
Di kediaman Bintang....
Tok...
Tok...
Cklek...
" Maaf mengganggu istirahat Tuan muda. Tapi ini ada paket untuk Tuan muda." Kata Pelayan itu sambil menyerahkan sebuah kotak ke Bintang yang isinya entahlah,
Pelayan itu adalah salah satu Pelayan di rumah Bintang. Di rumah Bintang memiliki beberapa Pelayan, bukan hanya satu, dua, tiga doang tapi lebih.
" Paket.? Dari siapa Bi.?" Kata Bintang sambil mengerutkan keningnya.
" Tidak tahu Tuan muda." Kata Pelayan itu.
" Ya sudah Tuan muda, kalau gitu saya pamit dulu ke dapur." Kata Pelayan itu sambil membungkukkan badannya, lalu iapun berlalu pergi dari hadapan Bintang.
Setelah Pelayan itu pergi dari hadapan Bintang. Bintang pun lalu segera masuk kembali ke kamarnya sambil membawa paket itu di tangannya.
Setelah Bintang masuk ke kamarnya tak lupa iapun langsung mengunci kembali pintu kamarnya itu. Setelah itu iapun berjalan ke meja dimana biasanya ia gunakan untuk belajar, lalu iapun meletakkan kotak yang ia bawa itu ke meja.
" Hm. Kira - kira kotak ini berisi apa ya.?" Kata Bintang penasaran. Dan,
Sreett...
Bintang Pun membuka kotak itu. Dan kedua bola mata Bintang pun membulat melihat isi kotak itu. Bagaimana tidak terkejut ternyata kotak itu berisi Tikus yang sudah mati, dan dibelah dua. Darah tikus itu berceceran di kotak itu sehingga menimbulkan bau amis bau darah Tikus itu. Sungguh mengagetkan dan menjijikannya isi kotak itu.
Bintang pun melihat sebuah kertas yang berlumuran darah dari kotak itu. Lalu Bintang pun mengambil kertas itu, dan membukanya.
...Bintang.! Kamu akan mati.! Hhhh....
...Seperti, Tikus itu...
__ADS_1
...Tunggu saja waktunya....
...Gimana hadiahku.? Bagus kan.?...
...Aku yakin pasti kamu suka.!...
^^^Salam hangat dariku^^^
" Sebenarnya siapa yang mengirim paket ini.?"
" Kayaknya peneror itu semakin menjadi - jadi ia sampai nekat meberikan aku paket seperti ini."
" Aku tidak boleh tinggal diam. Secepatnya aku harus mencari tau siapa peneror itu. Kalau didiamkan lama - lama takutnya ia malah semakin menjadi - jadi dan aku juga ingin mengetahui motifnya, kenapa ia menerorku, dan ingin membunuhku. Sebenarnya siapa dia.? Dia terlalu misterius.!"
" Akh...! Kenapa ia tidak menunjukkan dirinya langsung di hadapanku sih, kenapa ia harus sembunyi - sembunyi sih.!"
Lalu Bintang pun memutuskan untuk membuang kotak yang berisi Tikus mati itu. Bintang pun langsung keluar dari kamarnya dengan membawa kotak itu.
Tap.!
Tap.!
Sesampainya Bintang di luar rumahnya iapun lalu meletakkan kotak itu di tanah, dan ia mengambil korek api dan membakar kotak itu. Oh iya soal tikusnya, Tikus itu tidak di bakar oleh Bintang, Tikus itu Bintang serahkan ke pak satpam yang bekerja di rumahnya untuk dibuang atau dikubur. Bintang hanya membakar kotak dan suratnya saja.
......................
Sementara disisi lain. Tetapi tempatnya tak jauh dari keberadaan Bintang. Orang itupun tersenyum misterius menatap Bintang yang membakar kotak paket misterius itu.
" Bintang. Tunggu saja permainan selanjutnya. Aku akan memberikanmu hadiah spesial, sangat - sangat spesial sehingga akan membuat kamu kaget."
" Tunggu saja."
Setelah mengatakan itu lantas orang misterius itupun langsung pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
......................
" Fiona.! Astaga Fii.! Sekarang itu sudah jam delapan pagi.! Kamu masih tidur, Fii.!" Kata Hana sambil mengguncang tubuh Fiona yang terbungkus selimut, seperti kepompong saja Si Fiona itu.
Fiona sama sekali tidak mengubris Hana ia tetap membungkus dirinya dengan selimut itu seperti kepompong.
" Astaga Fi.! Nggak baik anak gadis bangun siang - siang Fi.!" Kata Hana dengan mode seperti emak - emak yang memarahi anaknya.
" Astaga.! Anak ini.! Apa kamu harus di cium pangeran dulu Fi baru kamu mau bangun hah.!"
" Hu 'u.! Dengan cara apalagi aku membangunkan anak ini.? Hm.?" Kata Hana sambil berpikir.
" Kalau aku bangunin dengan cara menyiramnnya dengan air. Tapi aku malas benget pergi ke kamar mandi untuk mengambil air."
" Kalau ancam dia dengan kata - kata menyiram ia dengan air pasti itu sudah nggak mempan untuk ngebangunin fiona. Hum.!" Batin Hana sambil berpikir.
" A' ha. Aku punya ide." Kata Hana dalan hati sambil tersenyum.
Lalu Hana pun mendekat ke Fiona, dan iapun membisikkan sesuatu ke Fiona.
" Fii. Ada Bintang tuh nungguin kamu di ruang tamu." Bisik Hana, dan lantas Fiona pun langsung membuka lebar kedua matanya, lalu iapun langsung bangun dari tidurnya setelah Hana mebisikkan bahwa Bintang menunggu Fiona.
" Hah.! Bintang. Mana, mana." Kata Fiona celingak - celinguk sembari mengumpulkan kesadarannya karena baru bangun tidur.
" Yes.! Berhasil akhirnya Si putri tidur bangun juga." Batin Hana dan tersenyum penuh kemenangan.
" Iya. Bintang nungguin kamu, tapi di mimpi. Hhh." Kata Hana sambil tertawa keras.
" Hah.?" Fiona masih belum paham perkataan Hana. Otaknya masih terus berpikir mencerna apa yang dimaksud Hana. Setelah beberapa lama Fiona pun mengerti maksud dari perkataan Hana. Bahwa Hana saat ini hanya mengerjainya saja. Iapun lalu menatap sahabatnya itu dengan tatapan kesal.
" Hana.!!" Teriak Fiona. Setelah Fiona berteriak Hana pun langsung buru - buru turun dari tempat tidur Fiona dan lari menyelamatkan dirinya dari amukan Singa, eh maksudnya amukan Fiona.
" Awas kamu Han.! Sini kamu, hai kemari.!" Teriak Fiona sambil berlari mengejar Hana yang sudah jauh itu. Dan pagi itu terjadilah aksi kejar - kejaran antara Fiona dan Hana di rumah itu.
__ADS_1
To be continue
see you in the next episode 💖💖