
Di sekolahan.....
" Astaga.! Fio kemana.? Apa dia nggak sekolah ya, hari ini." bermonolog sendiri, sambil celingak celinguk mencari keberadaan Fiona. Sebenarnya tadi pagi Hana mau mangajak Fiona pergi sekolah bareng, tetapi Fiona bilang ia akan pergi sendiri nanti. Ia menyuruh Hana untuk pergi duluan. Kalau Hana tebak mungkin Fiona masih asyik rebahan di tempat tidurnya. Maka dari itu ia meminta Hana untuk berangkat duluan. tetapi sampai sekarang Hana tidak pernah melihat Fiona, di sekolah sama sekali. Dan Hana menyimpulkan bahwa Si Fiona masih asyik tiduran sampai lupa waktu. Maka dari itu Hana memutuskan untuk menelpon Fiona.
Nomor yang anda tuju, sedang tidak aktif. !!
" Astaga.! Nomor Fiona tidak aktif lagi."
" Fio.! Kamu kemana sih.! Lebih baik aku telepon Ibu dulu aja deh."
"*Halo.! Assalamualaikum, Bu."
" Waalaikumsalam, Han. Kenapa nak, tumben kamu telepon Ibu."
" Hmm. Jadi gini Bu. Aku mau tanya, Fio ada di situ nggak Bu .?"
" Fio. Udah berangkat, ke sekolah dari tadi pagi Han."
" Hah.! Fio sudah berangkat sekolah sejak pagi tadi.! Tapi Bu, sampai sekarang Fiona belum ada di sekolah. Hana pikir Fiona masih ada disitu Bu."
" Apa.! Jadi, Fio belum ada di sekolah.! Han.? Kamu sudah cari Han.?" Kata Bi Sri di telepon, dengan nada yang panik. Bagaimana tidak panik, setelah ia mendapatkan kabar bahwa anak majikannya itu ternyata belum sampai di sekolahan padahal ia sudah berangkat dari tadi pagi. Apalagi Bi Sri sangat menyayangi anak majikannya itu, yang ia anggap sebagai anak kandungnya sendiri. Itu semua karena Fiona juga sangat baik kepadanya, dan mengaggapnya sebagai ibunya sendiri.
__ADS_1
Fiona memang gadis yang baik, ia sudah menganggap Bi Sri, dan Hana sebagai keluarganya sendiri.
" Iya Bu. Ini juga Hana lagi nyari Fio Bu. Ya sudah Bu, Hana mau anjut cari Fio dulu. Nanti Hana akan kabari Ibu lagi kok, kalau Hana udah nemuin Fio Ibu jangan khawatir ya, aku yakin Fiona pasti baik - baik saja. Assalamualaikum Bu."
" Iya nak. Waalaikumsalam."
Lalu panggilan pun terputus antara Hana dan Bi Sri.
" Fio.! Kamu kemana sih." Kata Hana khawatir dengan sahabatnya itu.
...****************...
Setelah motor Bintang sudah selesai diperbaiki, dan siap untuk digunakan kembali, Bintang pun langsung memberi uang kepada tukang tambal ban tadi.
" Ini pak uangnya. Kembaliannya ambil aja." Kata Bintang ke tukang tambal ban itu.
" Terima kasih nak.!" Kata Bapak itu.
" Iya pak. Sama - sama." Balas Bintang. Lalu iapun menaiki motornya dan bersiap - siap untuk meninggalkan tempat itu, tak lupa iapun memanggil Fiona.
" Hy.! Gadis.! Kalau mau pulang cepetan, naik.!" Perintah Bintang. Ya yang dipanggil Bintang gadis itu ialah Fiona. Fiona pun lantas menoleh lalu berkata,
__ADS_1
" Aku.!" Sambil menunjuk dirinya sendiri.
" Hm."
" Nama aku itu Fiona.!"
" Oh.!"
" Ish.. Padahal kita sudah sekelas hampir dua tahun. Tapi sampai sekarang kamu belum mengetahui nama aku. Hu'u. Dasar Ice Bintang.! Makanya jangan dingin - dingin jadi orang." Gerutu Fiona kesal dalam hati.
" Fiona pamit pulang dulu ya semuanya.! Assalamualaikum.!" Pamit Fiona kepada tukang tambal ban, dan preman yang mungkin akan jadi mantan preman.
" Waalaikumsalam.! Neng, hati - hati.!" Jawab mereka semua secara bersamaan.
Lalu Fiona pun segera berlari ke arah dimana Bintang berada, karena ia tidak ingin Bintang marah, atau yang lebih parahnya Bintang meninggalkannya sendirian disitu. Maka dari itu ia cepat - cepat berlari ke arah Bintang.
Lalu Fiona pun naik ke motor Bintang, dan mereka berdua pun melanjutkan perjalanan mereka yang sempat tertunda tadi gara - gara ban motornya Bintang bocor.
To be continue
see you in the next episode 💖💖
__ADS_1