
Ciitt. !!
Bintang pun lantas membuka helmnya, lalu ia melihat kiri dan kanan.
" Dimana mereka." Gumam Bintang sambil turun dari motornya.
Tin
Akhirnya kamu datang juga., Selamat datang Bintang Adipranata. Bukankah aku Tuan rumah yang baik karena sudah menyambut tamuku. Oh iya kamu masuklah di sana , karena akan ada penyambutan spesial untuk kamu Bintang. Selamat menikmati penyambutanku.
Itulah isi pesan yang Bintang terima di ponselnya.
" Akh. ! Sial.! Siapa sebenarnya orang ini.?" Geram Bintang sangking geramnya ia sampai menendang kaleng minuman yang kebetulan ada di depannya.
Huft..!
" Tenang Bintang. Lo nggak boleh emosi." Kata Bintang kepada dirinya sendiri lalu iapun berjalan menuju ke tempat dimana orang itu memberitahukannya.
Tap
Tap
Tap
Disaat Bintang hampir sampai di depan pintu ia lalu berhenti sejenak. " Sebaiknya aku harus waspada, karena mereka sudah mengetahui keberadaanku. Tapi bagaimana mungkin mereka tahu aku sudah disini, pasti mereka ada disekitar sini mengawasi aku. Dasar pecundang.!"
Krekk. !
Gelap. Ya suasana disana memang gelap, lantas Bintang pun langsung merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya dari sana, setelah itu iapun lantas menyalakan senter ponselnya.
Tap
Tap
Krek. !
" Apa itu. ?"
" Hei. !"
" Kalau lo memang berani, cepat tunjukin diri lo sekarang.! Dasar pengecut.!"
Prok.!
Prok.!
" Selamat datang anak muda." Kata seseorang yang tiba - tiba muncul. Lantas Bintang pun langsung memicingkan matanya.
" Siapa kamu hah.?" Tanya Bintang.
" Hhhh... Kamu nggak perlu tahu aku siapa, yang perlu kamu tahu adalah aku adalah orang yang akan menyambutmu. Hhh.. " Kata orang itu sambil tertawa, setelah itu ia menyeringai licik.
Prok. !
Prok. !
Setelah bertepuk tangan muncullah beberapa orang dari balik tembok, dengan wajah sangar dan badan kekar.
Lalu tanpa aba - aba mereka semua pun menyerang Bintang tanpa aba - aba. Tetapi untungnya Bintang memang sudah mempersiapkan dirinya.
Buk. !
Buk.!
Krek. !
" Akh.!"
Bunyi jeritan orang, tulang patah, serta suara pukulan bergema di gedung ini.
" Sial.! Ternyata anak ini kekuatannya tidak bisa dianggap remeh." Kata salah satu orang atau ya kita sebut saja preman.
__ADS_1
Bintang terus bertarung melawan beberapa preman itu dengan sekuat tenaga. Beberapa preman sudah tumbang, tetapi tiba - tiba
Srett..
Tangan Bintang berdarah karena ulah salah satu preman itu yang sengaja menggores tangan Bintang dengan pisau yang ia pegang. Setelah melakukan itu iapun lalu tersenyum puaa.
" Hum. Beraninya main belakang." Kata Bintang dengan tersenyum smirk, Ekspesi Bintang saat ini biasa - biasa saja, padahal lengan kirinya sudah meneteskan banyak darah.
" Rasakan ini." Kata Bintang lalu iapun menyerang preman yang masih tersisa.
Buk.!
Buk.!
Buk.!
Ada sepasang mata yang memperhatikan pertarungan itu sambil tersenyum smirk, dan tangannya memegang suntikan yang berisi cairan, entahlah itu cairan apa hanya dia yang tahu.
Krekk. !
Akh.!
" Cepat katakan.! Siapa Bos kalian, dan dimana kamu menyekap Fiona.? Jawab.!"
Krek. !
Akh. !
" Cepat jawab.!"
