RINTANGAN CINTA

RINTANGAN CINTA
Mencari petunjuk


__ADS_3

Mereka berdua mengendap ngendap di sekitar tempat itu. Mereka berdua belum memasuki gedung itu, mereka masih melihat situasi apakah aman atau tidak untuk mereka memasuki tempat itu.


Fiona pun terus mengikuti Bintang kemana Bintang berjalan, bagaikan anak ayam dan induknya. Fiona berusaha sebisa mungkin untuk tidak merepotkan Bintang.


Kedua remaja itu terus melihat ke kiri dan ke kanan, memastikan situasi apakah aman atau tidak. Setelah mereka merasa situasi aman lalu kedua remaja itupun memutuskan untuk masuk ke gedung itu dan mencari petunjuk disana.


Mereka mengelilingi tempat itu, mereka berdua tidak pernah berpisah sedikitpun karena akan tidak aman jika mereka berpencar. Walaupun mereka berdua yakin para penjahat itu mustahil akan berada di tempat ini karena beberapa hari lalu polisi datang ke tempat ini untuk mencari petunjuk dan para penjahat itu tapi hasilnya nihil.


Meskipun polisi sudah pernah kesini sebenarnya tetapi Bintang tetap ingin kesini ia memilih turun tangan langsung siapa tahu aja kan ada petunjuk yang dia dapat.


Mereka berdua tetap berjalan kesana kemari dengan kepala sesekali menunduk karena siapa tahu aja ada petunjuk yang berada di lantai. Mereka memeriksa dengan teliti mata tajam Bintang kini sedang sibuk mengamati setiap sudut tempat itu, Begitupun dengan Fiona gadis cantik itu juga sama sibuknya dengan Bintang.


Mereka mencari dan terus mencari, bahkan sesekali tangan Fiona menyeka keringat di wajahnya menggunakan punggung tangannya karena butiran - butiran keringan sudah mulai bermunculan di wajah cantik Fiona.


Bintang juga sesekali memperhatikan gadis itu, ia melirik Fiona sesekali, bahkan ia memperhatikan gadis itu yang sesekali sibuk menyeka keringat di wajahnya. Rasa kasihan pun timbul di hati Bintang, lalu iapun menghentikan kegiatannya.


" Fiona.!" Panggil Bintang.


" Kita istirahat dulu." Lanjutnya lagi.

__ADS_1


Fiona pun lantas menoleh ke arah dimana Bintang berada. " Iya." Sahut Fiona lalu iapun berjalan ke arah Bintang dimana saat ini Bintang duduk lesehan di lantai sambil memangku tas ransel yang memang selalu ia bawa dari tadi.


" Nih minum buat kamu." Kata Bintang dan menyerahkan minuman kaleng yang baru saja ia ambil dari dalam tas ranselnya itu dan memberikannya ke Fiona setelah Fiona duduk didekatnya.


" Thank's." Kata Fiona lengkap dengan senyuman manis dan tulusnya itu yang sangat indah dilihat.


Deg.!


Jantung Bintang pun berdetak tidak karuan setelah melihat senyuman gadis di depannya itu. Iapun buru - buru memalingkan pandangannya dari Fiona.


" Haish. Kenapa dengan jantungku.?" Kata Bintang dalam hati dan ia reflek memegang dada sebelah kirinya dengan tangan kanannya, itu semua tidak luput dari perhatian Fiona. Lalu gadis itupun bertanya dengan wajah yang khawatir


" Aku nggak papa kok." Jawab Bintang.


" Seriusan.?" Kata Fiona, sepertinya gadis cantik itu belum mempercayai jawaban Bintang, terlihat dari matanya yang memicing curiga. Bintang yang ditatap seperti itupun langsung memalingkan kembali pandangannya dari Fiona.


" Iya." Jawab Bintang singkat.


" Yasudah, kalau kamu ada apa - apa bilang aja sama aku." Kata gadis itu lagi dan langsung membuka kaleng minumannya itu untuk ia minum isinya. Jujur saja gadis itu memang sudah kehausan dari tadi, tetapi ia tidak mau mengatakannya kepada Bintang.

__ADS_1


Tetapi untungnya cowok itu sedikit peka menurut Fiona, tetapi entah Bintang peka atau karena ia ingin beristirahat makanya ia mengajak Fiona, tapi entahlah apapun itu yang penting Fiona sudah lega karena ia bisa minum sehingga rasa hausnya tadi kini sudah hilang tergantikan rasa segar setelah minuman itu masuk ke tenggorokannya.


Di tengah - tengah mereka sedang menikmati minuman mereka masing - masing tiba - tiba Bintang pun menyodorkan sapu tangan miliknya ke Fiona.


" Nih, bersihin wajah kamu, wajah kamu kotor." Kata Bintang dengan tangan yang masih bergantung di udara dengan sapu tangan yang masih ada dalam genggamannya. Karena gadis yang diberikan sapu tangan itu masih setia memandanginya tanpa berniat mengambil sapu tangan itu.


" Ekhm.!" Deheman Bintang cukup keras sehingga menyadarkan Fiona dari lamunannya.


" Nih." Kata Bintang sambil matanya bergerak ke arah tangannya yang masih menggenggam sapu tangan itu.


" Maaf. Thank's ya." Kata Fiona mengucapkan 'maaf' dan 'terima kasih.' Iapun buru - buru mengambil sapu tangan itu.


Setelah Fiona mengambil saputangan yang ia pegang tadi iapun kembali menikmati minumannya, sedangkan Fiona sibuk menyeka keringat dan membersihkan kotoran di wajah cantiknya itu menggunakan saputangan milik Bintang.


Di tengah - tengah Fiona sibuk dengan kegiatannya itu iapun melihat sesuatu yang berada tak jauh dari mereka duduk saat ini. Fiona pun menghentikan kegiatannya lalu ia beranjak dari duduknya lalu mengambil benda yang ia lihat itu.


To be continue


see you in the next episode 💖💖

__ADS_1


__ADS_2