RINTANGAN CINTA

RINTANGAN CINTA
Elvan VS Izam


__ADS_3

Di markas Geng Black Wolf. Kalau biasanya semua anak - anak Geng Black Wolf berkumpul disana tetapi hari ini beda cerita lagi, yang berkumpul disana hanyala inti Geng Black Wolf saja termasuk sang ketua ya.!


" Hum.! Bosan, enaknya ngapain ya.?" Kata Elvan yang merasa bosan karena sejak tadi mereka semua hanya sibuk di dunia mereka sendiri. Mereka semua sejak tadi hanya sibuk denga hendphone di tangan mereka masing - masing dan juga ada yang sibuk melamun, seperti Bintang contohnya.


Saat ini Bintang hanya melamun sendirian, entah apa yang dipikirkan Bintang sampai - sampai sejak tadi yang ia lakukan hanyalah terdiam dengan tatapan lurus ke depan.


Saat ini mereka semua sedang berada di teras markas Geng BW.


" Eh. shut.. shut.. " Kata Elvan memberikan kode kepada teman - temannya itu. Tetapi keempat temannya yang nggak ada akhlak-nya itu malah tak memperdulikannya sama sekali.


" Dasar, mereka semua.! Enak aja gue dikacangin. Pokonya aku harus melakukan sesuatu nih, kepada mereka semua." Batin Elvan yang emosinya sudah sampai di ubun - ubun.


Lalu Elvan pun berdiri dari tempat duduknya, dan iapun berjalan menuju ke empat sahabat nggak ada akhlaknya itu. Lalu iapun langsung mengambil satu persatu hendphone temannya itu.


" Ap... !"


Baru saja mereka semua ingin perotes tetapi Elvan lebih dulu meletakkan jari telunjuknya di depan mulutnya. Pertanda ' mereka tidak boleh berisik.' Dan untungnya teman - temannya itu langsung mengerti, dan tak meneruskan teriakan mereka tadi, yang ingin memperotes Elvan yang dengan seenak jidatnya mengambil hendphone mereka semua.


Lalu Elvan pun memberi kode kepada teman - temannya dengan cara menoleh ke arah Bintang berulang kali. Dan untungnya teman - temannya itu semuanya ternyata peka dengan kode yang diberikan Elvan ke mereka.

__ADS_1


" Si Bos dari tadi ngelamun. Kayak banyak pikiran gitu." Kata Elvan tetapi dengan suara yang ia buat sepelan mungkin.


" Kayaknya Si Bos lagi ada masalah deh." Kata Izam dengan suara yang ia buat sepelan mungkin sama seperti Elvan.


" Iya itu makanya dari tadi tuh gue ngode kalian. Tetapi dengan tidak berperikemanusiaannya kalian malah ngacangin gue." Kata Elvan kesal.


" Ya elah Van ngambek nih lo ceritanya, sama kita - kita." Kata Faris.


" Iya gue ngambek sama kalian semua.! Nanti gue kutuk kalian semua jadi batu, karena kalian ngacangin gue tadi. Biar tau rasa kalian.!" Geram Elvan, sampai - sampai ia ingin mengutuk teman - temannya itu menjadi batu.


" Ya. Elah Van, lo kayak emaknya Si Maling Kundang aja." Kata Izam.


" Enak aja lo samain gue kayak emak - emak.! Gue ini laki - laki bukan perempuan. Dan gue juga bukan emak - emak.!"


" Iya Van. Lo hari ini kenapa marah - marah terus sih. Lo lagi pms ya.?" Tanya Izam.


" Sialan! lo Zam. Lo mau baku hantam ya sama gue ya.? Sini maju.!" Kata Elvan sambil menggulung lengan bajunya itu bersiap - siap baku hantan dengan Izam.


" Ayo.! Gue juga sudah lama nih nggak adu kekuatan." Kata Izam dengan semangat empat limanya. Lalu iapun berdiri dari kursinya dan menghadap Elvan.

__ADS_1


Dan.


1


2


3


Kedua remaja itu ternyata memang adu kekuatan, dengan cara berguling - guling di lantai. Sambil mereka berdua saling tarik menarik telinga. Dengan Elvan yang nenarik telinganya Izam dan sebaliknya Izam yang menarik telinga Elvan. Hadeh kayak anak kecil aja kedua remaja itu.


Dan teman - teman mereka yang lain bukannya melerai pertarungan antara Elvan dan Izam, mereka malah asyik menontonnya. Dan tak lupa mereka pun meneriaki nama Elvan, dan Izam.


" Elvan.!"


" Izam.!"


Benar - benar mereka semua. Ghali yang melihat kelakuan mereka hanya bisa menepuk jidatnya dengan pelan. Lalu Ghali pun lebih memilih menghampiri Bintang yang sedang melamun sendirian, dan tak menghiraukan keributan teman - temannya.


" Bos.!" Panggil Ghali dengan menepuk pundak Bintang.

__ADS_1


To be continue


see you in the next episode 💖💖


__ADS_2