Karena belum saatnya lo tau."
" Hmm. Atau gadis itu adalah kekasihnya Bintang.? Ah sudahlah mau itu kekasihnya Bintang ataupun bukan gue nggak peduli. Gue akan menggap wanita itu sebagai kekasihnya Bintang karena cuman gadis itu satu - satunya yang jalan dengan Bintang."
" Bersiap - siaplah Bintang. Permainan dimulai." Kata orang itu sambil tersenyum smirk, lalu iapun memakai topi, kacamata hitam, dan terakhir maskernya.
......................
Tring..
Tring..
Lalu pemuda itupun berhenti. Lalu ia membuka helmnya setelah itu iapun merogoh saku celananya.
" Nomor siapa ini.?" Katanya dengan dahi berkerut.
" Halo."
" Hhhh. Halo Bintang." Jawab orang itu sambil tertawa.
" Siapa ini.?"
" Lo nggak perlu tahu siapa gue. Yang harus lo tau sekarang kekasih lo dalam bahaya. Dan kalau sampai lo nggak datang ke sini maka gue nggak tahu nasib pacar lo besok."
" Kekasih.?" Kata Bintang bingung, pasalnya selama ini ia tidak pernah menjalin hubungan dengan siapa pun. Lantas bagaimana caranya tiba - tiba ia mempunyai kekasih.
" Siapa sebenarnya yang lo maksud kekasih gue. Siapa lo sebenarnya.?"
" Jangan jadi pengecut lo.!"
" Gue tadi udah bilang, lo nggak perlu tahu siapa gue, yang jelas lo sekarang ke jalan xx kalau lo mau kekasih lo selamat. Ngomong - ngomong kekasih lo cantik juga. Hhh... Sayang kalau lo nggak menyelamatkan kekasih lo ini. Atau kalau lo mau kekasih lo ini buat gue aja ya. Hhhh... Oh iya lo harus datang sendiri aja. Jangan bawa siapa - siapa apalagi polisi.!" Kata orang itu. Lalu setelah mengatakan itu iapun langsung menutup panggilannya sepihak.
" Halo.. Haloo.."
" Akh.... Dasar pengecut. Siapa sebenarnya dia. Dan siapa yang ia maksud kekasih gue.?"
Tin
__ADS_1
Tiba - tiba ada pesan masuk di ponselnya Bintang. Lalu Bintang pun membuka pesan itu dan betapa kagetnya ia melihat foto yang dikirimkan nomor yang sama sekali tidak ia kenal, bahkan nomor itu berbeda dengan nomor yang menelponnya tadi.
" Akh.. Sial.! Siapa sebenarnya orang ini.?"
" Aku harus kesana sekarang."
Brummm....
......................
Di sebuah gudang...
Fiona pun membuka matanya perlahan - lahan. Lalu iapun langsung menatap langit - langit tempat itu. Dahinya lalu berkerut.
" Dimana ini.? Auh." Kata Fiona sambil mengeluh kesakitan karena kepalanya sedikit pusing. Lalu disaat ia ingin menggerakkan tangannya, tetapi tidak bisa, disaat itulah iapun baru menyadari bahwa tubuhnya ternyata terikat di kursi.
" Dimana ini sebenarnya, dan siapa yang menculik aku.?"
" Tolong.. Tolong.. ! Siapa pun diluar tolong aku." Teriak Fiona, sambil memberontak. Ia menggerak - gerakkan tubuhnya agar terlepas dari lilitan tali yang mengikatnya.
" Tolong.. !" Teriak Fiona lagi, tetapi tidak ada satupun yang menyahut.
Tiba - tiba
Kreek...
Pintu terbuka. Lalu menampilkan dua sosok pria, yang satu berbadan kekar, memiliki wajah menakutkan seperti penculik di film yang sering Fiona tonton. Dan yang satu lagi cukup misterius karena wajahnya ia tutupi menggunakan topeng, lalu ia memakai baju serba hitam mulai dari atas sampai bawah.
" Nih penculik nggak ada baju ya, selain warna hitam.? Hmm benar - benar seperti penampilan penculik yang ada di tv." Batin Fiona mengamati penampilan mereka.
Mereka bertiga masih bungkam belum ada yang mengeluarkan suara satupun, baik itu dari Fiona, maupun dari kedua penculik itu.
" Kok mereka nggak mengatakan apa - apa sih." Batin Fiona.
" Apa mereka menunggu aku membuka suara terlebih dahulu ya." Batin Fiona bermonolog.
" Ekhm... Apa tujuan kalian menculik aku.?" Kata Fiona yang akhirnya lebih memilih membuka suara terlebih dahulu.
" Hhhh.. Maaf gadis manis, sebenarnya kamu tidak memiliki salah apa - apa dengan kami, tetapi kekasih kamu itulah yang memiliki kesalahan. Hhhh.." Kata orang itu.
" Kekasih.? Sejak kapan aku punya kekasih. Aku nggak pernah menjalin hubungan dengan lelaki manapun. Selama ini aku hanya sibuk mengejar Bintang seorang, yang entahlah, apakah suatu saat nanti aku akan menggapai cintanya atau tidak." Batin Fiona.
" Kekasih, yang mana maksud kamu Tuan penculik.?"
" Masa kekasih sendiri kamu sampai lupa. Jangan bilang kamu amnesia mendadak." Kata orang bertopeng itu.
" Roy.! Kepala perempuan ini nggak terbentur kan pada saat kamu bawa dia kesini.?" Tanya orang misterius itu ke laki - laki di sebelahnya.
" Tidak Tuan." Jawab laki - laki itu.
" Kamu nggak tau kekasih kamu itu siapa.?" Tanya Pria bertopeng itu ke Fiona.
" Memang kekasih aku itu siapa.?" Bukannya menjawab Fiona malah bertanya balik ke pria misterius itu.
" Namanya adalah Bin -" Belum selesai ia menjawab pertanyaan dari Fiona
Tiba - tiba
Brakkk...
Lelaki berbadan kekar yang memiliki wajah yang cukup seram tiba - tiba masuk dan berkata,
" Maaf Bos dia sudah datang." Kata lelaki yang baru saja masuk itu.
" Hm. Bagus permainan akan dimulai." Jawab pria bertopeng itu. Lalu mereka bertiga pun keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Fiona sendirian di situ.
To be continue
__ADS_1
see you in the next episode 💖💖