
Di teras markas Geng BW.......
Kedua pemuda itu masih tetap berguling - guling di lantai sambil tarik menarik telinga. Emang dasar ya mereka berdua sudah besar tapi kelakuannya nggak beda jauh sama anak - anak. Sementara teman - temannya masih setia menyoraki mereka berdua.
" Elvan..! Elvan....! Semangat Van.!"
" Izam....! Zam... semangatt. !!"
Begitulah teriakan - teriakan dari mereka semua yang ditujukan untuk kedua pemuda yang masih asyik berguling - guling di lantai.
Sementara Bintang dan Ghali yang melihat kelakuan mereka semua hanya bisa menggelengkan kepala mereka, karena tak habis pikir dengan kelakuan teman - teman mereka.
" Bin. Kayaknya cuman kita berdua deh yang waras disini. Mereka semua calon penghuni rumah sakit jiwa kayaknya." Kata Ghali ke Bintang.
" Teman se - Geng lo tuh Li." Kata Bintang.
" Iya. Dan ketuanya itu kan lo sendiri Bin, jangan lupakan itu."
" Memang butuh kesabaran penuh menghadapi mereka berempat." Kata Ghali menambahkan lagi. Mereka berdua hanya memandangi tingkah keempat temannya itu yang katanya calon penghuni Rumah sakit jiwa itu. Setelah dirasa cukup Bintang pun membuka suaranya untuk menghentikan kegiatan teman - temannya itu.
" Berhenti.!" Teriak Bintang cukup keras. Sehingga keempat makhluk itu lantas menoleh ke arahnya termasuk kedua makhluk yang berguling - guling dilantai itu ya. Untung saja lantainya bersih jika tidak sudah dipastikan pakaian mereka akan menjadi pengganti kain pel.
Lalu mereka berempat pun lantas membuat barisan, dengan posisi siap. Kayak murid yang lagi mau upacara saja mereka berempat itu.
" Elvan, Izam.!"
__ADS_1
" Siap Bos.!" Jawab mereka berdua lantang.
" Kalian berdua tolong kalian pergi ke dapur. Kalian mengerti kan.?"
" Kami mengerti Bos.! Siap laksanakan.!"
Lalu mereka berdua pun lantas balik kanan dan masuk ke dalam markas, menuju ke dapur. Sesampainya mereka di dapur, mereka disuguhkan dengan pemandangan dimana bahan - bahan makanan yang sudah siap diolah menjadi makanan yang lezat sudah tertata rapi di Dapur.
" Van. lo yang masak gue yang cicipin." Kata Izam membuka suaranya.
" Enak banget lo.! Tinggal nyicipin tapi nggak mau bantuin.!" Kata Elvan sambil berkacak pinggang.
" Van. Asal kamu tahu ya orang yang nyicipin makanan itu juga sangat berjasa loh. dan itu juga pekerjaan yang sangat beresiko Siapa tahu kan makanan itu ada racunnya."
" Banyak alasan lo Bang Izam. Bilang aja kamu nggak mau bantuin aku masak."
Lalu Elvan pun hanya memutar bola matanya malas kepada sahabatnya yang satu itu. Lantas Elvan pun langsung merangkul Izam dan membawa Izam ke tempat dimana sudah ada pisau dan beberapa bawang merah. Izam pun yang dihadapkan di situ langsung mempunyai firasat buruk.
" Van. Jangan bilang lo mau nyuruh gue untuk memotong bawang jahat ini." Kata Izam. Yang mengganti nama Bawang merah menjadi bawang jahat.
" Yups.! Benar banget Bang Izam. Potong Bawang ini, setelah itu berikan ke aku ya.!"
" Semangat. Bang Izam.!"
" Tega lo Van. Lo kan tahu gue paling anti kalau dihadepin untuk memotong Bawang jahat ini."
__ADS_1
" Zam. Potong aja sih.! Itung - itung belajar jadi calon suami yang baik." Kata Elvan.
" Van.! Kasih aku kerjaan yang lain aja, asal jangan suruh aku untuk memotong Bawang jahat ini. Ya Van, ayolah Van masa lo tega sih sama gue." Kata Izam dengan tatapan memohon.
" Terima nasib aja Zam. Hadapin semuanya dengan ikhlas dan sabar." Nasihat Elvan.
" Tega lo Van sama gue." Kata Izam. Lalu iapun mulai memotong bawang jahat itu eh salah maksudnya bawang merah itu.
" Hiks... Hiks... Dasar Bawang jahat hobinya cuman bikin orang nangis aja.!" Maki Izam ke Bawang merah itu sambil sesekali ia menyeka air mata yang keluar dari matanya.
" Zam.! Mau aku kasih tissue nggak.?" Tanya Elvan.
" Ya udah karena gue baik gue lap' in air mata lo nih." Setelah mengatakan itu Elvan pun melap air mata Izam yang terus menetes dari matanya dengan menggunakan tangannya. Tiba - tiba.
" Akh.!! Perih.! Mata aku perih.!" Teriak Izam tiba - tiba.
To be continue
Ada yang penasaran nggak nih,? kenapa Si Izam berteriak matanya perih.
Penasaran. ?
Penasaran. ?
Nantikan episode selanjutnya.!
__ADS_1
see you in the next episode 💖💖