
Fiona duduk termenung di taman, di bawah sinar bulan yang sangat terang. Bulan malam ini bersinar begitu indahnya menerangi langit malam, angin malam yang berhembus sehingga mengakibatkan rambut Fiona beterbangan. Fiona masih duduk dan pandangannya masih menerawang jauh ke depan, entah apa yang ia pikirkan saat ini.
Huft.!
Fiona menghembuskan nafasnya kasar, sambil mendongakkan kepalanya ke atas.
" Dasar Fiona Bodoh.! Kok bisa - bisanya sih lo bisa lakuin hal konyol seperti tadi."
" Entahlah sejak kejadian tadi, rasanya aku nggak ada muka lagi deh untuk nemuin mereka lagi, rasanya aku malu banget."
" Terus besok apa yang akan gue lakuin di sekolah."
" Akh.! Bodoh.! Bodoh.!" Teriak Fiona sambil menutup matanya.
Guk.!
Guk.!
Guk.!
Fiona pun langsung membuka matanya ketika ia mendengarkan gonggongan anjing. Lalu iapun berguman.
" Mati aku." Katanya sambil menelan salivanya.
" Anjing baik, cantik, jangan marah yah. Heheheh." Kata Fiona, namun bukannya diam anjing itu malah semakin menggonggong.
Guk.!
Guk.!
Guk.!
" Waduh. Gawat nih, bukannya tenang anjing ini malah semakin marah deh sama aku."
Fiona yang dalam keadaan panik pun segera lari dan seketika itu juga anjing itu langsung berlari mengejar Fiona.
" Akh.! Mati aku anjingnya malah ngejar aku lagi."
Fiona pun terus berlari. Entah kebetulan atau memang sudah takdirnya, Fiona melihat Bintang yang berdiri di pinggir jalan sambil memegang ponselnya, dan seperti sedang mengetik sesuatu di ponselnya itu. Lalu Fiona tanpa pikir panjangpun setelah ia sampai di dekat Bintang iapun langsung menoleh ke belakang sebentar dan ia melihat anjing yang mengejarnya itu makin mendekat, akhirnya tanpa pikir panjang iapun menarik tangan Bintang, sehingga mengakibatkan Bintang pun jadi kaget tetapi ia tetap mengikuti langkah Fiona yang berlari meskipun masih dengan wajah herannya.
" Tunggu lo mau bawa gue kemana.?" Tanya Bintang.
" Hmm. I -tu di belakang ada anjing." Kata Fiona berkata dengan sedikit gugup. Lalu Bintang pun langsung menoleh ke belakang, dan ia melihat anjing itu yang semakin mendekat.
__ADS_1
" Ayo.! Lari. anjingnya semakin mendekat.!" Kata Bintang dan kini Bintang lah yang menarik Fiona.
Dan terjadilah aksi kejar - kejaran antara anjing dengan Bintang dan Fiona.
" Ya ampun mimpi apa gue semalem, bisa gandengan tangan dengan Ice Bintang."
" Andai waktu bisa berhenti sekarang." Batin Fiona dalam hati.
" I-ce-eh Bin-tang itu ada pohon" Tunjuk Fiona ke arah sebuah pohon yang lumayan tinggi. Lalu Bintang pun seakan mengerti dengan apa yang yang dikatakan Fiona, iapun langsung menarik tangan Fiona menuju ke arah pohon yang ditunjuk Fiona tadi.
Lalu mereka berdua pun buru - buru naik ke pohon itu guna menghindari anjing yang mengejar mereka. Dan untungnya Fiona juga bisa memanjat pohon sehingga mereka tidak mengalami kesulitan, tapi entahlah apakah pada saat turun dari pohon Fiona bisa atau malah sebaliknya. Karena biasanya ada orang yang bisa manjat pohon tetapi tidak bisa turun.
" Huft.!"
Guk. !
Guk. !
Guk. !
" Hush... hush..pergi anjing galak, jadi anjing kok galak bener, bisanya cuman ngejar orang." Kata Fiona yang mengusir anjing itu sambil mengibas - ngibaskan tangannya.
Semua kelakuan Fiona itu tidak luput dari penglihatan Bintang yang saat ini sibuk memperhatikan gadis yang tiba - tiba menarik tangannya itu. Lalu bibirnya pun bergerak mengucapkan sesuatu
Deg.!
Deg.!
