RINTANGAN CINTA

RINTANGAN CINTA
Bahagia


__ADS_3

Fiona pun maju ke depan. Meskipun rasa takut mendominasi jiwanya sekarang, tetapi ia tetap menjalankan perintah Bu Rini.


Bu Rini pun terus memperhatikan Fiona yang mendekat ke arahnya, Bahkan ia juga memperhatikan cara berjalan Fiona yang agak pincang.


Setelah Fiona maju ke depan dan berdiri di depan semua teman - temannya Bu Rini pun langsung berkata. " Kamu tahu kan apa yang akan saya berikan jika ada murid yang tidak menyelesaikan tugasnya dengan tepat waktu." Kata Bu Rini dengan tegas


" Iya Bu."


" Sepertinya kaki kamu sakit.?"


" Iya Bu. Tadi pagi saya terjatuh."


" Baiklah sebagai hukuman kamu karena tidak mengerjakan tugas maka kamu akan saya beri hukuman berupa, kamu harus mengerjakan soal dari saya. Soalnya itu berjumlah dua puluh soal."


" Karena saya ingin meminta kamu berlari keliling lapangan tetapi kondisi kamu tidak memungkinkan."


" Soalnya harus kamu selesaikan besok."


" Iya Bu." Kata Fiona pasrah, karena mau bagaimana lagi itu juga kesalahannya karena ia tidak mengerjakan tugasny dan hasilnya ia dihukum. Masih untung sih ia tidak dihukum untuk lari keliling lapangan, karena biasanya guru killer itu jika memberikan hukuman kepada anak - anak yang tidak mengerjakan tugas biasanya mereka akan diberikan hukuman berupa keliling lapangan.


Tetapi hukuman yang diterima Fiona ini tidak bisa dianggap ringan karena ia harus mengerjakan soal dari Bu Rini sejumlah dua puluh soal itu sangat - sangat banyak apalagi harus diselesaikan besok. Sungguh sangat susah, karena ditambah dengan tugas - tugas pelajaran yang dipelajari Fiona keesokan harinya.


......................

__ADS_1


Di halaman belakang sekolah, Fiona duduk di kursi panjang yang memang tersedia disana sambil memandangi pohon mangga.


Hari ini Hana ada urusan, jadi ia tidak masuk sekolah hari ini. Katanya ia ada urusan yang sangat urgent hari ini.


" stt." Ringis Fiona, lalu iapun sedikit mencondongkan tubuhnya dan mengelus - elus kakinya yang sakit. Bukannya malah membaik kakinya malah tambah sakit.


" Kaki kamu masih sakit.?" Tanya Bintang yang tiba - tiba muncul dari arah belakang Fiona. Dan Fiona pun reflek menoleh kebelakang setelah mendengar suara seseorang yang selama ini ia incar.


" Em. Iya." Jawab Fiona. Lalu Bintang pun berjalan ke arah Fiona, dan kini ia tepat berada di depan Fiona entah apa yang ia akan lakukan.


Bintang pun tiba - tiba berlutut dihadapan Fiona, lalu ia pun menyentuh kaki Fiona yang sakit. Fiona pun kaget dengan perlakuan Bintang sehingga ia reflek menarik kakinya dari Bintang. Namun usahanya sia - sia karena kakinya yang masih sakit sehingga jika digerakkan akan semakin sakit.


" Tenang. Aku nggak bakalan ambil kaki kamu kok. Aku cuman lagi periksa kaki kamu aja." Kata Bintang menenangkan Fiona.


Tiba - tiba Bintang pun mendongakkan kepalanya ke atas, dan pada saat itulah mereka saling memandang satu sama lain, dengan Fiona yang masih mempertahankan senyumannya semua itu tak luput dari pandangan Bintang.


" Indah." Gumam Bintang secara tidak sadar.


" Hah. Apa yang indah.?" Tanya Fiona.


Dan seketika itu Bintang pun langsung memalingkan pandangannya ke arah lain. " Enggak kok." Kilahnya.


" Owh."

__ADS_1


" Kamu tahan sedikit ya." Kata Bintang.


" Mungkin ini akan sedikit sakit." Lanjutnya.


" Iya."


Krek.!


" Akh.!"


" Sorry."


" Coba kamu berdiri." Setelah Bintang mengatakan itu Fiona pun langsung mencoba berdiri dari duduknya.


" Gimana.?"


" Udah mendingan."


" Terima kasih." Kata Fiona dengan tulus, ia tidak menyangka Bintang akan datang membantunya, seperti pangeran yang datang membantu putri yang sedang mengalami kesulitan.


Sungguh.! Fiona sangat, sangat bahagia hari ini. Ia tidak pernah membayangkan seorang Bintang akan datang membantunya.


To be continue

__ADS_1


see you in the next episode 💖💖


__ADS_2