RINTANGAN CINTA

RINTANGAN CINTA
Aksi Bintang dan Fiona menyelamatkan diri dari kejaran penjahat


__ADS_3

Brum....!


Akhirnya Fiona dan Bintang berhasil menaiki motornya Bintang, lalu Bintang pun segera menancap gas motornya dan melajukan motornya secepat mungkin tetapi perjuangan mereka berdua untuk kabur belum lah usai, karena ada tiga motor yang masih mengejar mereka.


Brumm. !!


Bruuum.!!


" Pegangan yang erat.!" Kata Bintang ke Fiona dengan suara yang agak dikeraskan karena sekarang saat ini mereka naik motor.


" Hum. Mm... i- ya." Kata Fiona gugup. Palagi saat ia memegang bahu Bintang sebagai pegangan supaya ia tidak jatuh.


Deg! Deg! Deg!


" Aduh.. duh. Jantung oh jantung tenaglah, wahai jantung yang terhornat. Tapi jangan sampai kamu berhenti berdetak ya.! karena itu tandanya nyawa aku melayang." Monolog Fiona dalam hati.


" Huft. Siapkan mentalmu Fiona." Tambah Fiona lagi tapi dalam hati. Lantas dengan gerakan slow motion ia menggerakkan tangannya untuk berpegangan di bahu Bintang lagi, karena tadi pegangannya sempat ia lepas karena jantungnya lagi marathon.


" Aduh. ! Antara takut dan senang perasaanku saat ini. Aku senang karena bisa naik dibonceng sama Ice Bintang lagi, tapi aku juga takut karena keadaan saat ini sangat - sangat tidak mendukung. Andai aja aku punya tongkat sihir udah aku sihir mereka semua jadi kodok. Hah.!" Monolog Fiona dalam hati sambil menoleh ke arah penjahat yang masih mengejar mereka.


Puk.!


" Cepat Bin.! Mereka semakin mendekat." Kata Fiona memperingati Bintang dengan menepuk pelan bahunya.


Bintang pun langsung melajukan dengan cepat motornya. Tiba - tiba


Ciitt.!


Bunyi rem motor Bintang. Bintang sengaja mengerem motornya mendadak karena ia dihadang oleh beberapa orang yang mengendarai motor sport.


" Akh.! Sial.! Itu orang banyak juga anak buahnya." Gumam Bintang.


" Kita harus gimana sekarang.?" Tanya Fiona ke Bintang.


" Dengan terpaksa aku harus ngadepin mereka." Kata Bintang.


" Tap--" Belum sempat Fiona menyelesaikan kalimatnya Bintang sudah duluan turun dari motor. Yang Fiona khawatirkan sekarang adalah keadaan Bintang. Ia khawatir apakah dengan keadaan seperti itu Bintang mampu menghadapi mereka semua.


Yang bisa Fiona lakukan saat ini adalah berdoa, supaya Bintang tidak kenapa - napa.


Bugh.!


Bugh. !


Bintang terus melawan penjahat itu dengan sekuat tenaga. Ia bertarung dengan sisa - sisa tenaga yang ia miliki, meskipun sesekali ia meringis kesakitan akibat luka - luka di tubuhnya ditambah lagi ia juga mendapat beberapa pukulan dari lawannya saat ini.

__ADS_1


Fiona yang melihat itu langsung ikut membantu Bintang. Tetapi hal pertama yang ia lakukan adalah mencari alat yang ia bisa jadikan senjata. Mata cantiknya itu lantas menelusuri daerah sekitar dan ia berharap menemukan apa yang ia cari.


Tiba - tiba matanya menangkap sebuah balok kayu yang berada di pinggir jalan, dan disaat ia ingin mengambilnya tiba - tiba ada salah satu penjahat yang menghalanginya.


" Hai cantik mau kemana kamu." Kata penjahat berkepala botak itu.


" Haish.. Sangat menyebalkan penjahat ini." Geram Fiona. Lalu iapun tetap melangkah ingin mengambil balok kayu itu.


" Heits. ..Mau kemana cantik." Kata penjahat itu, lantas iapun langsung memegang tangan Fiona.


Fiona yang melihat tangannya dipegang langsung mendekatkan tangannya yang dipegang itu ke wajahnya. Seolah - olah ia ingin mencium tangan Si Penjahat. Ketika tangan penjahat itu semakin dekat dengan wajahnya iapun lantas menyeringai


Dan


Akh.!


Bugh.!


Ia menggigit tangan penjahat itu lalu memberikan bogeman mentah ke wajah preman itu lalu ia bergumam " Rasain.!"


" Sial.! Dasar gadis nakal.!" Maki preman itu sambil meringis.