Jantung Fiona pun mendadak merespon panggilan Bintang." Ah jantung, kamu bisa tenang nggak sih." Batin Fiona.
" Hm. I - ya." Jawab Fiona dengan gugup, apalagi jantungnya sekarang lagi berdetak tidak normal.
" Ayo kita turun. Tuh anjingnya sudah pergi kok." Kata Bintang sambil melihat ke bawah." Setelah mengucapkan itu Bintang pun lalu bergegas turun dari pohon, dan dengan beberapa gerakan akhirnya Bintang pun berhasil turun. Setelah itu iapun bergegas ingin meninggalkan tempat itu, tetapi tiba - tiba sebuah suara pun menghentikan niatnya yang ingin pergi.
" Tunggu. !" Teriak Fiona.
" Masa kamu tega ninggalin aku disini sih." Lanjutnya lagi.
" Emangnya lo siapa gue." Jawaban yang sangat - sangat mengejutkan keluar dari mulut seorang Bintang, dan itu membuat hati Fiona sedikit sakit. Tapi memang benar sih, apa yang dikatakan Bintang kan mereka memang tidak memiliki hubungan apapun.
Lalu Bintang pun berjalan meninggalkan Fiona yang masih berada diatas pohon, dan ekspresi yang ditampilkan Fiona pada saat ini adalah ekspresi kesal, ya kesal dengan sikap Bintang yang dengan teganya meninggalkan dirinya diatas pohon.
" Aduh gimana ini, aku kan nggak bisa turun dari pohon ini."
__ADS_1
" Akh.. Dasar Ice Bintang.! Muka datar, Muka Ice.!" Teriak Fiona memaki Bintang.
" Tapi anehnya dia adalah orang yang aku cintai." Kata Fiona dengan lirih.
" Aku bodoh banget ya. Mencintai orang yang tidak mencintai aku, bahkan dengan teganya ia meninggalkan aku disini. Ya tapi mau bagaimana lagi, hati aku ini udah kecantol sama Bintang Adipranata."
" Aduh.! Kok aku malah bicara sendiri sih disini. Nanti dikira aku orang gila lagi, Ih kok makin lama pohon ini makin nyeremin ya."
" Bikin merinding aja." Kata Fiona yang tiba - tiba bulu kuduknya berdiri.
Lalu Fiona pun bergegas segera turun dari pohon itu. Tiba - tiba
" Eh."
Brukk. !
" Auh... !"
" Auh... sakit banget. Baru aja aku seneng karena bisa jalan eh ralat maksudnya lari sama sang pujaan hati, eh malah ditinggal di atas pohon. setelah itu aku malah jatuh lagi. Kalau jatuh di pelukannya Bintang sih nggak papa, eh ini malah jatuh diatas tanah. mana sakit semua lagi badan aku." Keluh Fiona sambil membersihkan tangannya yang kotor akibat terjatuh.
Pada saat Fiona membersihkan tangannya, tiba - tiba ada orang yang lewat. Lalu orang itupun melihat ke arah Fiona dan bertepatan Fiona juga melihat ke arah orang itu. Baru saja bibir Fiona ingin mengucapkan sesuatu tetapi orang itu keburu berteriak
" Kuntilanak.! Akh... !" Setelah berteriak seperti itu orang itupun lari sekencang - kencangnya, meninggalkan Fiona dengan muka yang melongo.
Penampilan Fiona saat ini memang kacau rambut hitamnnya yang acak - acakan ditambah ia memakai baju warna putih dengan celana hitam dan badannya yang sedikit kotor. Memang penampilannya saat ini benar - benar kacau.
" Astaga. Hari apa sih hari ini, perasaan banyak banget kejadian yang tak terduga yang aku alami. Mulai dari pagi hingga malam entah selanjutnya apa lagi yang akan terjadi.
" Kenapa nggak sekalian aku tadi pakai daster warna putih aja, biar kelihatan seperti mbak kunti beneran." Gerutu Fiona.
Tiba - tiba
Krek..
Krek..
" Waduh.! Apa itu jangan - jangan."
To be continue
Maaf ya teman - teman 🙏🙏 para pembaca novel Fiona aku baru update sekarang. Dan untuk yang tetap masih bertahan membaca novelku ini Author ucapkan banyak - banyak terima kasih atas dukungannya.
see you in the next episode 💖💖
__ADS_1