RINTANGAN CINTA

RINTANGAN CINTA
Guru killer


__ADS_3

Tringg. !


Bunyi alarm, guna membangunkan sang pemilik dari mimpi indahnya.


Klik.


" ukm." Gadis cantik yang tubuhnya terbungkus selimut itupun menggeliat. Tak lama iapun menyembulakn kepalanya dari balik selimut dan iapun mengerjabkan matanya secara perlahan, dan pada akhirnya matanya pun terbuka secara sempurna, lalu ia pun mengucek - ngucek matanya.


Setelah itu iapun mengalihkan pandangannya ke ponselnya yang berada di atas nakas, tak lama ia memandangi ponselnya iapun langsung mengambilnya.


" Hum. Baru jam enam lewat lima belas menit." Gumamnya.


" Hari ini aku belajar Hum, apa ya. ?" Katanya sambil mengetuk - ngetuk dagunya tanda ia sedang berfikir.


" oh iya aku ingat. Hari ini aku belajar fisika, matematika, pkn, dan bahasa inggris."


Setelah mengatakan itu gadis itupun langsung terdiam sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu. Dan


" Akh.! Astaga Fio bodoh. ! Kok kamu sampai lupa sih kalau nanti ada tugas fisika yang mau dikumpul, mana gurunya killer lagi."


" Bodoh.! Bodoh.! Bodoh.!" Makinya ke dirinya sendiri.


" Sekarang, sekarang sudah jam berapa.?" Tanyanya ke dirinya sendiri dengan panik. Lalu iapun menoleh ke atas nakas, dan melihat jam yang menunjukkan pukul setengah tujuh.


" Akh.! Sial Bodoh, bodoh.!" Kata Fiona yang sekarang tengah sibuk di kamarnya sambil memaki dirinya sendiri.


Lalu gadis itupun langsung menuju ke kamar mandi dengan terburu - buru.


Ceklek


Tap


Tap


Akh.!!

__ADS_1


Akibat ia terlalu terburu - buru akibatnya ia tidak berhati - hati, karena ketidak hati - hatiannya itu iapun terpeleset di lantai kamar mandi yang sedikit basah itu dan mengakibatkan kakinya terkilir akibat terjatuh ke lantai yang keras itu.


" Aduh.!"


......................


Di SMA Antariksa


Di depan sebuah gerbang yang hampir tertutup, dan terlihatlah seorang gadis yang berlari dengan kaki yang pincang.


" Pak.! Tunggu.!" Teriak gadis itu dengan nafas ngos - ngosan akibat lelah berlari dengan kaki yang pincang.


" Masuk." Kata pak satpam.


Fiona pun segera masuk dengan kaki yang masih pincang, ia berjalan dengan menyeret kakinya itu di sepanjang perjalanannya menuju ke kelasnya.


Ceklek.!


" Assalamualaikum."


" Kaki kamu kenapa Fi.?" Tanya Naura Si Bu bendahara.


" Jatuh." Balas Fiona sambil berjalan menuju ke tempat duduknya.


Fiona beruntung belum ada guru yang datang ke kelasnya apalagi sekarang adalah jamnnya Si guru killer yaitu Bu Rini sang guru Fisika. Dan sialnya di mata pelajaran itulah tugas yang lupa Fiona kerjakan.


Tak lama setelah Fiona tiba di kelas itu akhirnya Si guru killer plus disiplin itupun masuk dengan wajah menakutkannya kata anak - anak.


Setelah Bu Rini duduk di meja guru iapun langsung mengabsen satu persatu murid - muridnya itu.


Puk.


Setelah guru killer itu mengabsen satu - satu anak kelas sebelas mipa dua, iapun langsung menatap satu persatu murid - murid disana. Seketika semua murid - murid membungkam mulut mereka, tidak ada yang berbicara satu katapun. Bahkan keenam Geng BW pun tidak berani membuka suara mereka.


Memang aura guru yang satu ini memang sangat disegani oleh anak - anak. Mereka semua menunduk takut, tanpa ada yang berani menatap guru satu itu, suasana di kelas sebelas mipa dua seketika mencekam.

__ADS_1


Apalagi Fiona, jangan ditanya lagi gadis itu sudah ketakutan setengah mati, malahan ia berharap bisa menghilang dari situ sekarang juga, keringat dingin terus bercucuran di wajahnya.


" Kemarin saya memberikan kalian tugas, sekarang cepat kumpul.! Naura.! Kamu kumpulkan tugas teman - teman kamu."


" Ba- baik Bu." Kata Naura dengan gugup. Bahkan Naura saja yang galak itu sampai gugup jika berhadapan dengan sang guru killer itu.


Naura pun langsung berdiri mengumpul tugas teman - temannya satu persatu. Tibalah ia di meja Fiona.


" Tugas kamu mana Fi." Kata Naura dengan suara pelan, lantas gadis itupun menggelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa tugasnya tidak selesai.


" Kamu dalam masalah besar Fi." Gumam gadis itu pelan sambil berlalu dari hadapan Fiona dan kembali mengumpulkan tugas teman - temannya yang lain.


Kejadian itu tidak luput dari perhatian Bintang. Ia melihat gadis itu menggelengkan kepalanya ketika Naura tiba di depan mejanya, dan Bintang dapat menyimpulkan kalau gadis itu tidak mengerjakan tugasnya.


Naura pun berjalan menuju meja guru lengkap dengan tumpukan buku yang terbungkus warna kuning yang sedang ia bawa. Setelah ia sampai di depan meja guru lantas iapun langsung meletakkan tumpukan buku itu diatas meja guru.


" Ini bu bukunya." Kata Naura dengan sedikit membungkukkan badannya tanda ia menghormati guru yang ada di depannya itu.


" Terima kasih."


" Iya bu." Setelah mengatakan itu Naura pun berlalu pergi dari hadapan Bu Rini sang guru killer itu.


Bu Rini pun langsung menghitung buku yang dibawa Naura tadi, Setelah ia menghitungnya lantas iapun mengerutkan alisnya.


" Siapa yang tidak kumpul bukunya.! Kalian mau mengaku atau saya yang tunjuk.!" Kata sang guru killer.


Situasi inilah yang paling gadis itu takutkan. Iapun langsung menarik nafasnya dan membuangnya secara perlahan.


" Ayo Fi kamu pasti bisa." Katanya dalam hati menyemangati dirinya sendiri.


" Saya Bu.!" Kata Fiona setelah ia mengumpulkan keberaniannya, lantas iapun langsung mengangkat tangannya.


" Kamu.! Maju kesini.!"


To be continue

__ADS_1


see you in the next episode 💖💖


__ADS_2