
Pagi hari di SMA ANTARIKSA. Jam masih menunjukkan pukul 06:00, belum terlalu banyak siswa siswi yang datang. bahkan cuman ada beberapa doang yang baru datang.
" Hoamm. Aduh aku masih ngantuk nih." Kata Fiona sambil menguap, dan disampingnya ada Hana.
" Han. Tumben pagi - pagi lo udah mau berangkat, memang ada apaan sih,? lihat ini baru pukul berapa tau nggak. Bahkan teman - teman kita masih pada asik di alam mimpinya." Omel Fiona kepada Hana sambil menunjukkan jam tangannya kepada Hana.
" Enggak kok. Sebagai murid yang patuh sama aturan kita kan harus datang kesekolah Pagi, dan nggak boleh terlambat." Kata Hana, dengan senyum mengembang di wajahnya.
" Iyya sih. Tapi ini kepagian namanya. Dan nggak biasanya juga kamu berangkat pagi - pagi begini, Biasanya kan kita berangkat Jam enam tiga puluh menit, atau bahkan lebih." Oceh Fiona, yang heran dengan sahabatnya itu, entah Hana kerasukan jin apa sampai - sampai ia berangkat pagi - pagi buta.
" Lo nggak kesurupan kan Han. Atau lo masih demam.?" Tanya Fiona ke Hana.
" ish. Apaan sih Fi. Kagak kali." Kata Hana sambil menyingkirkan tangan Fiona yang berada di jidatnya.
" Habisnya lo aneh banget sih." Kata Fiona.
Lalu Fiona dan Hana sampai didepan kelas mereka, yaitu kelas sebelas Mipa 2. Pada saat mereka berdua masuk ke kelas. Fiona pun langsung berkata.
__ADS_1
" Nah. Bener kan dugaan gue, teman - teman kita tuh masih pada molor di rumahnya. Liat cuman kita doang aja yang ada disini." Oceh Fiona lagi.
" Mendingan Gue lanjut tidur aja deh kalau begini." Kata Fiona yang melipat tangannya diatas meja, lalu menaruh kepalanya diatas lipatan tangannya, dan iapun memejamkan matanya.
" Fi. Nggak boleh loh, tidur di sekolahan." Nasihat Hana.
" Bodo amat lah, gue masih ngantuk banget tau nggak."
" Huft. Terserah kamu deh. Aku pergi bentar ya." Kata Hana, lalu iapun keluar dari kelas dan meninggalkan Fiona di kelas sendirian.
Fiona merasa terganggu, sepertinya ada seseorang yang menarik - narik headsetnya, ya sebelum Fiona tidur ia memang memakai headset tadi. Lalu Fiona pun mendongakkan kepalanya. Dan.
Deg. !
Deg. !
Gimana Fiona nggak kaget coba, ternyata yang menarik headsetnya itu adalah Bintang. Hampir saja Fiona tonjok muka orang yang mengganggu tidurnya tadi, untung saja Fiona nggak langsung melayangkan kepalan tangannya ke wajah orang yang mengganggu tidurnya. Fiona nggak akan bisa membayangkan jika ia benar - benar menonjok muka Bintang tadi, bisa - bisa Fiona langsung dipecat menjadi calon jodohnya Bintang.
__ADS_1
" Nih, tugas pertama lo." Kata Bintang sambil memberikan bukunya ke Fiona.
" Kerjain PR dari Bu Aira. Dan harus selesai secepatnya." Selesai Bintang mengatakan itu lalu iapun berlalu meninggalkan Fiona, sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celananya.
" Aduh. Gini amat yak nasib ku, demi mengejar calon imam." Batin Fiona dalam hati.
" Eh tunggu deh kayak ada yang salah. Kayaknya gue melupakan sesuatu deh."
" Tadi Bintang nyuruh gue untuk ngerjain PR dari Bu Aira, dan Bu Aira kan Guru mata pelajaran PKN. PR PKN ya. Mampus gue, gue juga belum ngerjain PR yang dikasi Bu Aira lagi. Jadi gue harus ngerjain dua kali dong." Batin Fiona berdialog dengan dirinya sendiri.
" Dan lebih gawatnya lagi, ternyata nanti ada Jam pelajaran PKN. Mampus gue kalau nggak selesai bisa - bisa gue kena hukuman. Aduh gue bingung nih, gue ngerjain yang mana dulu nih. punya Bintang atau punya gue." Batin Fiona frustasi, sambil mengacak rambutnya.
" Hah. Pusing aku kalau kayak gini." Kata Fiona, lalu mengambil bukunya dan mengerjakan tugas dari Bu Aira.
" Semoga nanti masih ada waktu, supaya aku bisa ngerjain tugasnya Ice Bintang." Kata Fiona lalu iapun mulai mengerjakan tugasnya.
" Semangat Fi.! Anggap aja kamu lagi belajar jadi calon istri yang baik." Kata Fiona menyemangati dirinya sendiri.
__ADS_1
To be continue
see you in the next episode 💖💖