Lalu tak ingin membuang kesempatan Fiona pun lantas berlari ke arah balok kayu yang ia incar dari tadi.


" Kalian rasakan ini.!" Kata Fiona lantas ia memukul satu persatu penjahat dengan balok kayu yang ia pegang.


BUGH. !


Akh. !


" Dasar gadis nakal." Teriak salah satu penjahat yang terkena pukulan dari balok kayu yang ia pegang. Fiona tidak segan - segan memukulkan senjatanya itu ke penjahat itu.


Tetapi...


Hap....


" Akhirnya gadis kecil yang nakal, balok kayu kamu berhasil aku tangkap." Kata salah satu penjahat yang badannya sangat kekar serta wajahnya yang sangar. Semua tindakan Fiona itu tak luput dari perhatian Bintang, ia mau membantu tetapi ia saat ini juga sedang melawan penjahat - penjahat ini.


Fiona yang tidak kehabisan akal pun segera melakukan sesuatu. Ia lalu menendang penjahat itu lalu iapun langsung mencakar wajah preman itu dengan kukunya. Dan untungnya kebetulan penjahat itu memang sedikit lengah tadi. Ia tidak berhati - hati mungkin karena Fiona adalah seorang perempuan jadi ia tidak waspada. Dia tidak tahu aja Fiona itu banyak akal gigi, tangan, dan terakhir kaki semua itu ia gunakan untuk melawan preman itu, dan untungnya otak cerdasnya itu tidak kehabisan akal.


" Hm. Ada juga gunanya kuku - kukuku yang panjang ini." Gumam Fiona.


" Aku kayak kucing aja. Hhh." Kata Fiona dalam hati. Lalu iapun berlari ke arah dimana Bintang berada.


Fiona pun lantas melanjutkan aksinya itu lagi, ia memukul lawan Bintang yang masih tersisa dengan senjata andalannya yaitu si balok kayu yang Fiona temukan tadi.

__ADS_1


BUGH. !


BUGH. !


BUGH. !


" Ayo.!" Kata Fiona menarik tangan Bintang untuk lari karena mau mengambil motor pun tidak sempat karena masih ada penjahat itu disana. Bisa - bisa kalau mereka nekat mengambil motor itu mungkin saja belum sempat mereka sampai, mereka akan dihajar lagi.


Mereka terus berlari, tetapi preman yang tidak terlalu terluka juga ikut mengejar kedua remaja itu.


Tiba - tiba


Mata tajam Bintang menangkap sebuah mobil yang mengangkut beberapa kardus entah apa isinya entahlah, terparkir di pinggir jalan. Tanpa pikir panjang Bintang pun lantas menarik tangan Fiona dan menaiki mobil itu lalu mereka berdua bersembunyi di belakang tumpukan kardus.


" Kemana mereka.?!" Kata salah satu penjahat.


" Entahlah. Tapi aku yakin mereka pasti sembunyi di sekitaran sini." Jawab penjahat yang satu lagi.


Fiona dan Bintang yang mengintip di cela - cela kardus mengamati penjahat itu. Yang mereka lakukan saat ini hanyalah berdoa kepada tuhan agar para penjahat itu tidak menemukan mereka.


Brumm..!


Tiba - tiba mobil yang mereka tumpangi untuk bersembunyi itu ikut bergerak dan melaju di jalanan.


" Gawat.! Mobil ini akan membawa kita kemana.?" Kata Fiona kaget pasalnya mobil itu bergerak entah kemana tujuannya.


" Biarkan saja. Daripada kita ketangkap penjahat." Kata Bintang lalu ia menyandarkan tubuhnya di kardus - kardus itu sambil memejamkan matanya, mungkin karena efek kelelahan.


Fiona yang melihat keadaan Bintang langsung perihatin. Muka Bintang yang tampan itu dipenuhi beberapa lebam dengan darah yang mengering di bagian lengan sebelah kirinya.


Lastas Fiona pun langsung menyentuh wajah Bintang yang terluka.


" Sss.. " Ringis Bintang karena Fiona menyentuh luka di wajahnya.


" Eh..Maaf." Lirih Fiona dan menyingkirkan tangannya.


" Pasti sakit banget ya.?" Tanya Fiona.


" Nggak. Udah biasa." Jawab Bintang datar.


" Hum.. pokoknya kalau mobil ini berhenti aku harus cari obat buat obatin luka - luka Bintang kasian dia lukanya bisa infeksi jika tidak dibersihkan." Batin Fiona.


" Ya Allah semoga aku dan Bintang bisa kembali ke rumah masing - masing secepatnya. Pasti mama dan papa khawatir sama aku, mungkin begitu juga dengan orang tua Bintang. Aamiin."


To be continue

__ADS_1


see you in the next episode 💖💖


__ADS_2