
Setelah membantu Fiona Bintang pun lantas meninggalkan Fiona setelah ia yakin gadis itu akan baik - baik saja jika ia tinggal sendirian.
Bintang sendiri pun juga sangat heran dengan dirinya sendiri kenapa ia tiba - tiba ingin membantu gadis itu. Ada apa dengan dirinya saat ini.? Perasaan apa yang ia rasakan saat ini.? Ia sendiri seperti tidak mengenali dirinya sendiri saat ini. Sepertinya ada yang aneh dengan dirinya.
Senyumannya. Ya apalagi setelah ia melihat senyum gadis itu yang begitu indah. Sangat, sangat indah sampai ia pun tadi tidak sadar memuji keindahan senyuman Fiona di depan orangnya langsung.
Entah kenapa setelah ia melihat senyum gadis itu entah kenapa ada yang beda. Selama ini ia telah banyak melihat senyuman para gadis yang berusaha mendekatinya tetapi malah ia mengacuhkannya, dan tidak memperdulikan mereka, bahkan tertarikpun tidak. Tetapi dengan Fiona, lain lagi ceritanya dengan gadis itu, entah mengapa ia betah berlama - lama memandangi wajah Fiona, apalagi jika gadis itu tersenyum.
Bintang pun berjalan di koridor sambil sibuk dengan pemikirannya sendiri, bahkan gadis - gadis yang menyapanya pun tidak ia pedulikan lagi.
Tiba - tiba
Bruk.!
Bintang pun tidak sengaja menabrak seseorang, dan ketika ia melihat wajah orang yang ia tabrak mimik wajahnya pun langsung berubah.
Deon. Ya orang yang ditabrak Bintang tadi itu adalah Deon. Deon adalah ketua Geng Zervanos, dan Geng itu adalah musuh Geng BW.
Mereka pun saling bertatap - tatapan di koridor sekolah. Para kaum hawa penyuka kaum adam yang memiliki wajah ganteng pun tak menyia - nyiakan momen itu. Mereka berkumpul tak jauh dari Bintang dan Deon berada untuk menatap dua cowok ganteng itu. Bahkan ada yang mengambil gambar mereka berdua melalui ponsel mereka masing - masing.
Bintang pun melirik tangan Deon, lantas Deon pun mengikuti arah pandang Bintang.
Bintang pun langsung mengerutkan keningnya setelah ia memandangi kedua tangan Deon.
__ADS_1
Sret...
Bintang pun lantas menarik tangan Deon, dan membelah kerumunan gadis - gadis yang sejak tadi memperhatikan mereka.
" Lo apa - apaan sih.!" Kata Deon, sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Bintang.
" ikut gue.!"
Bintang pun menyeret Deon, ia berjalan menuju halaman belakang perpustakaan. Lalu iapun menghempaskan tangan Deon setelah mereka sampai di halaman belakang perpustakaan.
" Lo apaan sih.!" Kata Deon sambil menatap tajam ke arah Bintang.
Buk.!
Buk.!
Krek.!
Tidak ada yang tahu kedua remaja itu sedang adu jotos di halaman belakang perpustakaan, karena memang tempat itu jarang dikunjungi.
" Lo kan yang menculik Fiona, !" Kata Bintang di sela - sela pertarungan mereka.
" Fiona.? Gue nggak tahu.!" Jawab Deon, sambil tetap melanjutkan pertarungannya.
__ADS_1
" Jangan pura - pura gue punya buktinya. Apa jangan - jangan lo juga yang neror gue selama ini.!" Kata Bintang yang emosinya sudah sampai diubun - ubun.
" Apaan sih lo, main nuduh - nuduh orang sembarangan."
" Gue nggak nuduh.! Gue itu punya bukti, dan semua buktinya mengarah ke elo.!" Tunjuk Bintang.
......................
Disisi lain namun di tempat yang sama, seseorang sedang tersenyum smirk menyaksikan pertarungan kedua cowok itu.
" Hhhhhhhh. Ini yang namanya sekali dayung dua tiga pulau terlampaui."
" Akhirnya rencanaku berhasil, dan berjalan dengan mulus."
" Yang melakukan aku, yang dituduh orang lain." Katanya, lalu tersenyum smirk.
Setelah mengatakan itu, orang itupun langsung meninggalkan tempat persembunyiannya.
......................
Di belakang perpustakaan, dimana perkelahian sekarang masih berlangsung. Tiba - tiba ada siswa laki - laki yang tidak sengaja melihat pertarungan kedua remaja itu. Ia takut untuk melerainya, jadi ia memutuskan melapor kepada guru saja. Murid laki - laki itupun berlari meninggalkan tempat itu.
To be continue
__ADS_1
see you in the next episode 💖💖