" Bo-"
BUGH. !
Belum sempat preman itu meneruskan kata - katanya tiba - tiba dari arah belakang ada yang memukul Bintang, setelah itu iapun menyuntikkan sesuatu ke tubuh Bintang.
Bintang pun lantas membalikkan badannya, sambil memegangi bahunya yang dipukul.
" Si- " Belum sempat Bintang meneruskan kata - katanya tubuhnya telah tumbang tanpa bisa ia cegah lagi.
Lantas orang yang melakukan perbuatan itu kini tersenyum smirk. Lalu iapun berkata kepada bawahannya,
" Cepat.! Bawa ia ke perempuan itu. Sekap dia disana bersama perempuan itu.!"
" Baik Bos.!"
" Permainan dimulai." Setelah mengatakan itu orang itupun langsung pergi ke arah berlawanan, entah kemana ia akan pergi.
......................
Disisi lain namun ditempat yang sama....
Fiona saat ini masih berusaha memberontak, selain itu iapun memikirkan cara agar bisa terbebas.
" Akh.!"
" Bagaimana caranya aku bisa terbebas dari sini."
Kreek...
Pintu terbuka, lantas Fiona pun pangsung mengarahkan pandangannya ke pintu masuk ruangan itu. Seketika itu bola matanya pun langsung membulat melihat orang yang ia cintai pingsan dengan keadaan yang babak belur. Wajah tampan Bintang dipenuhi memar, serta tangannya yang berdarah, dan pelipisnya juga berdarah.
Fiona yang melihat keadaan Bintang lantas langsung menangis. Jika sebelumnya ia tidak menangis maka lain halnya dengan sekarang.
" Hiks... Hiks.. Kalian apakan Bintang. Hah.!" Kata Fiona.
" Hhhh.. Gadis manis kita hanya melakukan penyambutan kok untuk kekasih kamu ini, tetapi penyambutan yang kita lakukan ini memanglah sedikit berbeda." Setelah mengatakan itu lantas orang itupun langsung mengikat Bintang di kursi seperti yang ia lakukan ke Fiona.
Fiona yang melihat itu lantas langsung berteriak." Heii.! Lepaskan dia.!"
" Hei. Tenanglah gadis manis, jangan marah - marah nanti cantiknya hilang. Hhhh. " Kata preman itu setelah ia mengikat Bintang di kursi seperti Fiona, mereka pun keluar dari ruangan itu meninggalkan Fiona dan Bintang.
__ADS_1
Brakk..
Bunyi pintu yang ditutup.
" Hiks... Hiks.. Ice Bintang bangun.!" Kata Fiona sambil menangis, lalu Fiona pun berusaha mendekat ke arah Bintang, karena memang jarak antara Fiona dan Bintang tidaklah terlalu jauh. Meskipun dengan susah payah dan memakan banyak tenaga akhirnya Fiona pun sampai di dekat Bintang dengan tali yang masih mengikat tubuhnya.
" Bintang bangun. ! Hiks... Hiks. " Fiona masih berusaha membangungkan Bintang dengan segala upaya yang ia bisa.
Beberapa menit kemudian.....
Akhirnya usaha Fiona membuahkan hasil, Bintang pun sudah mulai mengerjapkan matanya, dan menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya.
" Sss.. Dimana ini.?" Kata Bintang sambil meringis menahan sakit di tubuhnya.
" Hiks.. hiks. Bintang akhirnya kamu sadar." Kata Fiona dengan derai air mata. Lantas Bintang pun langsung menoleh ke arahnya.
DEG. !
Pemandangan pertama yang Bintang lihat adalah Fiona yang keadaannya tampak kacau dengan rambut yang acak - acakan serta matanya yang bengkak karena mungkin terlalu lama menangis. Padahal sebelum Bintang datang keadaan Fiona tidak sekacau seperti itu.
Bintang pun lantas merasa iba dengan perempuan ini, apa yang terjadi dengan perempuan ini itu semua kesalahan Bintang karena ia perempuan ini harus berada disini.
