
**Aku tidak pernah takut dengan apapun kecuali tuhan, termasuk kehilangan kamu. Aku cuman ingin meluruskan kesalapahaman yang terjadi. Namun jika kita ditakdirkan bersama aku nggak nolak kok :)
...-// FIONA** -...
......................
" Kamu lagi, kamu lagi. Kamu kayak anak ayam aja sih yang ngikutin induknya mulu.!" Kata Fiona sambil mendelik kesal dengan makhluk yang sudah duduk anteng didekatnya itu, sambil memakan cemilan yang ia bawa sendiri dari kantin.
Kriuk.!
Kriuk.!
" Mau.?" Tawar Deon sambil menyodorkan cemilannya ke arah Fiona.
" Makasih. Aku udah kenyang kok." Lalu Deon hanya mengagguk saja, dan iapun kembali memakan cemilannya.
" Kamu kalau suka ya kejar aja sebelum terlambat, daripada kamu nyesel nanti, terus mewek habis itu bunuh diri deh." Celetuk Deon.
" Ck.! Tuh mulut nyerocos sembarangan terus dari tadi. Tak kasih cabai, terus diplaster baru tahu rasa." Fiona berdecak kesal.
" Waduh jangan neng, tega amat." Kata Deon dan reflek membekap mulutnya dengan tangannya sendiri.
" Btw, aku bisa bantu kamu menaklukkan Bintang loh. Mau nggak nih." Kata Deon yang tetap keukeh dengan pendapatnya bahwa cewek yang duduk didekatnya itu sebenarnya menyukai Bintang, walaupun cewek itu terus menyangkal perkataan Deon.
__ADS_1
" Memangnya selain menaklukkan cewek kamu juga bisa menaklukkan cowok ya.?" Tanya Fiona sambil menaikkan sebelah alisnya.
" Ya iyalah, menaklukkan cowok itu sebelas dua belas lah dengan menaklukkan cewek. Dan kamu sudah menemukan orang yang tepat." Kata Deon menyombongkan dirinya.
" Ya iyalah kamu masternya, kamu kan playboy." Kata Fiona blak - blakan.
" Oooh jelasss.!!"
......................
" Apa aku harus jadi orang ketiga ya dihubungan mereka.? Tetapi kan itu nggak baik, tapi aku juga ingin meluruskan kesalah pahaman ini."
Fiona duduk di cafe sendirian sambil memangku dagunya menggunakan tangannya, dan tangan yang satu lagi mengetuk - ngetuk meja. Fiona saat ini duduk paling pojok, sambil menunggu pesanannya ia terus memutar otaknya seraya terus berfikir jalan apa yang akan ia tempu selanjutnya.
" Kalau Bintang memang bukan jodohku, aku akan berdoa kepada tuhan supaya ia menjadi jodohku." Monolog Fiona dalam hati, mungkin karena sangking pusingnya ia sampai mengucapkan kalimat itu di dalam hatinya.
" Aduh, aduh kok aku bisa mikir sampai sejauh itu sih. Nih otak mikirnya kemana - mana.!"
" Permisi.!"
" Ini pesanannya mbak. Silahkan dinikmati." Kata pelayan cafe dengan sopan.
" Eh tunggu .!" Lalu pelayan yang sudah berjalan beberapa langkah itupun membalikkan tubuhnya karena merasa terpanggil.
__ADS_1
" Iya mbak ada yang bisa saya bantu mbak.?"
" Cara menjadi pelakor itu gimana sih Kak.?" Tanya Fiona ke pelayan itu.
" Hah.?" Pelayan itupun kaget dengan pertanyaan nyeleneh bin ajaibnya si Fiona.
" Bodoh.!" Rutuk Fiona dalam hati.
" Eh enggak kok kak. Aku cuman becanda doang untuk ngehibur kakak supaya kakak seneng." Alibi Fiona sambil cengegesan dan memperlihatkan gigi putihnya yang tersusun rapi.
" Oh cuman becanda ya. Kalau gitu saya permisi dulu." Pamit pelayan itu.
" Iya." Jawab Fiona.
" Astaga.! Bodoh kamu Fi.!" Sambil memukul kepalanya pelan.
" Sebaiknya aku search aja di gongle." Kata Fiona dan iapun Langsung mengambil ponsel pintarnya.
" Cara menjadi orang ketiga." Gumam Fiona sambil mengetikkan gumamannya itu di ponselnya. Jika ada orang yang mendengar pasti orang itu akan memandangnya sebagai gadis aneh.
Niat banget memang Fiona ingin menjadi orang ketiga ia sampai bela - belain mencari tutorialnya di internet.
" Astaga.! Tutorialnya kok aneh sih, semua inikan perbuatan yang nggak baik." Gumam Fiona sambil menggeser - geser layar ponselnya.
__ADS_1
To be continue
see you in the next episode 💖💖