RINTANGAN CINTA

RINTANGAN CINTA
Kesedihan Fiona


__ADS_3


Nih, Author kasih liat buat kalian semua Logo GENG BW. 😊


Happy reading.


......................


Pukul 24:00 tengah malam.


Fiona berbalik ke kanan, dan ke kiri. Tetapi tetap saja ia tidak bisa tidur. Entah kenapa gadis cantik itu tidak bisa tidur padahal waktu sudah menunjukkan tengah malam. Lalu Fiona pun bangun dari tempat tidurnya, dan ia berjalan menuju kamar mandi.


Sesampainya ia di kamar mandi, ia lalu menatap pantulan dirinya di cermin cukup lama. Setelah ia puas menatap pantulan dirinya di cermin ia lalu menyalakan kran air, dan mencuci wajahnya.


Setelah ia selesai mencuci wajahnya iapun langsung menatap pantulan dirinya di cermin, tetapi, tiba - tiba darah pun keluar dari hidung Fiona. Buru - buru Fiona mengambil tissue yang kebetulan ada di dekatnya saat itu.


Srekk..


Setelah Fiona merasa darah di hidungnya tidak keluar lagi. iapun lalu membersihkan kembali wajahnya dan tangannya serta membuang tissue bekas yang penuh dengan darah itu di tempat sampah.


Lalu Fiona pun teringat sesuatu, ternyata ia lupa meminum obatnya. Iapun lalu keluar dari kamar mandi dan mencari obatnya.


" Nah. Ini dia." Kata Fiona setelah ia menemukan obatnya yang ternyata ada di atas nakas. Lalu Fiona pun mengambil air yang memang setiap malam ia sediakan di atas nakasnya.

__ADS_1


Lalu Fiona pun langsung menelan beberapa pil obat. Yang entah obat apa itu yang jelasnya cuman Fiona yang tau obat apa itu yang ia telan. Jangan tanya ke Author ya, karena Author juga nggak tau loh. Hehe. Habisnya Fiona pelit nggak mau ngasih tau Author sih.


Setelah selesai minum obat Fiona pun langsung duduk di tepi kasurnya, sambil memejamkan matanya. Selang beberapa lama setelah Fiona merasa keadaannya sudah lebih baik dari sebelumnya iapun langsung membuka kembali matanya.


" Meow.!"


" Piko.?"


Ya.Yang mengeong tadi adalah Si Piko kucing kesayangannya Fiona. Kucing imut itupun langsung melompat naik ke tempat tidurnya Fiona. Dan iapun langsung memposisikan dirinya tidur di pangkuan Fiona. Lalu Fiona pun tersenyum melihat Si Piko yang manja kepadanya, iapun langsung mengelus bulu kucing imut itu.


" Hum. Kucing siapa sih ini? manja banget deh." Kata Fiona dengan suara yang ia buat seperti anak kecil, sambil mencubit pipi Si Piko.


" Meow.!"


" Pik. Kita ke balkon yuk.!" Kata Fiona. Lalu iapun menggendong Si Piko menuju balkon.


" Nah. Disini lebih nyaman kan Pik.? Kita bisa ngeliat banyak Bintang yang cantik disini." Kata Fiona ke Piko.


" Pik. Hm. Seandainya suatu saat nanti aku pergi, kamu harus jadi kucing baik ya Pik. Kamu nggak boleh nakal. Kalau kamu kangen sama aku kamu tinggal liat Bintang aja di balkon ini."


Lalu Fiona pun menerawang ke depan.


" Pik. Aku mau cerita nih sama kamu, tapi kamu jangan bilang ke siapa - siapa ya.! Kamu harus ingat ini rahasia kita berdua."

__ADS_1


" Pik. Sebenarnya tuh aku sakit. Dan mungkin sisa waktu ku untuk hidup di dunia ini sudah nggak lama lagi Pik."


" Pik. Jangan kasih tau ke siapa - siapa ya, kalau aku memiliki penyakit. Aku nggak mau bikin mereka khawatir. Biarlah cuman tuhan, aku, dan kamu aja Pik yang tau masalah ini."


" Mah, Pah. Kalian disana baik - baik aja kan.? Hm Fiona punya satu permintaan nih sama kalian berdua. Fiona ingin kalian berdua nanti bisa berada di samping Fiona di saat terakhir Fiona. Hum. Fiona nggak tau Fiona bakalan bertahan sampai berapa lama lagi. Tapi yang Fiona tahu mungkin Fiona nggak akan bisa bertahan lebih lama lagi."


" Maafin Fiona, karena Fiona nyembunyi'in penyakit Fiona dari kalian semua. Itu semua Fio lakuin supaya kalian nggak terbebani sama penyakit Fiona." Kata Fiona.


Tes.


Tes.


Cairan bening pun keluar dari mata Fiona Si gadis ceria, yang suka jahil itu ternyata menyimpan sebuah rahasia tentang dirinya yang bahkan orang terdekatnya sendiri pun tidak mengetahuinya. Sungguh Fiona adalah gadis yang sangat tangguh ternyata di balik sifatnya yang ceria itu ternyata ia memiliki penyakit yang mungkin kapan saja bisa merenggut nyawanya.


" Pik. Kalau Fio nanti udah nggak ada kamu Fio kasih ke Hana dan Bi Sri ya.! Kamu jangan ngerepotin mereka berdua ya Pik. Ingat kata - kataku ya Pik.!"


Lalu Fiona pun mendongakkan kepalanya ke atas dan melihat Bintang - bintang yang bersinar terang sehingga membuat langit yang gelap itu menjadi cantik karena cahaya Bintang, dan bulan yang meneranginya.


" Fio nggak boleh lemah hanya gara - gara penyakit ini. Fio kan gadis yang kuat. Pokoknya sembuh atau tidak Fio siap.! Dan Fio nggak bakalan menjadikan penyakit ini sebagai kelemahan Fio.! Fio semangat.!" Kata Fio menyemangati dirinya sendiri.


Ya itulah Fiona gadis itu lebih memilih menyembunyikan penyakitnya itu dari keluarganya, dan orang - orang terdekatnya daripada menceritakannya. Menurut Fiona lebih baik ia menyembunyikannya daripada menceritakannya karena itu akan menambah beban keluarganya saja jika ia menceritakannya.


To be continue

__ADS_1


see you in the next episode 💖💖


__ADS_2