" Maaf." Kata Bintang lirih. Hanya kata maaf lah yang bisa ia ucapkan. Lantas Fiona pun langsung menggelengkan kepalanya pertanda bahwa Bintang tidaklah bersalah.
" Untuk apa kamu meminta maaf. Kamu nggak salah apa - apa." Kata Fiona lembut.
" Karena aku kamu berada di tempat ini. Maka dari itu aku meminta maaf."
" Tidak. Ini semua sudah takdir." Kata Fiona.
" Yang harus kita pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya kita lepas dari sini." Kata Fiona lantas Bintang pun langsung mengaggukan kepalanya.
" Bagaimana jika aku melepaskan ikatanmu terlebih dahulu, lalu setelah itu kamu lepaskan ikatanku." Kata Fiona memberi usul, dan langsung mendapat anggukan dari Bintang.
Fiona pun lantas berusaha melepaskan ikatan dari Bintang. Ya meskipun sangat sulit bahkan bulir - bulir keringat telah membasahi wajah Fiona.
" Fyuhh.."
Akhirnya usaha Fiona membuahkan hasil juga, ikatan Bintang terlepas di bagian tangannya. Lantas Bintang pun buru - buru melepaskan ikatan di bagian kakinya, meskipun dengan tubuh yang lemah Bintang tetap berusaha sekuat tenaga. Belum saatnya ia tumbang sekarang, karena masih ada nyawa yang harus ia lindungi, ya Fiona gadis itulah yang saat ini menjadi perioritas Bintang. Karena jika sampai terjadi apa - apa dengan gadis ini maka Bintang akan sangat - sangat merasa bersalah.
Setelah semua ikatannya terlepas Bintang pun buru - buru melepaskan ikatan Fiona. Setelah mereka berdua terlepas tindakan selanjutnya yang harus mereka lakukan adalah mencari jalan keluar, dan tidak ketahuan para preman itu.
Tetapi sebelum mereka sempat keluar dari ruangan itu pintu ruangan itu tiba - tiba ingin terbuka, lantas disaat itu juga Bintang langsung menarik Fiona untuk bersembunyi karena tidak mungkin Bintang melawan preman itu sendirian dengan keadaan tubuhnya sekarang. Jadi cara satu - satunya yang Bintang ambil adalah dengan bersembunyi lalu menunggu kesempatan untuk lari.
Ceklek..
Pintu terbuka menampilkan beberapa sosok preman serta orang misterius tadi, Bintang dan Fiona bisa melihat dari cela - cela kardus tempat mereka bersembunyi.
" Kemana. ! Kemana mereka.?" Kata si pria bertopeng dengan nada marah.
" Ka--ka-mi nggak tau Bos." Kata para bawahannya dengan gugup.
" Akh sial.! Cepat cari mereka. !" Perintahnya dengan suara menggelegar dan
Brakk..
Suara pintu ditutup dan itu semua ulah Bintang. Dan sepertinya keberuntungan berpihak dengan mereka berdua kebetulan kunci ruangan itu masih ada di pintunya jadi Bintang pun dengan cepat menutup dan mengunci ruangan itu tak lupa ia juga mengambil kuncinya, lalu iapun menarik tangan Fiona dan mereka pun berlari.
kembali ke orang - orang yang terkurung di ruangan itu...
" Akh.. Sial.!" Teriak pria bertopeng.
" Halo. Cepat kamu kejar Bintang dan gadis itu.! Temukan mereka berdua.!" Perintahnya kepada bawahannya yang ada diluar ruangan.
" Baik Bos.!" Kata orang diseberang sana.
" Awas kamu Bintang.!" Kata orang itu sambil tersenyum misterius.
" Kalian.! Cepat dobrak pintu ini.! Apa kalian tidak mau keluar hah.!"
" Ba - baik Bos."
__ADS_1
To be continue
see you in the next episode 💖💖