RINTANGAN CINTA

RINTANGAN CINTA
Cafe


__ADS_3

Di dalam sebuah cafe yang berada tak jauh dari SMA Antariksa Cafe ini banyak dikunjungi oleh siswa siswi SMA Antariksa karena letaknya yang tak jauh dari sana. Cafe itu baru banyak dikunjungi oleh murid - murid ketika pulang sekolah.


Berbagai macam kegiatan yang mereka lakukan ketika mereka berkunjung di Cafe itu ada yang sekedar nongkrong, ada yang ngerjain tugas kelompok, dan masih banyak lagi.


Di dalam Cafe dimana ada seorang gadis yang sedang duduk sendirian seperti sedang menunggu seseorang di meja paling pojok Cafe itu.


Tin.


Pintu Cafe itu terbuka, dan menampilkan sosok pemuda berwajah tampan dengan tatapan tajam, dan tak lupa tangannya ia masukkan kedalam saku celananya. Lantas gadis itupun menoleh ke arah pintu Cafe, karena posisinya saat ini membelakangi pintu masuk Cafe itu.


Sret..


Pria itupun langsung duduk di depan wanita itu.


" Maaf aku telat." Kata Bintang ya pria yang baru saja memasuki Cafe itu adalah Bintang.


" Iya nggak papa kok, lagian aku juga baru datang kok." Kata Fiona.


" Kamu sudah pesan makanan.?"


" Belum." Jawab Fiona.


Lalu pelayan Cafe pun segera datang pada saat Bintang memanggilnya. Setelah pelayan Cafe menghampiri mereka berdua lalu mereka pun memesan makanan.


" ngomong - ngomong kamu ngajak aku ketemuan di Cafe ini ada apa.?" Tanya Fiona membuka suara terlebih dahulu karena Fiona juga bosan dengan situasi seperti itu diam tanpa ada yang berbicara. Sangat membosankan.


" Begini tentang penculik yang menculik kamu dulu apakah mereka masih mengganggu kamu akhir - akhir ini.? Atau kamu merasa akhir - akhir ini ada yang ngawasin kamu.?"


" Hmm. Nggak ada tuh." Jawab Fiona.

__ADS_1


" Oh iya apakah kamu mengenali salah satu yang penculik yang menculik kamu waktu itu.?"


" Tidak. Soalnya mereka semua memakai topeng jadi aku nggak tahu bagaimana wajah mereka."


" Eh. Tapi aku ingat deh salah satu dari mereka di tangan kirinya itu terdapat luka sayatan."


" Luka sayatan.?"


" Iya luka sayatan di tangan kirinya."


" Ok. Terima kasih infonya." Kata Bintang.


" Apa tidak sebaiknya kita ke tempat itu lagi Bintang, siapa tahu kita bisa mendapat informasi atau petunjuk." Saran Fiona.


" Hm. Benar juga apa yang kamu katakan."


" Baiklah aku akan pergi kesana sekarang."


" Iya bukannya lebih cepat lebih baik ya."


" Iya sih tapi."


" Eh sebaiknya kamu makan dulu aja Bintang lumayan kan buat nambah tenaga kamu."


" Tapi aku boleh ikutkan nanti." Kata Fiona memohon sambil mengatupkan tangannya.


" Tapi kalau ada kenapa - napa sama kamu gimana.?"


" Sebaiknya kamu nggak usah ikut."

__ADS_1


" Pliss." Mohon Fiona sambil memegang tangan Bintang.


Lalu Bintang pun terdiam entah sedang memikirkan apakah Fiona ikut atau tidak atau ia diam karena tangannya sekerang sedang dipegang oleh Fiona.


Satu detik.


Dua detik.


tiga detik.


Sampai sepuluh detik Fiona pun baru tersadar bahwa saat ini ia sedang memegang tangan Bintang sekarang. Ia jadi malu sendiri karena perbuatannya itu, lalu ia buru - buru melepaskan tangan Bintang dari genggamannya.


" Maaf." Cicit Fiona.


Bintang pun tak menanggapi ia hanya berdehem." Ekhm."


Pelayan Cafe pun akhirnya datang membawa pesanan mereka. Pelayan itupun meletakkan pesanan yang dipesan dua remaja itu diatas meja lalu iapun bergegas pergi dari meja kedua remaja itu.


Lalu kedua remaja itupun menikmati makanannya tanpa suara baik dari Fiona maupun Bintang.


......................


Disinilah sekarang mereka berada di bangunan dimana mereka ditawan. Entah bagaimana caranya Fiona membujuk Bintang sehingga ia bisa berada di tempat ini dengan Bintang.


" Kita harus berhati - hati disini." Kata Bintang namun dengan suara yang dipelankan.


" Iya." Jawab Fiona.


To be continue

__ADS_1


see you in the next episode 💖💖


__ADS_2